Sindopos.com - Pentingnya Masyarakat dalam Mendorong Akuntabilitas Sosial dan Keterlibatan Publik.
sepola-sekolah-politik-anggaran-sindopos
Rekrutment SEPOLA Untuk Mendorong Akuntabilitas Sosial dan Partisipasi Publik

Masyarakat perlu terlibat dalam proses perencanaan, penganggaran dan pengawasan pembangunan.  Tetapi pada kenyataannya masyarakat kurang berperan aktif dalam proses penganggaran di daerah. Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses penganggaran maka diperlukan pendidikan politik bagi masyarakat sipil. “SEPOLA ini nanti akan menjadi jalan baru bagi proses pendidikan dan pengenalan anggaran. Proses penyadaran masyarakat dibangun untuk melahirkan masyarakat yang sadar akan hak-haknya atas anggaran” terang Nandang Suherman saat memberikan pemaparan terkait rekrutment SEPOLA di Kabupaten Pacitan.

Nandang Suherman merupakan anggota Perkumpulan Inisiatif Bandung yang saat ini membangun jaringan untuk mendorong Partisipasi masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan anggaran di daerah. Khusus kabupaten Pacitan, hari ini jumat, 24 Maret 2017 digedung STIT Muhammadiyah Pacitan dilaksanakan rekrutment terkait warga SEPOLA untuk dilatih selama kurang lebih 12 hari. “Nantinya peserta yang lolos seleksi hari ini akan dilatih selama 12 hari untuk belajar secara serial mengenai proses perencanaan dan penganggaran daerah” Ujar Nandang Suherman.

Lebih lanjut, Nandang menjelaskan jika tujuan dari SEPOLA ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, partisipasi dan kapasitas advokasi masyarakat sipil dalam mewujudkan akuntabilitas sosial dan keterlibatan publik. “Salah satu Tujuan SEPOLA adalah untuk meningkatkan literasi, partisipasi dan kapasitas advokasi masyarakat sipil dalam mewujudkan akuntabilitas sosial dan keterlibatan publik.” Ujarnya

Diakhir pemaparan, bapak yang suka mengoleksi batu akik ini berharap jika warga SEPOLA setelah mendapatkan ilmu dan pemahaman terhadap Politik Penganggaran daerah diharapkan akan mampu terlibat secara langsung dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Lebih jauh jika masyarakat terlibat secara aktif maka mereka juga bisa mencegah terjadinya KORUPSI dan MANIPULASI Angaran “Outputnya warga SEPOLA berani melakukan monitoring anggaran dan melaporkan praktek-praktek manipulasi dan korupsi anggaran”. Pungkasnya

Sindopos.com - Meskipun Beresiko Diamputasi, Mereka Rela Agar Pabrik Semen Yang Berpotensi Merusak Lingkungan.

aksi-cor-semen-kaki-tolak-pabrik-semen
Aksi Cor Semen Kaki Tolak Pembangunan Pabrik Semen (Photo by : JW/Dharmawansyah)
Sejumlah petani menyemen kaki saat aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/3/2017). Mereka menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah karena dinilai berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Mereka tiba di depan Istana Merdeka pada Rabu (13/03/2017) siang, untuk menyampaikan tuntutan penghentian rencana pendirian pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng.
“Pegunungan Kendeng adalah lumbung pangan kami semua, ada sumber mata air di sana, dan kami perlu itu" Ungkap Deni Yuliantini salah seorang petani dari Grobogan yang ikut dalam aksi unjuk rasa kepada awak Media.

Selama berada di Jakarta, kesembilan perempuan yang dikenal dengan sebutan Kartini Pegunungan Kendeng ini, menginap di kantor LBH Jakarta. Mereka merupakan para petani sepanjang pegunungan Kendeng yaitu Rembang, Pati, dan Grobogan, Jawa Tengah.
Semua aktivitas, mulai dari makan, tidur hingga berganti pakaian, mereka lakukan dengan kaki terpasung semen.

“Kami hanya bisa berbuat seperti ini, mengecor kaki kami, karena kami tidak pernah didengar. Kalaupun keadaan berbicara lain, kami hanya bisa pasrah, mungkin yang memiliki keadilan yang akan berbicara, dan alam juga pasti akan berbicara dengan sendirinya.” kata Yuliatini dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu Wicaksono Narendro Utomo, dokter Rumah Sakit Islam Cempaka Putih yang mengawal para peserta aksi menyatakan bila Membelenggu kaki dengan kotak kayu diisi semen, adalah tindakan yang berisiko.

"Kaki bisa kekurangan pasokan darah seperti itu. Yang paling dikhawatirkan nanti kaki bisa bengkak, ini bertahan maksimal lima hari," ujarnya.

Dalam skenario terburuk, aksi mengecor kaki itu bisa menimbulkan penyakit, yang harus diobati dengan cara diamputasi. Oleh karena itu, dalam mengawal para peserta aksi, salah satu hal yang diberi perhatian khusus adalah kondisi kaki para peserta. 

Sindopos.com - KOMPAK Dorong Penerapan Sistem Informasi Desa di Semua Desa di Pacitan

road-show-tematik-inovasi-SID
Kegiatan Road Show Pembekalan Mahasiwa KKN untuk Penerapan SID
Nampaknya kemudahan mendapatkan informasi dan pelayanan cepat, tepat, mudah, serta akurat akan segera terwujud di seluruh desa dikabupaten pacitan. Dengan fasilitasi dan dukungan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan) akan mereplikasi penerapan Sistem Informasi Desa (SID) dari semula hanya 10 Desa dampingan KOMPAK ke semua desa dikabupaten Pacitan.
Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pacitan, dilaksanakan Road Show Inovasi Tematik – Sistem Informasi Desa kepada 50 mahasiswa peserta KKN-STIT Muhammadiyah Pacitan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari antara tanggal 1-2 Maret 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada peserta mengenai penerapan Sistem Informasi Desa (SID).

Menurut Irwandi District Coordinator KOMPAK, Pembekalan Kepada Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah ini adalah kerja sama Pemerintah Kabupaten Pacitan dengan difasilitasi KOMPAK untuk nantiya dapat membantu Pemerintah Desa untuk menerapkan SID. “KOMPAK akan melibatkan perguruan tinggi lokal untuk kita latih dan fasilitasi untuk membantu mereplikasi penerapan SID di desa lain di pacitan” jelasnya kepada sindopos.com


Lebih lanjut kedepan bukan hanya STIT-Muhammadiyah saja yang dilibatkan dalam penerapan SID ini, tetapi juga akan melibatkan perguruan tinggi lokal (STKIP, STAINUPA, Dll) lainnya serta organisasi kemahasiswaan yang ada di pacitan (HMI, PMII, IMM, Dll). “KOMPAK juga akan menggandeng perguruan tinggi lokal yang ada seperti STKIP, STAINUPA serta organisasi kemahasiswaan seperti HMI dan PMII untuk kita libatkan dalam kegiatan implementasi SID ini” tandasnya

Setelah peserta mendapat pembekalan terkait SID ini, nantinya mereka akan melakukan pendampingan di 5 desa lokasi KKN. Kelima desa itu meliputi desa Hadiwarno, dan Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo,  Desa Candi, dan Desa Pringkuku Kecamatan Pringkuku, dan Desa Sooka Kecamatan Punung.


Harapannya kedepan semua desa di Pacitan akan memiliki SID untuk meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.  Kemudahan layanan ini bukan hanya untuk masyarakat umum saja, tetapi juga ditekankan untuk masyarakat rentan dan miskin. Dengan demikian apabila pelayanan dasar  meningkat maka tentu juga akan membuka akses ekonomi yang lebih bagus. Hal ini senada dengan tujuan utama KOMPAK seperti apa yang dipaparkan Irwandi “Tujuan utama KOMPAK adalah agar masyarakat miskin dan rentan menapatkan pelayanan dasar dan mendapatkan kesempatan ekonomi yang bagus” pungkasnya. 

Sindopos.com - Pacitan Siap Menyambut Maron Tourism Business Center (MTBC).
endang-surjasri-kepala-dinas-pariwisata-dan-olah-raga-pacitan-sindo
Kepala Dinas Parpora Pacitan Saat Musinas FOSIPA di Jogjakarta
Indonesia merupakan salah satu negara destinasi wisata dunia. Destinasi wisata indonesia tersebar dari ujung Sabang di Aceh sampai ke tanah papua di Merauke. Dan yang membuat indonesia unik bila dibanding dengan negara lainnya adalah Keindahan Indonesia bukan hanya dari sisi alamnya, tapi juga budaya, kesenian, kerajinan, kuliner, hingga peninggalan bersejarahnya.

Melihat potensi yang sedemikian besar tentunya hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi seluruh Insan Pelaku Pariwisata di Nusantara. Begitu juga dengan Fosipa Indonesia yang baru saja mengggelar MUSINAS ke 3 FOSIPA, Minggu  (26/2/2017) di Cakra Kusuma Hotel  Yogyakarta. Organisasi Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (FOSIPA) Indonesia merupakan wadah yang mempertemukan stake holder pariwisata. Mereka berasal dari travel agent, pengelola hotel, perusahaan bus pariwisata, pengelola restoran, pengelola  obyek wisata, pengelola artshop, dan uncur lainnya.

Hadir pula pada kesempatan ini Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan Endang Surjasri yang mengharapkan adanya sebuah kerja sama dari semua pihak untuk memajukan kehidupan pariwisata pacitan. Maju dan tidaknya kehidupan wisata di Pacitan tidak hanya menjadi tanggung jawab dan beban Dinas Parpora saja tetapi semua pihak khususnya masyarakat, swasta dan pengusaha.

“Pacitan memiliki destinasi pariwisata yang luar biasa tetapi untuk memajukan kehidupan pariwisata tidak bisa hanya dibebankan pada dinas Parpora semata, tetapi harus banyak melibatkan insan - insan pariwisata dan masyarakat disamping perangkat daerah terkait” Ucapnya pada PotalPacitan.com

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan bupati pacitan beberapa bulan yang lalu mengadakan bentuk kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Parpora dengan membuat rancangan bisnis terpadu dengan tema Maron Tourism Business Center (MTBC).

Lebih jauh Endang yang juga pernah menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pacitan memaparkan jika dengan Maron Tourism Business Center (MTBC) ini akan membuat destinasi wisata pacitan lebih dikenal di regional, nasional dan international. Dengan semakin dikenalnya destinasi wisata yang ada di Pacitan tentunya akan mampu mensejahterakan masyarakat pacitan

“Melalui MTBC ini diharapkan destinasi - destinasi wisata pacitan akan lebih dikenal baik secara regional, nasional maupun internasional sehingga melalui pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”pungkasnya

Sementara itu, Rifky Agus Setyawan selaku ketua panitia berharap dari kegiatan ini meningkatkan kerjasama dan silaturahmi antar semua pelaku dan insan pariwisata Nasional. Dengan harapan dari ajang silaturahmi ini akan mampu untuk mengembangkan dunia kepariwisataan nusantara


“Melalui acara ini insan pariwisata mengupayakan kepariwisataan Nusantara semakin berkembang, serta meningkatkan jalinan kerjasama dan silaturahmi antar insan pariwisata,” Pungkas Rifky Agus Setyawan. (aregoes)

penerimaan-calon-praja-IPDN-kemendagri-sindopos
Informasi Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017.

Di informasikan kepada seluruh masyarakat, bagi yang Orang tua, saudara, wali murid, guru dan semua civitas pendidikan pacitan. Bahwa akan dibuka rekruitmen atau Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017. [ads-post]
penerimaan-praja-IPDN-sindopos
Jadwal Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017.

Berikut ini jadwal pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Praja Ipdn Tahun 2017.
Untuk Update Informasi terkait Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2017. Silahkan ikuti perkembangan informasi penerimaan melalui webiste PANSELNAS (http://panselnas.id) dan website resmi Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN (http://spcp.ipdn.ac.id)

Sindopos.com - KOMPAK dorong keterlibatan masyarakat untuk perbaikan layanan publik di Pacitan.
Diseminasi-Hasil-Assesmen-Persiapan-Pelaksanaan-SAPP
Pemaparan Diseminasi Hasil Assesmen Persiapan Pelaksanaan SAPP

Bertempat di Ruang Rapat Bappeda kabupaten pacitan hari ini (22/02/2017) dilaksanakan Diseminasi Hasil Assesment Persiapan dam Pelaksanaan Program SAPP (Social Accountability Dan Public Pariticipation). Program ini merupakan sebuah kegiatan untuk mendorong keterlibatan publik atau masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangka mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan pelayanan publik dikabupaten pacitan. 

Disampaikan di awal Diseminasi oleh perwakilan INISIATIF Nandang Suherman menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk  memaparkan hasil enumerasi dan tinjauan lapangan yang kemudian dirumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KOMPAK dan Inisiatif. Rumusan – rumusan kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan keterlibatan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melakukan sosial kontrol pada pelayanan publik disektor pendidikan dan sektor kesehatan. “kegiatan ini bertujuan untuk  memaparkan hasil enumerasi dan tinjauan lapangan yang kemudian dirumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan” tegas pria asal Jatinangor itu.
peserta-Diseminasi-Hasil-Assesmen-Persiapan-Pelaksanaan-SAPP
Pesreta Diseminasi Hasil Assesmen Persiapan Pelaksanaan SAPP
Sementara itu, distrik fasilitator Nur Hidayat memaparkan data dan hasil kegiatan enumerasi kepada peserta. Pada paparannya dijelaskan jika rumusan kegiatan ini akan dilaksanakan dimulai sejak bulan Februari sampai desember 2017. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik adalah dibentuknya SEPOLA (Sekolah Politik dan Anggaran) untuk warga. Kegiatan ini akan melibatkan beberapa CSO lokal dan Aktivis yang concern terhadap peningkatan pelayanan publik di Pacitan.

Sebagai informasi, berikut ini Beberapa Target Jangka Menengah terkait Implementasi kegiatan Program SAPP di Pacitan :
1. Masyarakat yang terorganisir dengan kapasitas yang lebih baik
2. Lingkungan yang kondusif (Enabling Environment) untuk SAPP terbangun.
3. Pengembangan dan Pelaksanaan SAPP
4. Analisis formulasi dan pelaksanaan kebijakan yang lebih baik.

Terkait dengan project KOMPAK di pacitan, Bupati pacitan indartato sangat mendukung kegiatan ini. keberadaan kompak sangat diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar pada target utama pembangunan pacitan yaitu pengurangan angka kemiskinan di Pacitan. Hal ini dikarenakan bahwa pada akhir masa kepemimpinannya yang kedua di Pacitan, Indartato berharap jika angka kemiskinan bisa turun. "Untuk menilai apakah seorang kepala daerah berhasil atau tidak itu sangat mudah, apa? Jika angka kemiskinan diakhir masa jabatannya turun" Ucap bupati pacitan diberbagai koordinasi penanggualangan kemiskinan maupun pada saat diskusi dan kepada media.

Kediaman-Wakil-Gubenur-Kalimantan-Barat
Perayaan Cap Go Meh Di Kediaman Wakil Walikota Singkawang
Pontianak - Kemeriahan perayaan Cap Go Meh tahun ini dinilai tidak kalah dengan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya yang hadir langsung menyaksikan pergelaran Naga Cap Go Meh 2568. 

"Meskipun hanya didatangi dua naga dari Kapuas Bhakti dan Panca Bhakti Pontianak, kemeriahan tetap terasa," ujarnya. Tahun ini, Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalbar memang didatangi dua naga Cap Go Meh. 

Kehadiran dua naga tersebut juga disaksikan Konsulat Jendral Republik Indonesia di Serawak (Kuching), para kerabat dan sejumlah tamu lain. 
[ads-post]
Menurut Christiandy, pada perayaan Cap Go Meh tahun ini, para duta besar dari negara sahabat akan hadir. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, para tamu negara tersebut akan tiba besok di Pontianak dan selanjutnya akan menuju Kota Singkawang. 

"Ini memberikan nilai tambah dalam meningkatkan jumlah wisatawan di Kalbar. Kehadiran mereka akan memberikan cerita bagi kerabat,keluarga dan masyarakat di negaranya masing-masing," katanya. 

Walaupun diterpa berbagai isu, Christiandy yakin hal tersebut tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk datang dan menyaksikan pagelaran Cap Go Meh. 

"Ini adalah bukti bahwa kita bisa bersama-sama untuk menjaga keamanan dan ketentraman yang ada," ujarnya. Dalam kesempatan ini, Christiandy juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah bekerja menjaga keamanan, serta kepada semua media yang ikut mempromosikan even Cap Go Meh.(mse/tyo) 

Lampion-Naga-Santo-Yosep-Group
Raih Rekor Muri
Singkawang - Lampion Naga Santo Yosep Group Terpanjang di Indonesia Lampion Naga Terpanjang Santo Yosep Singkawang Group sepanjang 178 meter berdiameter 1,11 meter dengan 50 ruas  mendapat piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

Piagam diserahkan Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia, Osmar Semesta Susilo, kepada Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, di Singkawang Grand Mall,(10/2)

 “Pencatatan rekor MURI lampion naga terpanjang kali ini telah memecahkan rekor sebelumnya yakni sepanjang 143 meter di tahun 2015, tidak gampang untuk membuat naga sepanjang 178 meter ini sehingga pihak MURI sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan Santo Yosep Singkawang Group” ungkap Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia, Osmar Semesta Susilo, usai memberikan piagam penghargaan itu kepada Wali Kota Singkawang, Awang Ishak. 

Dikatakannya lampion naga terpanjang Singkawang ini bisa masuk ke Rekor Internasional juga, karena MURI sekarang sudah menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak memberikan apresiasi kepada Santo Yosep Singkawang Group yang telah berhasil memecahkan rekor MURI di perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini.

“Ini juga kebanggan kita bersama, kebanggaan kota Singkawang,” katanya.
[ads-post]
Begitu juga Ketua Santo Yosep Singkawang Group, Bong Bu Kiat, merasa bangga dan senang hati atas perolehan piagam penghargaan dari MURI.

”Dengan tidak sengaja, naga yang kita buat bisa memecahkan rekor MURI,” katanya.

Namun lebih dari itu semua, kata dia, makna dibalik pembuatan lampion naga ini adalah wujud persatua dan kesatuan Santo Yosep Singkawang Group serta masyarakat kota Singkawang secara umumnya.

“Mengapa naga, karena naga ini dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Singkawang dan sekitarnya,” jelasnya.

Ucapan syukur juga disampaikan Ketua Lampion Naga Terpanjang Singkawang, Bong Sin Fo, dimana perencanaan pembuatan naga yang membutuhkan waktu panjang ini merupakan hasil kerjasama semua keluarga besar Santo Yosep Singkawang Group. “Apalagi hasil kreasi ini bisa memecahkan rekor MURI dan bahkan masuk ke rekor dunia luar biasa,” jelasnya.

Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Wijaya Kurniawan, merasa bersyukur karena di tahun ini pihaknya telah berhasil mencetak dan menambah rekor MURI untuk Singkawang melalui lampion naga terpanjang yang dibuat Santo Yosep Singkawang Group. Kedepan, dia berharap kepada masyarakat Singkawang harus bisa menciptakan lebih banyak MURI lagi melalui hasil karya-karyanya. (AR/tyo)  

Sindopos.com - Waspada NARKOBA, Polres Pacitan Gallakan Operasi Tumpas Narkoba 2017
razia-narkoba-di-kost-pacitan
Razia Polres Pacitan di salah satu Tempat Kost
[ads-post]

Pacitan - Operasi narkoba dengan Ops Tumpas Narkoba Semeru 2017 di kabupaten pacitan terus digalakkan oleh satuan Reserse narkoba Polres pacitan guna mencari pelaku penyalahgunan narkoba di Kabupaten Pacitan. 

Selain menyasar hotel dan tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Pacitan, petugas juga merazia tempat tempat Kos yang ada di Kota Pacitan yang kemungkinan bisa dimanfaatkan oleh pelaku, pengguna maupun kurir narkoba melaksanakan aksinya.

Kapolres #Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya melalui Kasat narkoba AKP M. Agung menjelaskan jika pergerakan pelaku penyalahgunaan narkoba saat ini tidak pandang tempat.

Selain hotel dan tempat hiburan malam, disinyalir Kos Kosan juga bisa dimanfaatkan pelaku untuk bertransaksi maupun memakai narkoba seperti yang terjadi di daerah daerah lain, ungkapnya.

Di Kota Pacitan ini banyak sekali Kos Kosan dengan tarif yang cukup murah. Hal ini bisa dimanfaatkan pelaku narkoba untuk bertransaksi. 

"Makanya seperti semalam anggota saya arahkan untuk melaksanakan razia ke rumah rumah kos seperti kawasan kos di baleharjo, teleng maupun Sidoharjo,” jelas Kasat Narkoba.(10/2)

Walaupun selama operasi narkoba di kos kosan selama ini belum mendapatkan hasil, tetapi kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan selama operasi guna mencegah dan mencari pelaku penyalahgunaan narkoba sehingga #Pacitan bisa benar benar bebas dari penyalahgunaan narkoba. (hr/tyo)

Sindopos.com - Lupa Matikan Api Di Tungku Selesai Memasak Toko Pantes Terbakar
Puning-toko-pantes-ludes-terbakar
Puning Toko Pantes Ludes Terbakar

Pacitan - Toko Pantes milik Bapak Tukimun Warga Rt/Rw 2/01 Dusun Krajan Desa Ketro Kecamatan Kebonagung #Pacitan Ludes terbakar, Toko yang berlokasi di tengah-tengah Pasar Ketro atau di Depan Bank BRI unit ketro tersebut membuat panik pemilik dan juga warga sekitanya melihat api yang melahap bangunan tersebut,warga bersama-sama memadamkan api yang membesar itu.

Kapolsek Kebonagung AKP Pujiyono Membenarkan Adanya kebakaran di Desa Ketro yang terjadi sekitar Pukul 15.30 Wib tersbut melahap Toko Pantes Milik Bapak Tukimun.

Menurut Kapolsek kronologi kejadian adalah sekitar Jam 15.00 Wib Pembantu di rumah korban baru selesai masak di dapur mengunakan kayu bakar, Setelah itu pembantu tersebut Pamit pulang, Namun tidak di chek dan di pastikan saat mau meningalkan dapur apakah sudah mati atau belum api di tungku sehabis masak tersebut.
[ads-post]
"Jadi setelah selesai masak pembatu tersebut langsung meningalkan rumah korban tanpa di pastikan api di tungku itu sudah mati atau belum nya dan ternyata pembantu tersebut lupa memadamkan apinya sehingga menyambar bagian dinding dapur tersebut,"tutur Mantan Kasubag Humas Polres Pacitan.

Tidak lama setelah pembantu tersebut pulang, Warga melihat ada kepulan asap dan terlihat api mulai membesar,kemudia warga memberitahu pemilik rumah, Setelah di lihat ternyata api sudah membesar dan sudah membakar sebagian bangunan dapur miliknya,tutur kapolsek.

Dengan mengunakan peralatan sederhana yang ada korban bersama warga memadamkan api yang mulai membesar tersebut, Dan akhirnya api bisa di jinakkan sehingga tidak merambat ke bangunan lain nya.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,kerugian materi di perkirakan sekitar 7 juta," tandas kapolsek.(tyo)
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini