Sindopos.com - Cegah Penyebaran Virus HIV/AIDS Satlak P4Gn Pacitan Gelar Razia.

ilustrasi-razia-hiburan-malam-dipacitan
Ilustrasi Razia Tempat Hiburan Malam (Sumber : google.com)

Mengantisipasi peredaran Narkoba dan Penilaran HIV AIDS yang semakin merebak, Personel gabungan dari Satlak P4GN/BNK kabupaten Pacitan melaksanakan razia narkoba mendadak di beberapa tempat hiburan yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan.(7/12)

Kegiatan razia dilaksanakan oleh personel yang tergabung dalam Satlak P4Gn Pacitan, Terdiri dari Satnarkoba Polres Pacitan, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, TNI serta Pemda Pacitan,Kegiatan ini untuk mengantisifasi masuknya barang haram ke tempat-temoat hiburan dan penularan penyakit yang belum ada obat nya yaitu HiV AIDS.

Pelaksanaan kegiatan Razia yang diawali dengan apel gabungan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pacitan Drs Yudi Sambogo selaku ketua SATLAK P4GN/BNK Kabupaten Pacitan.

Dalam Apel gabungan tersebut Yudi Sumbogo meminta pada Satlak agar rutin melaksanakan Razia ke tempat-tempat hiburan juga ke lokasi-lokasi yang rawan akan peredaran barang haram tersebut.ucapnya

Selain Narkoba kita juga mencoba menekan penularan penyakit berbahaya yaitu HIV AIDS,  Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Dinas Kesehatan tercatat sejak ditemukan pada 2005 silam hingga November 2016, jumlah penderita HIV/AIDS di Pacitan mencapai 259 orang. Sementara dari jumlah kasus tersebut, 116 penderita di antaranya telah meninggal dunia. Karena sistem kekebalan tubuh mereka digerogoti oleh Human Immunodeficiency Virus atau HIV.Ungkap Yudi Sumbogo

Dan Kecamatan Tulakan diketahui merupakan wilayah yang paling banyak penderitanya secara angka, Di Puskesmas Bubakan misalnya, ada 30 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang masih menjalani perawatan maupun pengobatan secara insentif,Paparnya

Menurut  Kasat Narkoba Polres Pacitan AKP M Agung mengungkapkan jika kegiatan razia yang dilaksanakan di beberapa tempat hiburan di Pacitan tersebut menyasar tentang penyalahgunaan narkoba dan HIV AIDS yang mulai menujukan peningkatan secara segnifikan, Maka dari itu kita akan selalu rutin mengadakan Razia untuk menekan peradaran Narkoba khususnya.

“Pesonel gabungan Satlak P4GN Pacitan melaksanakan razia di tempat hiburan Karaoke seperti Marcopolo, Latansa, dan Gili Family dengan sasaran utamanya adalah penyalahgunaan dan peredaran Narkoba dan penyebaran penyakit HIV,” ungkap AKP M. Agung.

Dari hasil kegiatan razia di beberapa tempat hiburan oleh tim gabungan Satlak P4GN Pacitan pada hari tersebut tidak didapatkan hasil sesuai sasaran yaitu pernyalahgunaan narkoba dan HIV.(tyo)

Sindopos.com - Digelaar Untuk Memupuk Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme Warga Negara.

sosialisasi-anti-radikal
Sosialisasi Ditpolair Polda Jatim (Sumber : Tyo)
Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme di kalangan Masyarakat saat ini mulai memudar, Sehingga terkadang mudah jika di masuki paham-paham Radikal dan Anti Pancasila yang mengakibatkan lunturnya jiwa kebangsaan.

Direktorat Polisi Air Polda Jawa Timur melaksanakan penyuluhan tentang penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila kepada nelayan dan warga pesisir di Kabupaten Pacitan.(7/12) 

Kegiatan yang Dipimpin langsung oleh Kasat patroli daerah Ditpolair Polda Jatim AKBP Heru prasetyo tersebut dihadiri sekitar 100 warga sekitar pesisir dan nelayan di wilayah Kecamatan Pacitan.

Dalam sambutannya AKBP Heru Prasetya mengungkapkan bahwa acara sosialisasi ini, sebagai bagian dari kegiatan Ditpolair dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, "Karena sebagian besar wilayah Indonesia adalah kepulauan dan masyarakat pesisir/nelayan sebagai benteng pertama yang bersentuhan dengan batas wilayah atau kedaulatan negara kita di lautan", ujarnya.

Dalam kegiatan penyuluhan hukum tersebut,Heru menekan kan pentingnya memupuk Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme di diri masing-masing warga Negara,Karena saat ini banyak sekali Paham-paham yang dapat memecah belah NKRI, Baik melalui jejaring sosial,maupun dari berbagi macam cara, karena Indonesia ini adalah negara kepulauan dan banyak nya kapal-kapal asing ilegal masuk ke perairan indonesia, Kita antisipasi sedini mungkin jika ada yang nembawa paham Radikal dan anti Pancasila yang masuk lewat jalur laut, Ungkapnya

"Kita akan gencar mensosialisasikan kepada warga masyarakat di pesisir dan juga Nelayan agar selalu tanggap dan menjaga keutuhan NKRI", Pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan Deklarasi bersama dan Penandatanganan Deklarasi penolakan terhadap paham radikal anti anti Pancasila yang diikuti oleh para tokoh masyarakat dan masyarakat nelayan.(tyo)

Sindopos.com - Cuaca Buruk Akibatkan Banyak Bencana Di Pacitan.

tanah-gerak-di-desa-ngglinggangan-pringkuku
Ilusttrasi : Tanah Gerak Di Desa Ngglinggangan Pringkuku

Dampak Tingginya Curah Hujan dalam dua pekan terakhir ini mengakibatkan warga masyarakat menjadi was-was, Apa lagi bagi Warga yang tempat tinggalnya di lereng bukit maupun di bawah tebing, Nengingat bnyaknya musibah tanah longsor dan tanah bergerak sehingga warga lebih baik mengungsi ketempat aman untuk menghindari hal-hal yang tidak di ingin kan.

Hal ini terjadi pada empat rumah warga yang berada di Rt 1 Rw 2 Dusun Ngaluran, Desa Glinggangan, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan yang terancam longsor, Rumahbtersebut masing-masing milik Toimun, Boningin, Dukut dan Painem, Mereka semuanya sekarang sudah mengungsi ke tempat aman sejak beberapa hari yang lalu. 

Menurut Kepala Desa Glinggangan Supriyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk menangani masalah yang menimpa warga, Misalnya dengan mendatangi lokasi dan membahas penanganannya. Selain itu, juga menjaga kondisi psikologis warga.

"Pergerakan tanah di Dusun Ngaluran itu lebih disebabkan karena terdapat sumber air di dalam tanah. Sehingga, ketika hujan deras turun tanah menjadi labil dan mudah terjadi longsor",Ucapnya.

Terkait persoalan ini, Supriyanto mengaku sudah melapor ke Camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan penanganan dari pihak terkait.

Menurut Camat Pringkuku Dodik Soemarsono mebenarkan ada nya laporan dari Kepala Desa Glingangan terkait empat warganya yang sudah mengungsi karena tanah gerak di sekitar rumah empat warga tersebut.
"Kami sudah laporkan juga ke BPBD Pacitan dan aparat terkait untuk mendapatkan penangan masalah tanah gerak di wilayah pringkuku", Ucapnya.(7/12)

Selain empat rumah warga, tanah gerak juga mengancam jalan desa yang menghubungkan antara Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku dengan Desa Gondosari, Kecamatan Punung,Titik retakan berada di Dusun Krajan, Desa Pelem dengan panjang sekitar 200 meter. Selain itu, lahan persawahan milik warga juga mengalami retak-retak.Pungkas Dodik.(Tyo)

Sindopos.com - Tetapkan Status Darurat Bencana Hingga Maret 2017 Untuk Kabupaten Pacitan. 

darurat-bencana-pacitan
Bupati Pacitan Saat Meninjau Lokasi Bencana

Beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan dalam sebulan ini sudah beberapa warga yang kehilangan harta benda juga tempat tingal akibat bencana longsor yang dan tanah retak yang mengubur semua milik warga di beberapa wilayah di Pacitan.

Bupati Pacitan Indartato mengungkapkan, pemerintah harus berada di garis depan untuk memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat terkait risiko yang bakal dihadapi, Terutama warga yang memiliki rumah di pinggir sungai maupun di lereng perbukitan atau tebing, Karena segala sesuatunya dapat terjadi seketika tanpa pernah bisa diduga sebelumnya.

‘’Kami mengimbau kepada masyarakat supaya lebih waspada dan berhati-hati, Terutama terhadap tanah-tanah yang kondisinya labil, Karena curah hujan dengan intensitas tinggi yang bisa mengakibat kan longsor, Minimal tidak sampai jatuh korban jiwa,’’ ujar Orang Nomor satu di Pacitan.(5/12)

Selama sepekan ini, sudah berbagai macam bencana alam melanda di sejumlah wilayah, Mulai dari tanah gerak, banjir maupun tanah longsor. Puluhan rumah penduduk banyak yang rusak karena bencana. Dan beberapa warga harus rela mengungsi karena rumahnya rata dengan tanah terdampak bencana.

Oleh sebab itu masyarakat dan pemerintah lebih mempersiapkan segala sesuatunya sejak dini. ‘’Terutama terkait mitigasi bencana, baik dari sisi materiil, sumber daya manusia (SDM), dan kemanusiaan,’’ Ungkap nya.

Sementara itu, berdasar data yang ada, Beberapa wilayah yang terdampak bencana alam selama kurun dua pekan terakhir. Mulai dari tanah gerak yang mengancam tiga rumah warga di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo serta empat rumah warga di Desa Gringgangan, Kecamatan Pringkuku. Dan, tiga rumah warga di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan,Pungkasnya.(tyo)

Sindopos.com - Cuaca Buruk Dipacitan Sebabkan Infrastruktur Rusak.

bencana-tanah-longsor-pacitan
Kondisi SDN Ketepung 1 Kecamatan Kebonagun

Dalam sepekan ini Pacitan di terpa beberapa bencana, Mulai dari Banjir,tanah longsor yang menimpa beberapa pemukiman di wilayah Kabupaten Pacitan yang memiliki tingkat kerawanan akan bencana longsor sabgat tinggi, Karena kondisi Geografis yang hampir 80% berbukit dan tebing yang sangat rawan akan longsor.

Bencana tanah longsor maupun tanah amblas juga mengancam sejumlah fasilitas pendidikan,Dinas Pendidikan Pacitan mendata sudah ada  lima sekolah yang terdampak bencana alam, Diantaranya Meliputi SDN Kebonsari, SDN Tahunan II, SDN Ketepung I, SDN Tulakan I serta SMPN 4 Nawangan. Kerusakan pada umumnya didapati pada talut serta pagar sekolah.

‘’Kalau memang darurat atau langsung mengenai bangunan sekolah, kami akan ambil langkah cepat untuk menangani agar tidak meluas dan membahayakan peserta didik dan warga sekitarnya,’’ ungkap Sakundoko, Kepala Dinas Pendidikan Pacitan,(6/11).

Lima sekolah yang terdampak bencana alam kerusakan paling parah terjadi di SDN Ketepung I. Di sekolah tersebut kondisi tanah halaman serta pagarnya amblas sekitar 50 - 1000 sentimeter, Dan dampak nya sekarang sudah mengancam tiga unit ruang kelas,Ujarnya

Mempertimbangkan akan meregrouping sekolah tersebut dengan SDN Ketepung II, Kebetulan SDN Ketepung II hanya berjarak 100 meter dari SDN Ketepung I. Namun demikian, dia mengaku kebijakan regrouping itu akan dikaji lebih lanjut. Sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca saat ini.

‘’Kalau masih bisa untuk dibenahi, akan kami benahi. Dalam artian akan kami bangun talutnya itu, Dengan demikian proses belajar mengajar di SDN Ketepung I bisa terus jalan,’’ terangnya.

Disamping SDN Ketepung I, kondisi serupa juga terjadi di SDN Tulakan I. Bedanya, di SDN Tulakan I bangunannya rawan tergerus sungai yang berada persis di dekat sekolah tersebut. ‘’Kondisinya juga sudah mengkhawatirkan karena gerusan airnya sudah sampai ke bangunan sekolah,’’ imbuhnya.

Saat ini, sekolah yang talut dan pagarnya dihantam material longsor maupun tanah amblas tengah disurvei dan dikaji kondisinya. Termasuk menyusun langkah seperti apa yang bakal diterapkan oleh dinasnya. ‘’Ini masih dalam tahap survey untuk mengambil tindakan lebih lanjut,’’ Pungkasnya.(tyo)

Sindopos.com - Peringatan Hari Difabel Internasiona di Pacitan.

peringatan-hari-difabel-internasional
Bupati Pacitan Saat Peringati Hari Difabel Internasiona di Pacitan

Keterbatasan Fisik dan lain nya yang di alami seseorang bukan menjadi penghalang utuk berkarya dan beraktifitas layak nya orang lain, Maka dengan itu Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen menciptakan ruang yang layak bagi penyandang difabilitas,Pernyataan ini disampaikan Bupati Indartato, dalam peringatan Hari Difabel Internasional di kompleks Pendopo Pacitan, (5/12)

Indartato menyampaikan, Untuk para kaum difabel tersebut juga memiliki hak dan kesempatan sama seperti halnya yang lain. Ia menjanjikan, mulai tahun depan pendopo kabupaten akan menjadi contoh. Sebagai rumah rakyat, pendopo saat ini belum dilengkapi infrastruktur khusus bagi penyandang difabel. Misalnya, jalur tersendiri bagi pemakai kursi roda untuk dapat naik ke pendopo,Ungkap Bupati yang sudah dua periode memimpin Pacitan ini.

Dan yang tak kalah penting menurut Indartato adalah, kebutuhan akan pendidikan. Seperti diketahui, Kabupaten Pacitan sudah menerapkan Pendidikan Untuk Semua (PUS) termasuk bagi penyandang difabel.

Namun fakta di lapangan, mereka yang ingin belajar dilembaga formal selama ini terpaksa mengikuti pembelajaran tanpa didampingi guru inklusi. Hal itu dikarenakan, belum adanya tenaga pendidik khusus tersebut. “Kita belum memiliki guru khusus yang memadai bagi mereka, padahal, Anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah formal cukup banyak mencapai lebih dari 400 anak,”ujar orang nomor satu di Pacitan tersebut.

Untuk itu akan berupaya keras memenuhi kebutuhan guru inklusi tersebut. Salah satunya dengan meminta kepada pemerintah yang lebih atas. Hal Senada juga disampaikan Totok Hartoyo, salah seorang pembimbing anak-anak difabel di Pacitan.

Sebagai pendamping anak dengan kebutuhan khusus Totok banyak berharap fasilitas umum semakin ramah bagi penyandang difabel.” Sebagai bentuk penyadaran bagi masyarakat kita sering kampanyekan prestasi anak-anak penyandang difabel,”ungkapnya. 

Hari Difabel Internasional di Pacitan diperingati cukup meriah. Hadir di Pendopo Kabupaten anak-anak berkebutuhan khusus se-kabupaten Pacitan. Mereka mempertontonkan prestasi dan kreasi dalam bentuk pertunjukan seni.

Sebelum menuju pendopo mereka juga menggelar aksi simpatik, membagikan bunga kepada pengguna jalan di sepanjang jalur jalan Ahmad Yani Pacitan.(tyo)

Sindopos.com - Mayoritas Korban Gantung Diri Dilatar Belakangi masalah kejiwaan,Ekonomi,Keluarga dan Akibat Sakit.

ilustrasi-gantung-diri
Ilustrasi Gantung Diri

Persoalan Ekonomi mau pun yang lain nya terkadang membuat seseorang tidak berpikir panjang dan mengakhiri hidup dengan cara tidak wajar. Hal tersebut terjadi di RT/RW 02/VI, Dusun Suren, Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar Korban atas nama Bibit (46), Nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon sono yang berada tak jauh dari rumahnya, 5/12 sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut saksi mata di TKP, Hendri dan Mutadi yang merupakan tetangga korban, Bibit ditemukan tewas dalam posisi mengantung di pohon sono tidak jauh dari rumah korban, Melihat kejadian tersebut, kedua saksi tersebut langsung memanggil warga lain dan melaporkan ke Kepolisian Sektor Bandar.


Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya melalui Kapolsek Bandar AKP Djamin menjelaskan bahwa sebelumnya, pada Minggu 4/12 sekitar pukul 17.00 WIB, Korban Bibit meninggalkan rumah nya tanpa pamit dan tidak pulang. “Kemudian keluarga bersama warga mencari korban, dan mendapatkan korban sudah gantung diri di pohon sono dengan sarung di belakang dekat rumah korban,”Ungkapnya

Menurut informasi dari keluarga dan tetangga korban bahwa Bibit sedang mengalami gangguan jiwa atau stres. Kemudian pihak kepolisian memintakan visum ke puskesmas Bandar. “Hasilnya tidak diketemukan  tanda-tanda bekas penganiayaan. Sehingga dipastikan korban meninggal dunia karena gantung diri,” Ucap Kapolsek.

Kasus ini menambah daftar kasus kematian akibat gantung diri di Kabupaten Pacitan, Pada tahun 2014, sedikitnya ada 12 kasus gantung diri, Sedangkan tahun 2015, kasus gantung diri tercatat sebanyak 11 kasus. Hingga bulan September 2016 ini, setidaknya terjadi 10 kasus gantung diri.

Mayoritas korban gantung diri dilatari belakangi masalah kejiwaan,Ekonomi,Keluarga dan Akibat sakit yang tak kunjung sembuh hingga mengakibatkan depresi, Sehingga mengambil langkah mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pacitan Masrukin, berpendapat ada dua penyebab utama terjadinya kasus gantung diri di Pacitan. Selain karena sakit, faktor ekonomi juga menjadi persoalan pelik yang mengakibatkan seseorang memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya. “Masyarakat yang menderita sakit menahun dan tidak kunjung sembuh, akhirnya frustasi akan biaya pengobatan yang cukup tinggi,” katanya saat di hubunggi via Telephone

Masrukin mengatakan bahwa dinasnya bisa memfasilitasi mengurus jasa pengobatan gratis, seandainya mereka mau melaporkan. “Kami bisa memfasilitasi pengobatan gratis seandainya masyarakat tidak mampu, mau memberikan laporan atas kondisi kesehatan yang dialaminya,” pungkasnya.(tyo)

Sindopos.com - Penambahan Retribusi Bertujuan Menyatukan Pengaturan Retribusi Tempat Rekreasi.
luweng-ombo-pacitan
Luweng Ombo Salah Satu Obyek Wisata Di Pacitan Yang Akan dikenai Retribusi
Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan,sedang gencar mempromosikan wisata yang ada di Kota yang berjuluk 1001 Goa ini, Dalam rancangan perubahan Peraturan Daerah (Perda) 21/2010 yang diajukan ke DPRD, Eksekutif mengusulkan pemberlakuan retribusi di sejumlah objek wisata mulai tahun depan.

Bupati Pacitan Indartato menyatakan, retribusi tidak harus diberlakukan di semua objek wisata. Yang utama adalah objek wisata yang sudah dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau desa setempat. Penambahan objek retribusi, lanjut dia, hanya menyasar objek wisata yang belum dikelola masyarakat atau pemerintah desa ( pemdes).

 ’’ Sehingga tidak akan memunculkan konflik ketika pengelolaannya dilakukan pemkab,’’ jelas Orang nomor satu di Kabupaten Pacutan beberapa waktu lalu.

Mulai Tahun depan tarif retribusi diberlakukan di beberapa objek wisata Di antaranya, Luweng Jaran, Luweng Ombo, dan Etalase Geopark Gunungsewu Pancer Door. Diberlakukan pula penarikan retribusi terhadap penggunaan gedung olahraga (GOR) di kompleks sports center.

Indartato mengungkapkan, penambahan objek retribusi tersebut sebelumnya diatur dalam Perda 27/2011 tentang Retribusi Kekayaan Daerah. Meliputi, Lapangan Tenis Ngadirojo, Gedung Gasibu Swadaya, lapangan tenis pemda, lapangan bola voli, lapangan basket di Alun-Alun Pacitan, serta Stadion Pacitan,Ujarnya

’’Penambahan retribusi ini bertujuan menyatukan pengaturan retribusi tempat rekreasi dan olahraga yang tadinya terpisah menjadi dua perda. Ke depan, retribusi diatur dalam satu perda,’’ Lanjut Bupati yang di usung Partai Demokrat ini.

Dengan dituangkan nya dalam satu perda, Indartato berharap pemungutan dan tanggung jawab pengelolaannya lebih mudah serta jelas. Namun, dia juga masih menimbang masukan atau usul dari Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) mengenai penggunaan tiket masuk elektronik guna mencegah kebocoran tiket. Serta, penggunaan jasa pemungutan retribusi oleh pihak ketiga dengan sistem kerja sama. ’’Selebihnya, akan dilakukan kajian sebagai tindak lanjut,’’ paparnya

Kadis Budparpora pacitan Wasi Prayitno mengungkapkan,Dengan di berlakukan nya retrebusi di beberapa Objek Wisata yang ada di pacitan ini akan menjadi tambahan PAD Pacitan melalui sektor Pariwisata,Dengan demikian pembenahan baik insfratuktur jalan dan lokasi Objek wisata akan kita benahi sehingga tidak membuat para pengunjung dan wisatawan baik lokal dan manca negara bisa betah dan kembali lagi untuk berkunjung ke Pacitan.tuturnya

"Mohon doa dan dukungan dari masyarakat dan pengelola destinasi yang ada di pacitan agar bisa bekerja sama untuk kemajuan pariwisata yang ada di kabupaten Pacitan",Pungkas nya.(tyo)

Sindopos.com - Cuaca Buruk Sebabkan Banjir Di Beberapa Titik Di Pacitan.

korban-meluapnya-sungai-grindulu
korban-meluapnya-sungai-grindulu
Hujan yang menguyur wilayah Kabupaten Pacitan sekitar 12 jam mengakibatkan Meluapnya aliran sungai Grindulu yang melintasi Kecamatan Arjosari,Mengakibatkan Volume air meningkat dan Mengerus Bantaran sungai mengakibatkan sebagian Rumah-rumah yang ada di sepanjang Jalur sungai tersebut terbawa arus, pada Jumat (2/12).

Akibat dari meluap nya Sungai terpanjang di Pacitan ini,salah satu Korban atas nama Brigadir Sudarno, anggota Seksi Teknologi Informasi Polri (Sitipol) Polres Pacitan terluka saat sedang berada di toilet salah satu warung makan milik Sumiarsih, di Desa Gunungsari Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan.

Saat peristiwa tersebut terjadi, Brigadir Sudarno sedang membantu pemilik warung untuk mengangkat perabotan. Namun naas, pondasi toilet di warung tersebut roboh akibat tanah dibawahnya tergerus derasnya aliran air Sungai Grindulu

Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya Melalui Kapolsek Arjosari AKP Sukinto Herman,Membenarkan jika ada salah satu anggota Pores Pacitan yang mengalami musibah roboh nya sebagian bangunan di Warung yang berada di pingir sungai grindulu dan mengakibatkan anggota tersebut jatuh dan mengalami luka-luka yang cukup serius,ungkapnya.

"Karena Meningkatnya volume aliran sungai Grindulu disertai derasnya aliran membuat tanah dibawah toilet warung milik Sumiarsih tersebut tergerus air akibat derasnya banjir yang melanda di kawasan tersebut",Ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan tersebut.

"Brigadir Sudarno tertimpa reruntuhan bangunan tersebut yang menyebabkan dirinya terluka di beberapa bagian tubuhnya, diantaranya tangan kanan, pelipis dan bagian kaki"Lanjutnya

Beruntung, Korban akhirnya bisa diselamatkan, Setelah kejadian tersebut, korban segera di larikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Namun karena kondisi korban mengalami luka serius di bagian kaki, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kalo dari info yang diterima, korban mengalami patah kaki, dan dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda di  Yogyakarta,” Kata Heru, anggota Divisi Humas Polres Pacitan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, luapan Sungai Grindulu terjadi di sepanjang jalur utama Pacitan-Ponorogo yang melewati tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Arjosari dan Kecamatan Pacitan. Meningkatnya volume disertai derasnya aliran Sungai Grindulu akibat hujan terus menerus yang mengguyur Pacitan. 

Selain Musibah yang menimpa Brigadir Sudarno karena meluapnya sungai di wilayah arjosari di beberapa kecamatan yang di lewati aliran sungai Grindulu juga mengalami banjir seperti di Dusun Krajan Desa Sirnoboyo Kecamatan Kebonagung yang merendam beberapa rumah warga dan puluhan hektar sawah siap panen terendam banjir.(tyo)

Sindopos.com - Pacitan Rawan Bencana Alam Akibat Cuaca Buruk.

bencana-landa-pacitan
Bencana Tanah Longor di Desa Gedangan Keamatan Tegalombo

Musim penghujan dengan intensitas tinggi yang akan mencapai puncaknya di bulan Desember ini membuat berbagai bencana alam terjadi di Pacitan, Salah satu titik rawan bencana alam di Pacitan adalah sepanjang jalur Pacitan-Ponorogo yang melewati tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Pacitan, Arjosari dan Tegalombo. Mengingat kondisi tersebut, bagi yang mau melalui jalur Pacitan-Tegalombo untuk super waspada karena banyaknya titik longsor.

Berdasarkan catatan yang ada, sekitar 22 titik rawan tanah longsor, Dengan lokasi yang berbeda dan tersebar di beberapa wilayah  Kabupaten Pacitan yang menyebabkan kerusakan beberapa rumah warga.

Seperti kejadian pada Sabtu Dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Gedangan kecamatan Tegalombo, Material longsor menutup seluruh badan jalan Pacitan - Ponorogo, Mengakibatkan Penumpukan Kendaraan hampir 1 Km, Setelah dilakukan proses pembersihan material oleh Dinas PU Pacitan,Dan selama hampir 4 jam di lakukan pembersihan akhirnya jalur bisa dilalui kendaraan Roda 2 dan 4.

Bahaya bencana lain yang terjadi, Adalah Retaknya Jalan dekat Jembatan Baily yang berada di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Karena jalan Retak dan mengakibatkan jembatan yabg baru di resmikan pengunaan nya sekitar bulan Juni lalu tersebut, pada akhirnya Pemkab Pacitan membatasi tonase kendaraan yang melintas maksimal 10 ton atau roda enam kebawah.

“Sesuai hasil rapat Forum Lalu Lintas, Maka terhitung mulai Tanggal 2 Desember2016, Kendaraan yang diijinkan lewat jembatan baily Dusun Dondong Desa Gemaharjo, Diberlakukan Untuk kendaraan roda 6 kebawah  yang memiliki  beban kendaraan dan muatannya maksimal total 10 ton,” Ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pacitan, Widy Sumardji.

Widy menambahkan, Untuk mengurangi beban titik tumpu jembatan Baily yang segera akan dibongkar, Sehingga nanti hanya akan menggunakan satu jembatan baily saja.

“Karena titik tumpu jembatan bagian selatan mulai mengkhawatirkan yaitu indikasi retakan tanahnya sudah mengarah ke rumah dan pekarangan barat jalan sehingga pengguna jalan diwajibkan melintas di jembatan sebelah barat secara bergantian. Kemudian untuk mengurangi beban pada titik tumpu jembatan baily bagian timur segera akan dibongkar,” Pungkasnya.

Demikian juga di beberapa wilayah di pacitan, Terjadi tanah retak akibat pergerakan tanah setelah hujan mengguyur Wilayah Kabuoaten Pacitan selama 15 jam, Bukan hanya itu saja, beberapa rumah roboh total karena diterjang banjir dan tanah longsor. Selain itu, lahan pertanian juga rusak karena terendam banjir.(tyo)
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini