Sindopos.com - Pesan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Pertama Era Presiden Jokowi  - Jusuf kalla Pada Peringatan HUT RI ke 71.

pemikiran_mendikbud_anies_baswedan
Ilustrasi Inspirator Anies Baswedan (Foto by : http://101jakfm.com/)

Sore ini saya duduk di serambi rumah. Bendera berkibar depan serambi. Saya renungkan lagi tentang kita, tentang bangsa kita, tentang negeri ini, dan tentang perjalanan kita sebagai anak bangsa.

Melihat kibaran bendera pada 17 Agustus selalu terasa berbeda. Kibaran itu mengingatkan kita kepada para Perintis Kemerdekaan, para Pendiri Republik. Mereka ini kaum terdidik yang tercerahkan, berintegritas, dan berkesempatan hidup nyaman tapi memilih untuk berjuang. Mereka berjuang dengan menjunjung tinggi harga diri, sebagai politisi yang negarawan. Peran dan posisi mereka gonta-ganti, tapi di peran mana pun mereka dihormati karena mereka tidak pernah menanggalkan integritas dan dedikasi untuk negeri. Karena itu semua, mereka menjadi keteladanan yang menggerakkan, membuat semua siap terlibat, dan mau berjuang. 

Republik ini didirikan dan dipertahankan lewat gotong-royong yang sungguh-sungguh. Semua ikut iuran untuk republik: iuran gagasan, iuran waktu, iuran tenaga, iuran harta, iuran darah dan bahkan iuran nyawa. Mereka jalankan semua itu dengan cara terhormat. Karena itu mereka mendapatkan kehormatan dalam catatan sejarah bangsa ini. Indonesia ini dirintis dengan semangat gerakan. 

Saat Hari Kemerdekaan diperingati, kita turut berdiri dengan khidmat. Upacara peringatan bisa di kantor, di kampung, atau di Istana. Semua memperingatinya.

Tadi pagi, bersama dua putra kami, Ismail dan Kaisar, yang masih duduk di bangku SD Kelas 2 dan kelas 6, kami menaikkan Sang Merah Putih di halaman rumah. Mereka mengibarkan dan menaikkan bendera dengan rasa bangga dan ceria. Kami berharap kegiatan sederhana itu menjadi pengalaman masa kecil mereka, bahwa di rumah pun mereka kibartinggikan bendera negeri mereka. 

Menyaksikan bendera itu berada di puncak dan berkibar dengan gagah, dada ini bergetar. Melihat bendera itu, ingatan saya tertuju kepada kakek alm. AR. Baswedan dan para perintis kemerdekaan lainnya. Mereka hibahkan hidup mereka untuk memperjuangkan agar Republik ini berdiri. Mereka berjuang “menaikkan” Sang Merah-Putih selama berpuluh tahun. Berbeda dengan kita, generasi cucu dan cicit mereka, yang dalam hitungan menit bisa membawa bendera sampai puncak seperti menaikkan bendera pagi tadi. 

Para Perintis Kemerdekaan itu tak pilih jalur nyaman dan aman. Saat itu, mereka juga masih muda. Namun tidak ada kata terlalu muda untuk terlibat dalam urusan kebangsaan. Berpikir ada yang terlalu muda hanya akan membawa kita berpikir ada yang terlalu tua untuk berbuat, bertindak dan berjuang. 

Mereka adalah orang-orang yang mencintai bangsa mereka, melebihi cinta mereka kepada diri mereka. Saya pernah menerima pesan pendek dari salah satu putri Proklamator kita. Ia meneruskan pesan pendek itu berisi sila-sila dalam Pancasila yang dipelesetkan,  misalnya “Ketuhanan Yang Maha Esa” diubah menjadi “keuangan yang maha kuasa” dan seterusnya. Lalu ia tuliskan, “Bung Anies, apakah sudah separah ini bangsa kita? Kasihan kakekmu, kasihan ayahku. Mereka telah berjuang tanpa memikirkan diri sendiri, akan ‘gain’ apa.”

Itulah kesaksian otentik keluarga Perintis Kemerdekaan yang melihat dari dekat, dalam kesehariannya betapa para Perintis Kemerdekaan itu telah hibahkan segalanya untuk bangsanya.

Mereka telah ambil peran di zaman mereka, kini bagian kita. Di tengah deretan masalah dan goncangan yang bisa mengempiskan optimisme, kita harus pilih untuk terus hadir mendorong optimisme. Mendorong muncul dan terangnya harapan dengan berbuat, berkarya. Kini pilihannya jelas, mengutuk kegelapan atau ikut menyalakan lilin, menyalakan cahaya. Lipat tangan atau turun tangan. Mari kita pilih yang kedua, kita pilih menyalakan cahaya. Kita pilih berbuat, sekecil apa pun. 

Mari kita lihat lagi bagaimana semangat gerakan yang menjadi pijar gelora untuk merdeka waktu itu harus dinyalaterangkan lagi dalam pemerintahan, dalam kehidupan bernegara. Di masanya semangat gerakan itu telah berhasil membuat semua elemen merasa turut memiliki atas masalah-masalah yang ada di bangsa ini. Efeknya, semua terpanggil untuk bekerja walau tanpa ada perintah formal.

Kita semua sadar bahwa satu orang tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah. Dan, cara efektif untuk melanggengkan masalah adalah dengan kita semua hanya lipat tangan dan berharap ada satu orang terpilih menjadi pemimpin lalu menyelesaikan seluruh masalah. Tantangan di negeri ini terlalu besar untuk diselesaikan satu orang; tantangan ini harus diselesaikan lewat kerja kolosal. Tapi tidak bisa hanya kerja dan kerja tanpa semangat gerakan dan tanpa berdasarkan pada visi, gagasan dan ide yang dipahami semua. 

Perubahan tidak berjalan sebagai program saja, tetapi sebagai gerakan. Dalam gerakan terbangun kesadaran kolekti atas arah dan tujuan, sehingga seluruh komponen bisa terpanggil dan ikut terlibat. Apalagi, di negeri ini masih ada terlalu banyak orang baik, masih amat besar potensi kekuatan orang lurus di semua sektor. Saya temukan mereka saat berjalan ke berbagai tempat. Apalagi, saat mendiskusikan dengan anak-anak generasi baru Republik ini, saya bertemu orang-orang baik yang pemberani, yang mencintai negeri mereka lebih daripada cinta mereka kepada citra diri mereka, yang tak takut dikritik, dan selalu katakan siap berbuat. 

Pertanyaan yang kita perlu jawab bukanlah apa yang akan kita sumbangkan untuk Indonesia. Pertanyannya adalah dengan banyaknya yang sudah diterima dari Republik ini, bagaimana kita bisa mengembalikan balik untuk Indonesia?  

Jalur berkarya untuk negeri itu bisa terjal dan penuh tantangan, bisa berhasil dan bisa gagal. Bisa tegak, bisa jatuh dan bisa bangun. Tapi saya percaya, nyali kita tidak pernah ciut, dan dada kita makin penuh semangat. 

Apalagi, kita sangat sadar bahwa kita tidak membawa cita-cita, tapi mengemban misi. Cita-cita itu untuk diraih, misi itu untuk dilaksanakan. Posisi dan tugas bisa gonta-ganti tapi di jalur mana pun misi bisa dibawa, bisa dilaksanakan sebab misi tak pernah terkunci pada posisi. Misi jauh lebih besar dan lebih penting daripada urusan posisi.  

Kesadaran atas misi itulah yang jadi pembeda saat bekerja dan berkarya. Mengerjakan hal yang sama pun jadi terasa bernyawa karena ada persenyawaan antara kita sebagai pelaku dengan ide dan dengan karya. Manusia, ide dan karya menyatu. Saat persenyawaan itu terjadi efeknya bisa dahsyat: kerja dan karya akan muncul dengan pesan, dengan rasa, dan tak pernah hambar. 

Kerja dan karya hadir dengan gelora semangat dan dikerjakan dengan sepenuh hati. Kata-kata pun jadi pesan yang menggerakkan; pada kata-kata ada rasa, ada nyawa, ada gelora panggilan untuk berbuat. Itulah kenapa bibit gerakan bisa membesar dan membuat semua terpanggil untuk ikut bekerja bersama. Itulah efek kesadaran atas misi dalam berkarya, dalam bekerja.

Misi kita adalah ikut melaksanakan janji mulia pendirian Republik ini. Sekecil apa pun itu, kita siap untuk terlibat demi melunasi tiap Janji Kemerdekaan. Biarkan hari-hari ini kita berkeringat dan semoga kelak butiran keringat itu menjadi penumbuh rasa bangga kepada anak-anak kita dan pembuka aliran rida dari Yang Maha Kuasa. Biar mereka bangga bahwa kita tidak tinggal diam dan tak ikut lakukan pembiaran, kita pilih ikut berbuat. Sebagaimana mereka bangga bahwa pada hari ini kami bertiga—berdiri bersama—mengibarkan Sang Merah Putih di halaman rumah sendiri. Biarkan mereka, generasi baru Republik ini,  terus menyadari bahwa kita bawa misi, bukan sekadar cita-cita. 

Sindopos.com - Kontingen Garuda meriahkan upacara HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Nairobi.
Melihat-Kemeriahan-Perayaan-HUT-RI Ke-71-Di-Nairobi-Kenya
Lomba Permainan Tradisional Dalam Rangka Perayaan HUT RI Ke 71 di Nairobi - Kenya

Nairobi - Berbeda dengan tahun lalu, upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nairobi - Kenya, dilaksanakan lebih meriah. “Partisipasi anggota TNI dari Kontingen Garuda (Konga) membuat upacara lebih hikmat’, kata Noka Fahimi, salah satu ekspatriat Indonesia di Nairobi (17/8/2016). 

Bersama dengan staf KBRI Nairobi, prajurit TNI tersebut --dengan sebagian memakai seragam militer warna putih-putih-- membentuk koreografi formasi delapan orang untuk pengibaran bendera merah putih. Iringan lagu-lagu perjuangan yang diputar sebelum upacara, membuat upacara yang diikuti lebih dari 80 orang peserta serasa di tanah air. 

Tujuh orang anggota TNI yang hadir di Nairobi merupakan bagian dari 175 personel Satgas Kompi Zeni TNI yang tergabung dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo atau Konga XX-M/Monusco.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Lettu Czi Ruzald D Yosua Auparay, alumni Akademi Militer angkatan tahun 2011 asal Jayapura, Papua. “Sebagai bagian dari Kontingen Garuda di Republik Demokratik Kongo, kami bangga dapat ikut serta memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI di KBRI Nairobi”, kata Lettu Czi Ruzald Auparay.

Lebih lanjut, adik kandung penyanyi Nowela Auparay --juara ajang pencarian bakat “Indonesian Idol” tahun 2014-- ini mengharapkan agar partisipasi Kontingen Garuda dalam upacara bendera dapat ikut menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air terutama bagi peserta upacara dan warga negara Indonesia di Kenya.

Mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di depan sidang tahunan MPR, Duta Besar RI untuk Kenya, Soehardjono Sastromihardjo, sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. 

“Tanpa keberanian kita keluar dari zona nyaman, kita akan terus dihadang oleh kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial”, lanjut Dubes Soehardjono Sastromihardjo.

Terkait harapan ke depan, salah satu peserta upacara, Saiful Ridwan, menyampaikan agar generasi muda Indonesia terus membangun kualitas diri untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. “Generasi muda harus pula memperluas wawasan internasionalnnya”, tegas Saiful Ridwan. Pria yang bekerja di Kantor PBB untuk lingkungan hidup (UNEP) Nairobi ini mengambil contoh tentang betapa masih sedikitnya jumlah warga negara Indonesia yang bekerja dan berkarya di dalam struktur PBB, dibandingkan negara-negara berkembang lain. 

Seusai upacara dilaksanakan pemotongan tumpeng dan lomba anak-anak dan dewasa. Lomba-lomba khas 17 Agustusan, seperti balap karung, memasukkan pinsil ke dalam botol dan makan krupuk, mendapatkan sambutan hangat dari warga masyarakat yang hadir. Tidak ketinggalan, tarik tambang juga di pertandingkan selepas upacara. 

Sebagai sarana menjalin kebersamaan, beberapa hari sebelum upacara HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Indonesia di Nairobi dengan antusias ikut serta dalam berbagai pertandingan seperti bulu tangkis, tenis meja dan tenis lapangan. 

Sindopos.com - Meriahnya Perayaan HUT RI ke 71 di Nairobi.

hut-r1-71-di-nairobi
Upacara Detik - Detik Proklamaasi Di Nairobi - Kenya 2016
Nairobi - Berbeda dengan tahun lalu, upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nairobi - Kenya, dilaksanakan lebih meriah. “Partisipasi anggota TNI dari Kontingen Garuda (Konga) membuat upacara lebih hikmat’, kata Noka Fahimi, salah satu ekspatriat Indonesia di Nairobi (17/8/2016). 

Bersama dengan staf KBRI Nairobi, prajurit TNI tersebut --dengan sebagian memakai seragam militer warna putih-putih-- membentuk koreografi formasi delapan orang untuk pengibaran bendera merah putih. Iringan lagu-lagu perjuangan yang diputar sebelum upacara, membuat upacara yang diikuti lebih dari 80 orang peserta serasa di tanah air. 

Tujuh orang anggota TNI yang hadir di Nairobi merupakan bagian dari 175 personel Satgas Kompi Zeni TNI yang tergabung dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo atau Konga XX-M/Monusco.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Lettu Czi Ruzald D Yosua Auparay, alumni Akademi Militer angkatan tahun 2011 asal Jayapura, Papua. “Sebagai bagian dari Kontingen Garuda di Republik Demokratik Kongo, kami bangga dapat ikut serta memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI di KBRI Nairobi”, kata Lettu Czi Ruzald Auparay.

Lebih lanjut, adik kandung penyanyi Nowela Auparay --juara ajang pencarian bakat “Indonesian Idol” tahun 2014-- ini mengharapkan agar partisipasi Kontingen Garuda dalam upacara bendera dapat ikut menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air terutama bagi peserta upacara dan warga negara Indonesia di Kenya.

Mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di depan sidang tahunan MPR, Duta Besar RI untuk Kenya, Soehardjono Sastromihardjo, sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. 

“Tanpa keberanian kita keluar dari zona nyaman, kita akan terus dihadang oleh kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial”, lanjut Dubes Soehardjono Sastromihardjo.

Terkait harapan ke depan, salah satu peserta upacara, Saiful Ridwan, menyampaikan agar generasi muda Indonesia terus membangun kualitas diri untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. “Generasi muda harus pula memperluas wawasan internasionalnnya”, tegas Saiful Ridwan. Pria yang bekerja di Kantor PBB untuk lingkungan hidup (UNEP) Nairobi ini mengambil contoh tentang betapa masih sedikitnya jumlah warga negara Indonesia yang bekerja dan berkarya di dalam struktur PBB, dibandingkan negara-negara berkembang lain. 

Seusai upacara dilaksanakan pemotongan tumpeng dan lomba anak-anak dan dewasa. Lomba-lomba khas 17 Agustusan, seperti balap karung, memasukkan pinsil ke dalam botol dan makan krupuk, mendapatkan sambutan hangat dari warga masyarakat yang hadir. Tidak ketinggalan, tarik tambang juga di pertandingkan selepas upacara. 

Sebagai sarana menjalin kebersamaan, beberapa hari sebelum upacara HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Indonesia di Nairobi dengan antusias ikut serta dalam berbagai pertandingan seperti bulu tangkis, tenis meja dan tenis lapangan. 



Mesir berada diurutan pertama dengan kasus istri pukul suami terbanyak. Hal tersebut disebutkan melalui laporan statistik kejahatan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tidak tanggung-tanggung, Mesir mencapai 28 persen untuk kasus KDRT yang dilakukan istri. Sementara Amerika Serikat mencapai 23 persen, 17 persen terjadi di Inggris, dan India dengan persentase 11 persen.
 
Menurut data Pengadilan Keluarga Mesir, 66 persen istri melecehkan dan memukul suaminya. Lalu, mereka mengajukan permohonan cerai ke pengadilan.
Seperti dikutip Saudigazette Rabu (10/9), bukan tanpa alat. Istri memukul suami juga dengan menggunakan alat bahkan benda tajam, seperti senjata, sabuk dan peralatan dapur.
Dalam beberapa kasus, istri sengaja memberi obat tidur, agar suami bisa nyenyak dan ia bebas memukulinya. Tidak heran jika kasus istri memukul suami di Mesir sangatlah tinggi, kasus ini dilakukan istri di Mesir mencapai 6.000 kasus.




Muhammad Alvin menyadari pernikahan yang dijalaninya bakal jadi kontroversi di masyarakat. Karenanya, dirinya pun sudah menyiapkan mental untuk menghadapi segala sesuatu yang telah dipilihnya itu. Dikatakan Alvin, memutuskan menikah muda bukan karena keinginan semata, melainkan telah melalui proses pertimbangan yang matang.
 
Tidak hanya itu, dikatakan Alvin dirinya juga sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan baik oleh agama maupun negara.
Alvin menambahkan, pernikahan yang dilakukannya saat usianya masih 17 tahun bukan bermaksud untuk memprovokatori masyarakat agar mencontoh dirinya. Pasalnya, diakui Alvin dirinya juga tidak mendukung 100 persen pernikahan di usia muda.


“Saya tidak 100% mendukung pernikahan di usia muda ya,catat baik2,selengkapnya mungkin akan saya jelaskan di video youtube atau berupa tulisan di ig kedepan nya , saya tidak bisa menyalahkan beberapa kritikan/komentar pedas tentang #NikahMuda karena memang ada sebagian yang benar, dan sekali lagi,saya tidak ada niat untuk memprovokator sana sini untuk mencontoh saya,” tulis Alvin pada keterangan foto yang diunggahnya di Instagram.


Alvin melanjutkan, melalui pernikahan yang dijalaninya, ia ingin menunjukkan bahwa menikah muda bisa. Namun harus dilakukan disertakan dengan segala persiapan matang.
“Saya lebih menunjukan bahwa #NikahMuda itu engga mutlak tidak bisa,bisa kok dilakukan tapi harus disertakan beberapa persiapan seperti persiapan ekonomi,mental,kematangan,dan hal lain nya,kalem ya,” paparnya.



Raisa Andriana & Agnez Mo saat ini masih menjadi primadona banyak orang di Indonesia, terutama para pecinta musik tanah air. Kedua artis muda ini pun sudah tak terhitung berapa kali menghiasi layar kaca berbagai acara di negeri ini.

Namun belakangan ada kehebohan tentang Raisa & Agnez yang menggelikan banyak netizen di media sosial, Selasa (9/8). Kehebohan tersebut bermula akibat adanya media negara tetangga yang memberitakan bahwa Raisa & Agnez merupakan artis cantik dari Malaysia.


Keduanya disebut sebagai artis cantik dari Malaysia dalam sebuah berita yang menceritakan beberapa orang Korea dan Amerika yang mengomentari kecantikan artis Malaysia. Netizen pun ramai-ramai memprotes karena tak terima usai screen capture berita tersebut melayang di beberapa grup media sosial.

"Kok bisa Agnez Mo dan Raisa jadi Malaysian Celeb, darimana sejarah nya ..??," ujar akun Ariel Febrianto mengomentari berita tersebut, seperti dikutip brilio.net, Selasa (9/8).

Pengguna media sosial lainnya juga tak tinggal diam. Mereka pun mengomentari dengan berbagai ungkapan."Awas presiden kita di claim juga nanti," kata akun Sazily Hasan ikut berkomentar.


Usai beberapa saat ramai di media sosial, media yang memberitakan tersebut mengubah judulnya dengan menambahkan kata-kata Artis Indonesia. Namun untuk keterangan foto Raisa, masih dituliskan sebagai artis cantik dari Malaysia. Yaelah, kok gitu banget ya guys?



Banyak orang yang percaya jika setiap orang di dunia ini punya kembaran. Salah satu buktinya, pria yang bekerja sebagai driver Gojek ini. Pria bernama Kadil Mohan ini mendadak bikin heboh netizen lantaran foto-fotonya yang mirip dengan artis India, Shah Rukh Khan beredar di media sosial.

Dalam foto yang diunggah oleh seorang netizen di grup media sosial Gojek dikutip brilio.net, Selasa (9/8), tampak Kadil Mohan menggunakan jaket hijau khas Gojek dengan senyum mengembang di wajahnya. Di sampingnya juga ada foto artis ganteng Shah Rukh Khan.


Jika diperhatikan dengan seksama, raut muka Bang Kadil ini memang terlihat cukup mirip dengan Shah Rukh Khan. Alhasil, doto-fotonya ini banjir komentar netizen.
"Warbiazyah benerrr mirip..." ujar netizen bernama Ayyub. "Mirip bang bneran... Tinggal minjem gaya nurman kamaru yg chaiya chaiya pasti menang di aspal bang," sambung netizen lainnya.




Nah, kalau menurutmu gimana? Mirip nggak nih sama Shah Rukh Khan?



Vanessa Marcotte (27), seorang karyawan Google yang menghilang setelah meninggalkan rumah ibunya di Massachusetts. Pada Minggu malam, Marcotte ditemukan tewas dengan kondisi tubuh telanjang dan terbakar. Vanessa Marcotte, merupakan warga New York, hanya saja ia mengunjungi ibunya di Massachusetts. Wanita yang suka olahraga ini dilaporkan hilang oleh keluarga setelah ia keluar rumah untuk lari di sore hari. Namun, nahas. Pada Minggu malam pukul 20:20 waktu setempat, ia ditemukan tewas dibunuh.


 

Autopsi dilakukan pada Senin oleh Kantor Chief Medical Examiner, Worcester County. Jaksa Joseph Awal Jr mengatakan pada konferensi pers. “Sebuah tinjauan awal dengan melihat tubuh korban, petugas percaya bahwa ini adalah pembunuhan.”
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa fakta mengenai Vanessa Marcotte, karyawan cantik Google yang tewas mengenaskan;
1. Marcotte ditemukan tanpa sehelai benang dengan luka bakar di kepala, kaki dan tangan.
Vanessa Marcotte ditemukan tewas sekitar 20:20 di “daerah berhutan lebat” sekitar setengah mil dari rumah ibunya. Marcotte ditemukan telanjang, dan memiliki luka bakar di kepala, tangan dan kaki. Marcotte terakhir kali terlihat di Brooks Station Road.
2. Polisi tidak merilis informasi terhadap pelaku
Pihak berwenang tidak merilis informasi apapun tentang tersangka.”Kami tidak tahu apakah ini merupakan pembunuhan berencana atau bukan,” kata Jaksa Joseph Awal Jr. “Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati dan waspada . Nahas yang dialami seorang wanita yang sedang keluar berjalan dan jogging di jalan pedesaan , kami meminta orang untuik berhati-hati dan melakukan aktivitas di luar dengan pendampingan,” lanjutnya.
3. Vanessa Marcotte berasal dari Massachusetts & merupakan lulusan Boston University pada tahun 2011
Marcotte lulus dengan pujian dari Boston University pada tahun 2011 dengan gelar di bidang komunikasi . “Saya mahasiswa Public Relations dengan minat ekstrim dalam segala hal tentang Internet. Saya bergairah tentang strategi bisnis seperti SEO , Analytics dan Pemasaran. Saya berharap bisa mengembangkan keterampilan ini dan fokus dalam karir masa depan saya , ” tulis Marcotte dalam blognya saat masih belajar di BU.
4. Marcotte bekerja sebagai Account Manager untuk Google Sejak Januari 2015
“Vanessa Marcotte adalah karyawan yang sangat dicintai di tim Google. Dia bekerja di kantor New York sejak akhir tahun 2015 hingga pertengahan tahun 2016. Ia dikenal karena senyumnya yang menawan, semangat kerja dan sukarela. Kami sangat terkejut dan sedih,” tulis Google dalam pernyataannya.
5. Pembunuhan Marcotte merupakan pembunuhan pertama di Massachusetts setelah 30 tahun
Kepala Kepolisian mengatakan pada konferensi pers. Pembunuhan yang dialami Marcotte merupakan pembunuhan pertama setelah 30 tahun terakhir. Kondisi Massachusetts bisa dikatakan aman dari tindak kriminal. Dalam 30 tahun terakhir belum ada pembunuhan di daerah tersebut. Namun, dengan terbunuhnya Marcotte, pihak kepolisian meminta agar warga berhati-hati.




Ada-ada saja ide brilliant dari pihak berwajib negeri ini demi memberantas kejahatan. Lewat ide brilliant itu, akhirnya dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor diringkus Satreskrim Polsek Karangawen, Demak. Kedua pelaku yang diketahui bernama Luqman Hamik (22) seorang warga Dukuh Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Maranggen, Demak lalu Junihata (16) yang seorang warga Dukuh Kemiri, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Nah uniknya, tertangkapnya kedua pelaku pencurian motor ini berkat ide penyamaran salah seorang anggota Polwan, Polsek Karangawen, Bripda Fitriani Utami. Polwan berparas cantik itu sukses menyamar sebagai seorang janda muda untuk melacak jejak kedua pencuri motor ini.

Semua berawal dari Fitriani yang berpura-pura salah mengirim pesan singkat atau SMS kepada Luqman. Lalu, Fitriani yang menjelma sebagai janda ini telah mengantongi nomer ponsel Luqman lalu mengajak berkenalan dan mengaku-ngaku bercerita baru saja menjanda.

Lalu, Luqman yang termakan bujuk rayu janda itu pun akhirnya mengajak Fitriani berkencan. Dan keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah warung bakso di wilayah Karangawen.

“Ternyata mereka teperdaya oleh rayuan anggota kami yang menyamar sebagai janda. Luqman ini datang ke warung bakso bersama Junihata, keduanya langsung kami bekuk,” kata Kapolsek Karangawen, AKP M Kholil.

Lalu, dari hasil pengembangan dan penyidikan. Rupanya, tersangka Luqman ini merupakan residivis dalam kasus yang sama. Sudah selama dua tahun terakhir ini Luqman beroperasi di wilayah Puwodadi, Mranggen dan Karangawen. Ia sudah mencuri 14 unit kendaraan.

Sementara rekannya, Junihata yang sudah putus sekolah sejak SD, mengaku sudah mencuri tiga unit kendaraan bermotor.



Alaha Majid, perempuan asal kota New York unggah foto-foto dirinya mengenakan riasan melalui Instagram saat kontraksi menyambut putrinya Sofia Alaya Karimi lahir ke dunia pada 15 Febuari lalu.

"Hari ini, 3 minggu lalu aku sedang menyelesaikan riasan dan bersiap-siap untuk kedatangan putri kecilku. Benar sekali! Aku sedang merias menjelang kelahiran anakku!" tertera pada salah satu foto wanita berusia 27 tahun yang menggunakan perangkat eyeshadow 35 warna sambil berbaring di atas ranjang rumah sakit.

"Aku berhenti merias antar kontraksi, lalu melanjutkan kembali ketika sudah berlalu. Aku hanya membawa riasan kesukaanku ke rumah sakit," ungkapnya.



Dilansir dari Dailymail, Rabu (16/3/2016), dengan riasan sebanyak itu, sulit untuk dipercaya ia masih memiliki peralatan make up lain di rumah. Menginap di rumah sakit, Alaha membawa bulu mata palsu, perangkat kontur, lipstik cair, pomade alis serta wadah untuk berbagai macam kuas rias.

Sambil bersandar di ranjang rumah sakit, foto-foto lainnya memperlihatkan Alaha sedang memadukan riasan di sekitar mata dengan busa yang berbentuk seperti telur. Sementara meja di depannya berisikan wadah-wadah kuas rias, fondasi, tisu bekas, dan es untuk diisap.

Sebelum membagikan foto-fotonya merias di rumah sakit, Alaha juga sempat mengunggah foto dirinya terlihat cantik dengan perutnya yang buncit.

Meski putrinya baru lahir, ia mengatakan ia sangat bersyukur telah kedatangan anggota keluarga baru.

"Dia telah mengubah kehidupan kami dengan cara-cara yang tidak terduga, dan ia telah memperlihatkan arti penting kehidupan di dunia," ungkapnya.


Powered by Blogger.