Sindopos.com - Konga Kizi TNI XX-M Selesaikan Tugas di Republik Demokratik Kongo.

Prestasi-pasukan-perdamaian-PBB-Indonesia-selesai-tugas-KONGA XX-M Pic1
Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO 
Nairobi - Kompi zeni TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO direncanakan pada hari ini (Senin, 23/01/2017) berangkat dari Republik Demokratik Kongo untuk kembali ke Indonesia setelah satu tahun bertugas.

“Selama satu tahun bergabung dalam misi PBB, Konga XX-M berhasil membangun berbagai fasilitas publik di kota Dungu seperti perbaikan jalan 2 ruas utama dengan total sejauh 101 KM di Faradje dan Makalimbo, pembangunan gedung sekolah dan sarana ibadah (gereja dan masjid), perbaikan gedung penjara, perbaikan 3 buah jembatan jalur utama, pembangunan gedung pemuda dan pers Dungu,” demikian diungkapkan oleh Letkol Sriyanto, Komandan Satgas Konga Kizi XX-M.

“Guna mendukung operasional misi PBB, Tim Konga XX-M juga melakukan konstruksi landasan pacu bandara Mavivi-Beni, pembuatan hanggar dan helypad di kota Beni, Bunia dan Dungu, berbagai konstruksi korimek PBB, dan sejumlah pekerjaan tambahan lainnya” tutup alumni Akmil 1998 asal Karanganyar tersebut.

Kompi zeni TNI bertugas di kota Dungu dan Bunia, dua kota kecil di dekat perbatasan antara Republik Demokratik Kongo dengan Sudan Selatan. Kontingen berkekuatan 175 orang tersebut merupakan bagian Pasukan Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) yang bertugas di bidang zeni atau konstruksi.  

Republik Demokratik Kongo;negara dengan luas wilayah terbesar kedua di benua Afrika--  berpenduduk sekitar 80 juta jiwa. Sejak merdeka tahun 1960, negeri yang yang dulu dikenal dengan nama Zaire dan sangat kaya dengan sumber daya alam  tersebut terus dirundung kekerasan dan konflik internal.

Letkol Sriyanto menerangkan bahwa selama bertugas, Konga Kizi XX-M berhasil meraih penghargaan sebagai kontingen zeni terbaik di Republik Demokratik Kongo. Penghargaan diserahkan pada bulan Mei 2016 di kota Bukavu, RD Kongo dalam acara “Biannual Integrated Engineering Conference”. Acara yang diselenggarakan oleh Markas Besar Pasukan Teknik MONUSCO ini diikuti oleh kompi teknik dari 5 negara yaitu China, South Africa, Uruguay, Nepal dan Bangladesh. 

Menjelang kepulangan, Kontingen Garuda menerima medali PBB sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam misi PBB di Republik Demokratik Kongo. Prosesi penyerahan medali atau “Medal Parade” dilaksanakan pada hari Selasa minggu lalu (10/1/2017) di markas Kontingen Garuda kota Dungu, RD Kongo. 

Kontingen Indonesia juga mendapatkan surat penghargaan dari pemerintah RD Kongo dan pimpinan militer misi perdamaian PBB MONUSCO. Kontingen Indonesia juga menerima human right medal dari pemerintah provinsi Haut-Uele, RD Kongo. Medali dan surat apresiasi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas kontribusi Konga XX-M yang besar dalam misi MONUSCO dan dalam pembangunan infrastruktur di provinsi Haut-Uele. 
penerimaan-penghargaan-RD-Kongo-dan-pimpinan-militer misi-perdamaian PBBKONGA XX-M
Penerimaan Penghargaan RD Kongo & Pimpinan Militer Misi Perdamaian PBB
Prosesi dimeriahkan dengan berbagai atraksi oleh prajurit TNI seperti kolone senapan, beladiri militer, tari Kecak Bali dan tari Mambesak Papua. Tarian tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para pejabat MONUSCO di kota Dungu. 

“Saya sangat suka acara ini. Sedikit parade militer, sedikit beladiri yang menghentakkan napas, sedikit atraksi kebudayaan, dan sedikit pertunjukan musik oleh orang Kongo yang menyanyikan lagu-lagu Indonesia,” kata Alexandra, Kepala Kantor MONUSCO kota Dungu sambil menikmati berbagai atraksi tersebut. 
Atraksi-pelepasan-KONGA XX-M-medali-pbb
Tarian Khas Papua ikut memeriahkan acara pelepasan Kontingen Garuda
“Semua atraksi dikemas dengan rapi sehingga kami sangat menikmatinya. Walaupun saya belum pernah ke Indonesia, saya sudah mendengar bahwa Indonesia kaya akan budaya. Setelah mengikuti acara ini, sepertinya saya perlu mengambil cuti  untuk berkunjung ke Indonesia bersama keluarga”, lanjut pejabat MONUSCO asal Itali tersebut.    

Pada kesempatan lain, Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Kongo yang berkedudukan di Nairobi menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kontribusi Konga XX-M dalam misi PBB di RD Kongo. “Konga Kizi TNI XX-M telah dengan aktif ikut memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat setempat di RD Kongo,” kata Dubes Soehardjono Sastromihardjo. (Ali)

sindopos.com - Tarian Tradisional Indonesia Meriahkan Prosesi Penerimaan Medali PBB Atas Prestasi Kontingen Garuda

Misi-pasukan-perdamaian-PBB-Indonesia-selesai-tugas-KONGA XX-M Pic1
Kontingen Pasukan Garuda Kizi TNI XX-M
Nairobi - Kompi zeni TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO direncanakan pada hari ini (Senin, 23/01/2017) berangkat dari Republik Demokratik Kongo untuk kembali ke Indonesia setelah satu tahun bertugas.

“Selama satu tahun bergabung dalam misi PBB, Konga XX-M berhasil membangun berbagai fasilitas publik di kota Dungu seperti perbaikan jalan 2 ruas utama dengan total sejauh 101 KM di Faradje dan Makalimbo, pembangunan gedung sekolah dan sarana ibadah (gereja dan masjid), perbaikan gedung penjara, perbaikan 3 buah jembatan jalur utama, pembangunan gedung pemuda dan pers Dungu,” demikian diungkapkan oleh Letkol Sriyanto, Komandan Satgas Konga Kizi XX-M.

“Guna mendukung operasional misi PBB, Tim Konga XX-M juga melakukan konstruksi landasan pacu bandara Mavivi-Beni, pembuatan hanggar dan helypad di kota Beni, Bunia dan Dungu, berbagai konstruksi korimek PBB, dan sejumlah pekerjaan tambahan lainnya” tutup alumni Akmil 1998 asal Karanganyar tersebut.

Kompi zeni TNI bertugas di kota Dungu dan Bunia, dua kota kecil di dekat perbatasan antara Republik Demokratik Kongo dengan Sudan Selatan. Kontingen berkekuatan 175 orang tersebut merupakan bagian Pasukan Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) yang bertugas di bidang zeni atau konstruksi.  

Republik Demokratik Kongo;negara dengan luas wilayah terbesar kedua di benua Afrika--  berpenduduk sekitar 80 juta jiwa. Sejak merdeka tahun 1960, negeri yang yang dulu dikenal dengan nama Zaire dan sangat kaya dengan sumber daya alam  tersebut terus dirundung kekerasan dan konflik internal.

Letkol Sriyanto menerangkan bahwa selama bertugas, Konga Kizi XX-M berhasil meraih penghargaan sebagai kontingen zeni terbaik di Republik Demokratik Kongo. Penghargaan diserahkan pada bulan Mei 2016 di kota Bukavu, RD Kongo dalam acara “Biannual Integrated Engineering Conference”. Acara yang diselenggarakan oleh Markas Besar Pasukan Teknik MONUSCO ini diikuti oleh kompi teknik dari 5 negara yaitu China, South Africa, Uruguay, Nepal dan Bangladesh. 

Menjelang kepulangan, Kontingen Garuda menerima medali PBB sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam misi PBB di Republik Demokratik Kongo. Prosesi penyerahan medali atau “Medal Parade” dilaksanakan pada hari Selasa minggu lalu (10/1/2017) di markas Kontingen Garuda kota Dungu, RD Kongo. 

Kontingen Indonesia juga mendapatkan surat penghargaan dari pemerintah RD Kongo dan pimpinan militer misi perdamaian PBB MONUSCO. Kontingen Indonesia juga menerima human right medal dari pemerintah provinsi Haut-Uele, RD Kongo. Medali dan surat apresiasi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas kontribusi Konga XX-M yang besar dalam misi MONUSCO dan dalam pembangunan infrastruktur di provinsi Haut-Uele. 
penerimaan-penghargaan-RD-Kongo-dan-pimpinan-militer misi-perdamaian PBBKONGA XX-M
Penerimaan Penghargaan RD Kongo & Pimpinan Militer Misi Perdamaian PBB
Prosesi dimeriahkan dengan berbagai atraksi oleh prajurit TNI seperti kolone senapan, beladiri militer, tari Kecak Bali dan tari Mambesak Papua. Tarian tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para pejabat MONUSCO di kota Dungu. 

“Saya sangat suka acara ini. Sedikit parade militer, sedikit beladiri yang menghentakkan napas, sedikit atraksi kebudayaan, dan sedikit pertunjukan musik oleh orang Kongo yang menyanyikan lagu-lagu Indonesia,” kata Alexandra, Kepala Kantor MONUSCO kota Dungu sambil menikmati berbagai atraksi tersebut. 
Atraksi-pelepasan-KONGA XX-M-medali-pbb
Tarian Khas Papua ikut memeriahkan acara pelepasan Kontingen Garuda
“Semua atraksi dikemas dengan rapi sehingga kami sangat menikmatinya. Walaupun saya belum pernah ke Indonesia, saya sudah mendengar bahwa Indonesia kaya akan budaya. Setelah mengikuti acara ini, sepertinya saya perlu mengambil cuti  untuk berkunjung ke Indonesia bersama keluarga”, lanjut pejabat MONUSCO asal Itali tersebut.    

Pada kesempatan lain, Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Kongo yang berkedudukan di Nairobi menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kontribusi Konga XX-M dalam misi PBB di RD Kongo. “Konga Kizi TNI XX-M telah dengan aktif ikut memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat setempat di RD Kongo,” kata Dubes Soehardjono Sastromihardjo. (Ali)

lokasi-wisata-goa-gong-pacitan
Lokasi Wisata Primadona Goa GOng
Pacitan - Goa Gong merupakan salah satu andalan pariwisata di Kabupaten Pacitan, Karena Goa Gong merupakan Goa terindah se Asia Tenggara ini setiap akhir pekan dan hari libur selalu ramai di ku junggi para wisatawan baik lokal dan manca negara.

Melihat semakin ramai dan padatnya wisatawan maka pengelola akan menaikan Tarif retribusi masuk objek wisata Goa Gong di Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan, Tarif masuk pengunjung dewasa yang awalnya dipatok Rp 12 ribu di hari biasa diusulkan naik menjadi Rp 15 ribu.

Kenaikan tersebut diklaim untuk mengurangi berjubelnya wisatawan yang berkunjung ke Goa Gong. Pemkab memang begitu sayang dengan objek wisata tersebut. Maklum, keindahan goa Gong sudah santer dikenal baik di Indonesia maupun di Manca Negara.

Banyak pula media asing yang sempat mengulas objek wisata tersebut.

 ‘’Selain untuk wisata, Goa Gong itu keajaiban alam yang harus dilindungi,’’ Ucap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olaharaga (Disparpora) Pacitan, Endang Surjasri,(24/1)

Usulan kenaikan tersebut memang didasarkan pada upaya pelestarian Goa Gong. Keindahan stalakmit dan stalaktit gua terbentuk melalui proses jutaan tahun. Karena itu, pemkab pun tidak ingin gagal dalam melestarikannya.

Sementara, tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata tersebut selalu bagus. Setiap tahunnya, Goa Gong menjadi objek wisata utama penunjang realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di Pacitan.

‘’Padahal, secara keilmuan geologi, stalakmit dan stalaktit goa harus dilindungi. Menghidupkan kehidupan goa itu butuh jutaan tahun,’’ Jelas Endang.

Saat ini usulan kenaikan tarif masih dalam tahap verifikasi peraturan daerah di tingkat provinsi. Nantinya, kenaikan tarif juga akan diiringi dengan perbaikan fasilitas terhadap wisatawan. Termasuk salah salah satunya asuransi.

Namun, menurut Endang, jika kelak meski tarif sudah dinaikkan namun wisatawan masih berjubel, bukan tidak mungkin tarifnya bakal dinaikkan lagi. Setiap liburan, selalu berjubel wisatawan yang berkunjung.

 ‘’Intinya memang untuk pembatasan wisatawan yang masuk,’’ ujarnya.

Endang mengaku tidak khawatir dengan kenaikan tarif tersebut bakal berdampak buruk pada realisasi PAD pariwisata Pacitan. Sebab, masih ada banyak objek wisata lain yang belum dibuka. Sejauh ini, ada tujuh objek wisata yang kini dikelola pemkab, sementara lima objek wisata lainnya dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa.

Sedangkan satu objek wisata lainnya dikelola pihak ketiga (pantai Teleng Ria). ‘’Soal pengaruh buruk, sepertinya tidak. Kami optimis PAD pariwisata tahun ini tetap terealisasi meski ada peningkatan,’’ Pungkasnya. 

Selain Goa gong di kabupaten pacitan juga masih banyak memiliki Goa lain yaitu Goa Tabuhan,Goa Putri,Goa Dawung dan juga ada salah satu goa yang baru di temukan di wilayah Dusun Bulu Desa Piton Kecamatan Punung, Saat ini masih di gali oleh warga secara swadaya, Harapan kedepan nya Pihak Pemerintah daerah juga bisa memajukan hasil temuan masyarakat tersebut agar pariwisata di pacitan lebih maju lagi.(tyo)

pelajar_kecelakaan_ilustrasi
Ilustrasi Kecelakaan Pelajar di Jalan Raya
PACITAN - Laka lantas terjadi kembali di jalur Pacitan - Baturetno,tepatnya di daerah Desa Watu Agung Kecamatan Baturetno yang mengakibatkan 1 orang Menigal di tempat,(23/1).

Rendy Triyanto (19) yang mengunakan sepeda motor satria dengan Nopol AD 3304 TI, Yang di ketahui merupakan Warga Dusun Jatisari Desa Punung kecamatan Punung Pacitan ini mengalami luka cukup parah dan meningal Dunia di tempat kejadian setelah menabrak Mobil Grandmax dengan Nopol AD 1838 KW, Yang dikemudikan oleh Budi Santosa (54) warga Dusun Watu Agung RT 3 RW 2 Desa Watu Agung, Baturetno.

Kapolsek Baturetno AKP Subroto membenarkan jika telah terjadi laka lantas di daerah Desa Watu Agung antara Sepeda motor Satria dengan Mibil Grandmax yang mengakibatkan pengendara sepeda motor Meningal dunia.

“Korban dengan kecepatan tinggi menabrak bodi depan mobil pick up tersebut dan korban terpental beberapa meter, Karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan sejumlah anggota tubuh lainnya mengakibat kan nyawanya tidak tertolong, Sementara Pengemudi mobil tidak mengalami luka, hanya bodi depan mobil sisi kanan penyok,” Terangnya

Menurut kapolsek korban melaju dari arah selatan (Pacitan) menuju Baturetno. Diduga korban memacu motor dengan kecepatan tinggi. Sehingga korban tidak memperhatikan kondisi lalu lintas saat itu, Pada saat bersamaan dari arah utara melaju mobil pick up Grand Max yang dikendarai Budi, Pria beranak tiga ini hendak pulang ke rumahnya, Kemudian memposisikan kendaraannya di sisi marka jalan bermaksud belok kanan menuju rumahnya.

Karena korban melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa mengendalikan sepeda motornya tiba-tiba Benturan hebat pun tidak dapat dihindarkan, Tubuh pemuda itu pun terpental jatuh tertelungkup di aspal jalan hingga meninggal dunia di tempat,Terangnya

Korban kemudian di evakuasi ke puskesmas terdekat dan menunggu keluarga dari pacitan,sementara sopir Mobil Grandmax di amankan di Polsek Baturetno guna di mintai keterangan terkait kecelakaan maut tersebut,Pungkasnya.(tyo)

ilustrasi-PNS-cerai
PACITAN – Ikrar berumah tangga merupakan hal yang sangat sakral, Namun dalam perjalan kehidupan tidak selamanya mulus tanpa rintangan, Terkadang harus berakhir di tangan Hakim Pengadilan Agama karena salah satu dari mereka mengajukan perpisahan.

Hampir 1.000 pernikahan harus berakhir di Pengadilan Agama (PA) Pacitan di sepanjang tahun 2016. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015. Dari ratusan perkara yang masuk tahun lalu, 17 diantaranya melibatkan pegawai negeri sipil (PNS).

Lebih parah dari sekian kasus perceraian 80 persen penyebab, diantaranya karena perselingkuhan. 

‘’Kasus perceraian yang melibatkan PNS ini memang unik. Karena penyebabnya yang terbesar adalah perselingkuhan,’’ ungkap Taufiqurrohman Kepala Pengadilan Agama Pacitan,(23/1)

Total sebanyak 915 kasus perceraian masuk ke Pengadilan Agama Pacitan tahun 2016 sebanyak 599 kasus, diantaranya, berasal dari gugatan istri. Sementara 316 lainnya merupakan cerai talak. Ada penurunan dibanding tahun sebelumnya,Jelasnya

Tahun 2015, jumlah total perceraian mencapai 996 kasus, 656 diantaranya merupakan cerai gugat. Sementara 340 kasus lainnya berasal dari cerai talak suami. 

‘’Sepanjang tahun, yang biasa mendominasi kasus perceraian memang gugatan dari istri,’’ katanya.

Penyebab terbesar perceraian sepanjang tahun 2016 adalah faktor ekonomi, Ketidakmampuan pasangan dalam memberikan nafkah menyebabkan hubungan rumah tangga menjadi retak dan berakhir di Pengadilan Agama.

Rasa tertekan yang timbul kemudian membuat pasangan merasa tidak puas dengan hubungan, Yang kemudian terjadi biasanya adalah pertengkaran.

 ‘’Biasanya lalu berujung pisah ranjang hingga puncaknya memutuskan untuk bercerai,’’ terangnya.

Dari sekian banyak kasus perceraian yang terjadi tahun lalu, yang tertinggi di kecamatan Tulakan, Sebanyak 25 persen kasus perceraian berasal dari kecamatan tersebut, Sama seperti perceraian yang melibatkan PNS, kasus yang terjadi di Tulakan sepuluh persen, diantaranya, disebabkan oleh perselingkuhan.

Apapun penyebab dari perceraian, pihaknya sangat menyayangkan jika hubungan antara dua sejoli harus berakhir di tangan hakim Pengadilan Agama, Ini merupakan tugas dari para Mudin untuk melaksanakan sosialisasi pencegahan kasus perceraian di wilayah masing-masing harus lebih ditingkatkan,Tegasnya

Termasuk di kalangan Pengadilan Agama, karen selama ini mereka beralasan kekurangan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 

‘’Sosialisasi pencegahan perceraian itu juga ada di tupoksi kami. Namun selama ini, anggaran kami minim. Pencegahan di lingkup PNS misalnya, kami harap pemkab juga ikut membantu mengingatkan,’’ Pungkas Taufiqurrohman,(tyo)

wisata-monumen-jenderal-sudirman
Lokasi Wisata Monumen Jenderal Sudirman
PACITAN - Kabupaten Pacitan Melalui Dinas Pariwisata sedang mengalakan Pariwisata yang ada di Kota Kelahiran Presiden ke - 6 ini, Objek Wisata mulai dari Pantai,Goa,maupun yang lain nya sedang di benahi agar para wisatawan baik lokal dan manca negara bisa betah berada di Kabupaten Pacitan.

Salah satu nya adalah Monumen Jenderal Besar Soedirman di Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, adalah kartu truf destinasi wisata yang belum dibuka Pemkab Pacitan. Hingga kini, belum ada tarif retribusi untuk masuk ke monumen.

Namun demikian, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan sudah punya gambaran dalam mengembangkan destinasi wisata tersebut. 

‘’Nantinya akan dikembangkan terintegrasi dengan konsep agrowisata di Nawangan, Untuk saat ini masih belum ada retribusi karena juga baru saja diserahkan wewenang pengelolaannya dari pemerintah pusat kepada daerah,’’ ungkap Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan, Budi Hartoko.

Budi Hartoko mengatakan monumen Jenderal Besar Soedirman merupakan destinasi wisata minat khusus. Tempatnya yang cukup jauh membuktikan bahwa wisatawan yang sengaja berkunjung merupakan orang-orang yang memang berminat mengunjungi monumen.

Monumen patung setinggi empat meter dengan bahan perunggu itu dinilai menarik wisatawan yang tertarik akan pengetahuan sejarah. 

‘’Tempatnya jauh, bukan wisata unggulan atau dapat mendatangkan massa dalam jumlah besar,’’ jelasnya.

Kendati demikian, bukan berarti monumen Jenderal Besar Soedirman akan dibiarkan begitu saja. Nantinya, pengembangan bakal diarahkan sejalan dengan agrowisata di Nawangan. Kebetulan, kecamatan tersebut terletak di ketinggian perbukitan dengan hawa yang sejuk.

Nawangan juga sudah dikenal sebagai daerah perkebunan sejumlah komoditas. Mulai dari cengkeh, kelapa, janggelan, kopi, hingga cokelat.

 ‘’Di tengah destinasi agrowisata di Nawangan nanti, monumen Jenderal Besar Soedirman akan jadi pelengkapnya,’’ katanya.

Keputusan pengembangan monumen Jenderal Besar Soedirman bukan tanpa sebab. Monumen tersebut juga akan diplot sebagai salah satu destinasi wisata utama di wilayah utara Pacitan. Hanya, untuk saat ini, masyarakat masih dapat bebas berkunjung sesuka hati ke destinasi wisata tersebut.

Sebab, belum ada tarif retribusi masuk monumen Jenderal Besar Soedirman. Agaknya, hal itu juga menjadi alasan sejumlah wisatawan jauh-jauh berkunjung. Salah satunya Ardian, wisatawan asal Jawa Tenggah.

 ‘’Ingin mengunjungi karena penasaran. Kebetulan juga, karena tidak dipungut biaya masuk dan tempatnya sejuk,namun di patung Jendral sudirman juga banyak coretan-coretan sehingga terkesan tidak baik jika di pandang,’’ ujar Ardian

Semua juga harus ada dukungan dari masyarakat untuk bekerjasama bersama pemerintah daerah agar setiap objek wisata bisa berkembang dan harus saling menjaga ke asrian dan kebersihannya, Semua berperan dalam memajukan objek-objek wisata yang ada di kabupaten pacitan ini.(tyo)opos.com

Wakil-Wali-Kota-pontianak-Edi-Rusdi-Kamtono
Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Pontianak melaksanakan agenda rutin, yakni mengunjungi orang dengan HIV/AIDS (Odha), Rabu (20/1). 

Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan dan semangat kepada orang yang positif HIV. Agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi, serta stigma oleh Odha itu sendiri terhadap dirinya, sehingga tidak putus asa dan lain sebagainya.

Kali ini, Edi mengunjungi seorang Odha, ibu rumah tangga yang mengetahui status HIV-nya pada saat menjalani pemeriksaan kehamilan di Puskesmas. Wanita berusia 19 tahun ini merupakan seorang janda karena sang suami telah meninggal lebih dulu.  

Di Kota Pontianak sendiri, setiap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di puskesmas akan diwajibkan mengikuti tes HIV. Hal tersebut sebegai upaya untuk membongkar fenomena gunung es penularan HIV pada ibu rumah tangga.

Wakil Wali Kota juga didampingi tim KPA Kota Pontianak serta pendamping Odha dari Yayasan Pontianak Plus.

“Pemkot Pontianak sangat berkomitmen untuk memutus mata rantai penularan HIV/AIDS baik dari penularan melalui transmisi seksual maupun melalui penyalahgunaan narkoba, dan pada kunjungan kali ini kami turut prihatin dengan adanya seorang ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV, karena ketidaktahuannya,” ungkap Edi.

Program Penanggulangan AIDS di Kota Pontianak diharapkan dapat mendorong sebanyak-banyaknya masyarakat agar mau tes HIV gratis, yang dilayani di 23 Puskesmas se-Kota Pontianak. Atau di layanan konseling dan tes HIV di RSUD Dr Soedarso, Antonius dan Sungai Bangkong. Yakni dengan slogan, Temukan Odha, Obati dengan ARV dan Pertahankan derajat kesehatan Odha (TOP).

Menurutnya, banyak Odha yang tidak disiplin mengikuti terapi ARV, sehingga mudah berpindah dari stadium HIV ke stadium AIDS. Kondisi itu pastinya akan semakin mempersulit upaya penyembuhan. Ketidakdisiplinan dalam mengkonsumsi ARV tersebut membuat terjadinya resistensi obat dan harus naik ke lini berikutnya. 

Padahal selama ini ARV disediakan gratis, setiap bulannya Odha bisa mengakses di layanan care support dan treatment di rumah sakit yang ditunjuk. “Data membuktikan Odha yang disiplin dan patuh minum ARV, banyak yang sehat bahkan ada yang sudah 16 tahun mengkonsumsi ARV dan kesehatannya sangat baik," terangnya.

Edi pun mengimbau kepada masyarakat untuk mau mengikuti konseling dan tes HIV, serta mengakses informasi yang benar tentang HIV/AIDS itu sendiri. 

Dari data di Dinas Kesehatan Kota Pontianak, temuan HIV/AIDS baru dari Januari-Desember 2016, sebanyak 86 orang HIV dan 42 orang AIDS. Dari 128 orang yang positif HIV itu, 26 orang diantaranya adalah ibu rumah tangga.(HR/tyo)

penangkapan-DPO-spesialis-pemecah-kaca-mobil
Penangkapan DPO Spesialis Pemecah Kaca Mobil
KETAPANG – Satu dari dua pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil, berhasil diringkus Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang. Pelaku, Arahman (24), ditangkap di kediamannya di Kabupaten OKI Sumatera Selatan pada Sabtu (15/1) lalu. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Ketapang melalui Kaur Bin Ops Reskrim, Ipda Ogan, menjelaskan jika kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil ini, dilakukan tersangka pada 28 Desember lalu. Dipastikan dia, ada dua pelaku dalam aksi yang terjadi di halaman parkir Bank Mandiri Cabang Ketapang tersebut.

"Kedua pelaku berhasil membawa lari uang korban sebesar Rp600 juta yang disimpan di dalam mobil. Rencananya pelaku akan memecahkan kaca mobil. Namun karena mengetahui pintu mobil tidak terkunci, pelaku membuka mobil dan mengambil uangnya," kata Ogan,  (19/1)

Ia mengakui jika kedua pelaku terbilang cukup lihai dalam menjalankan aksinya. Diketahui mereka, jika pelaku merupakan pencuri spesialis pecah kaca dan residivis yang pernah dipenjara di Papua, dengan kasus yang sama.

 "Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka melakukan pengintaian sebelum beraksi," jelasnya.

Pada saat kejadian berlangsung, kepolisian yang menerima laporan dari korban, langsung melakukan penyelidikan. Dari data yang didapatkan di lapangan, dipastikan dia, mengarah kepada kedua pelaku. Polisi pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui sudah keluar dari Ketapang. 

"Arahman alias Ali ini ditangkap di kediamannya di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan," ujar Ogan.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya, Op, dipastikan dia, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "Identitasnya sudah kita ketahui. Anggota sedang mengejarnya," tegas Ogan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya dua unit rumah yang dibeli oleh pelaku dari hasil kejahatan. Dari tersangka, kepolisian juga menyita uang tunai Rp10 juta, sisa dari hasil kejahatan. 

"Pelaku ini mengaku membagi dua hasil kejahatannya. Dua unit rumah yang dibeli dari hasil kejahatan ini, kami sita!" tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku, menurut dia, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan harus kembali ke sel. Tersangka akan diancam kepolisian dengan pasal 362 KHUP dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.

Ogan juga berpesan kepada seluruh masyarakat, agar berhati-hati dan waspada saat membawa uang dengan jumlah yang besar. Jika memang dimungkinkan untuk dibawa, dia menyarankan agar membawanya saja dan tidak meletakkannya di dalam mobil. "Kita minta juga tidak terlalu mencolok ketika membawa harta benda di muka umum. Jika terjadi kejahatan, segera melapor," pungkasnya. (HR/tyo)

perayaan-cap-go-meh-singkawang
Perayaan Cap Go Meh 2017 di Kota Singkawang
SINGKAWANG—Rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2017 di Kota Singkawang bakal meriah. Atraksi Naga sepanjang 178 meter bakan menjadi daya tarik tersendiri yang rencananya tampil pada 9 Februari 2016 mendatang.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2017 Wijaya Kurniawan, Ketua Alumni SD Santo Yosep Singkawang Bong Bu Kiat, Ketua Panitia Naga Panjang Santo Yosep Singkawang Group Bong Sin Fo, Chin Miauw Fuk mantan Ketua CGM 2008 sekaligus pelopor CGM Singkawang sempat berbincang dengan koran ini di Seketariat Panitai CGM 2017 di Jalan SM Tjafiodein Selasa (19/1).

Ketua Alumi SD Santo Yosep Singkawang mengatakan keikutsertaan Santo Yosep Singkawang Group dalam rangka menyemarakkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Tampilnya naga panjang ini, kata dia, sebagai wujud keinginan seluruh orang Santo Yosep Singkawang Group meraimaikan Imlek dan CGM di Kota Singkawang.

“Ini merupakan wujud keinginan bersama kita dalam memeriahkan perayaan Imlek dan CGM di Kota Singkawang,” ungkapnya.

Secara khusus, kata dia, akan ada dilakukan atraksi naga 178 meter ini yang merupakan persembahan St Yosep Singkawang Group bagi warga kota Singkawang dan sekitarnya, dimana atraksi akan dilakukan mulai kantor Walikota Singkawang dan rute yang ditentukan panitia CGM 2017.  Selain menampilkan naga panjang 178 meter, pihaknya juga akan memamerkan kreasi mobil hias 150 lampion dengan Burung Phoexiz sebagai ikon utama.

“Selain itu kita juga akan melibatkan siswa SD St Yosep Singkawang untuk ikut pawai dengan membawa bendera merah putih,” katanya.

Sementara itu,  Ketua Panitia Naga Panjang Santo Yosep Singkawang Group Bong Sin Fo mengatakan naga panjang 178 meter ini memakan waktu sekitar tiga bulan pembuatannya. 

“Dimana perencanaan pembuatan naga panjang ini sejak Juni 2016 lalu,” tambahnya. 

Proses pembuatannya sendiri dipusatkan di Sungai Pinyuh Mempawah. Dan untuk pertama kalinya akan dipamerkan di Singkawang Grand Mall.

 “Mulai 17 Januari hari ini proses pemasangan dan selanjutnya bisa dilihat di Grand Mall, memang lumayan rumit prosesnya karena panjang,” kata dia.

Secara spesifik, kata dia, naga ini sepanjang 178 meter, kemudian diamater 1,11 meter, dengan warna dasar merah, siripnya warna emas dan kombinas warga menghiasi kepala naga. Bahkan naga ini sudah diusulkan akan menjadi naga terpanjang se-Indonesia ke museum rekor MURI.

 “Sudah diinformasikan, semoga MURI mau datang melihat hasil karya kami ini danberharap tercatat berhasil memecahkan rekor MURI,” Ucapnya.

Chin Miauw Fuk, mantan Ketua CGM 2008 sekaligus pelopor Festival CGM Singkawang ini mengungkapkan kehadiran naga panjang ini sebagai bentuk upaya warga Kota Singkawang terutama di perantauan seperti di Jakarta dan daerah lainya meramaikan kota Singkawang pada perayaan Imlek dan CGM tahun ini.

 “Kita ingin meramaikan kota Singkawang. Apalagi namanya CGM ini sudah  menjadi agenda kelender wisata nasional,” jelasnya.

Ia pun berharap perayaan Imlek meriah dan pengelolaan CGM profesional demi lebih mengenalkan kota Singkawang ke masyarakat luas.

 “Kita sangat mendukung,  ini dilakukan demi kota Singkawang tercinta,” tuturnya.

Ditempat sama, Ketua Panitia CGM Hendra Wijaya mengatakan  kehadiran naga panjang dari Santo Yosep Singkawang Group ini akan menyemarakkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2017 di Singkawang. 
“Inilah yang saya bilang bahwa kepedulian warga Singkawang di perantauan sangat tinggi dalam rangka memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang,” katanya. 

Ia hanya berharap semua berjalan sesuai rencana dan tentunya mendapat dukungan seluruh warga Kota Singkawang.  Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat bisa hadir dan menyaksikan berbagai rangkaian perayaan Imlek dan CGM nantinya,Pungkasnya. (tyo)

Badan-Pengelolaan-Keuangan-Dan-Aset-Pacitan
Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Pacitan
PACITAN – Aset atau Harta Inventaris yang di Miliki Pemerintah Daerah Pacitan masih banyak yang di salah gunakan dan masih banyak yang belum di inventarisasi sehingga hingga saat ini di duga masih banyak di gunakan oleh oknum-oknum tanpa ijin.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pacitan mulai ketat terhadap harta inventaris daerah. Mereka mulai menertibkan aset milik daerah yang diduga disalahgunakan tersebut. Termasuk aset berupa tanah lantaran ditengarai merupakan yang paling rawan. 

‘’Temuan aset yang hingga kini cukup banyak disalahgunakan memang tanah,’’ terang Kabid Aset BPKA Pacitan, Agung Setiyono, kemarin (19/1).

Sejak penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru per awal Januari ini, pihaknya masih disibukkan dengan menginventarisir satu per satu aset milik pemkab. Yang jadi prioritas adalah aset berupa tanah. Dari total 464 bidang tanah yang dimiliki pemkab Pacitan, ditengarai banyak yang disalahgunakan,Ucapnya

Temuan itu tidak satu atau dua saja. Melainkan cukup banyak. Agung ambil contoh, tanah aset pemkab di Jalan Ahmad Yani, yang terletak di sebelah hotel. Di atas tanah aset tersebut, sempat berdiri warung semi permanen milik warga.

 ‘’Padahal, peruntukannya bukan untuk itu, Akhirnya, kami minta untuk pindah,’’ tegasnya.

Satu hal yang pasti, Penyalahguna aset seperti di Jalan Ahmad Yani melanggar lantaran menggunakan tanpa seizin BPKA. Disamping itu, cara mereka menggunakan juga tidak melalui prosedur yang berlaku.

Salah satunya nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Tahu-tahu saja, bangunan sudah berdiri dan uang sudah berputar di tempat tersebut.

 ‘’Jika tanpa melalui prosedur yang benar, bangunan semi permanen pun itu tetap tidak boleh,’’ terangnya.

Akar masalahnya adalah urusan perut, Karena itu, Agung menyebut pihaknya tidak bisa gegabah dalam menertibkan aset tanah milik pemkab. Sejauh ini, pihaknya melakukan pendekatan tanpa kekerasan.

Penyalahguna aset diajak mengobrol, lalu diberi pemahaman bahwa mereka melanggar peraturan, Meski kegiatan yang dilakukan penyalahguna aset itu melanggar, namun BPKA juga tidak serta merta tutup mata begitu saja,Ungkapnya

Penertiban itu akan diiringi dengan solusi penataan terhadap para penyalahguna aset.

 ‘’Tidak hanya asal oprak-oprak. Karena meski melanggar, itu sudah menjadi lahan mata pencaharian mereka yang menyalahgunakan aset,’’ Pungkasnya.(tyo)
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini