Hari Ibu 2025; Perempuan Berdaya dan berkarya melalui UMKM


*Oleh: Sulis Styorini,S.Pd.,M.Si.

Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember bukan sekadar hari untuk mengucapkan terima kasih kepada ibu, melainkan momentum menghargai perjuangan dan kontribusi perempuan Indonesia dalam berbagai bidang. Pada Hari Ibu ke-97 tahun 2025, tema resmi yang diusung adalah **“Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”**. Tema ini menekankan peran strategis perempuan sebagai agen perubahan, khususnya dalam pembangunan ekonomi nasional melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di Indonesia, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hingga 97% tenaga kerja. Yang menarik, lebih dari 64,5% pelaku UMKM adalah perempuan, atau sekitar 37 juta orang dari total 65 juta UMKM. Data terbaru dari berbagai sumber resmi, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya mendominasi sektor ini, tapi juga menjadi penggerak utama ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Perempuan pelaku UMKM sering memulai usaha dari skala rumah tangga, menggabungkan peran sebagai ibu sekaligus wirausahawan. Mereka menjual makanan olahan, kerajinan tangan, fashion, hingga produk digital melalui platform online. Kontribusi mereka terhadap PDB mencapai 9,1%, dan sebagian bahkan telah menembus pasar ekspor. Di era digital 2025, banyak perempuan UMKM yang sukses memanfaatkan e-commerce dan media sosial untuk memperluas jangkauan, membuktikan ketangguhan mereka di tengah tantangan seperti akses modal terbatas dan persaingan global.

Namun, di balik kesuksesan itu, masih ada hambatan. Hanya sekitar 27% UMKM perempuan yang mendapatkan akses pembiayaan formal, meski pemerintah terus mendorong program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) di mana lebih dari 51% penerima adalah perempuan. Proyeksi optimis menunjukkan bahwa pada 2025, nilai usaha yang dikelola perempuan bisa mencapai USD 135 miliar, jika didukung penuh melalui pelatihan digital, sertifikasi halal, dan pendampingan.

Peringatan Hari Ibu 2025 menjadi panggilan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di sektor UMKM. Berbagai kegiatan seperti bazar UMKM perempuan, workshop kewirausahaan, dan penghargaan bagi tokoh inspiratif digelar di seluruh Indonesia. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana perempuan berdaya akan menjadi kunci menciptakan generasi unggul dan ekonomi inklusif.

Para perempuan UMKM adalah pahlawan sejati masa kini. Mereka tidak hanya menopang keluarga, tapi juga membangun bangsa. Di Hari Ibu ini, mari kita apresiasi mereka dengan dukungan nyata: belanja produk UMKM lokal, ikut program pemberdayaan, atau sekadar beri semangat. Karena ketika perempuan berdaya dan berkarya, Indonesia akan semakin maju menuju masa depan gemilang.

Penulis adalah Pegiat UMKM, Pemerhati masalah sosial, perempuan dan anak, pegiat gender equity, serta pengurus Forhati Wilayah Jawa Timur. Aktif di organisasi keperempuanan dan kemasyarakatan serta pernah menjabat sebagai ketua KPU Kab. Pacitan tahun 2019-2024.




Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form