Sindopos.com - Produk - Produk Indonesia Mulai Tembus Pasar Internasional

Perusahaan-Indonesia-Jajaki Pasar-Afrika-Di-Uganda
Suasana Pameran Dagang Di Uganda
Ratusan pengunjung mendatangi stan Indonesia pada pameran dagang tahunan Uganda International Trade Fair (UITF) ke-24 di Kampala, Uganda tanggal 3 s.d 10 Oktober 2016. Pameran delapan hari yang diselenggarakan di Lugogo Show Grounds – Kampala ini diselenggarakan oleh Uganda Manufacturers Association (UMA) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Uganda.

Para pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat mulai dari para pelajar hingga orang dewasa tertarik dengan produk-produk Indonesia seperti mi instan, kopi instan dan minuman berenergi. Beberapa perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam stan Indonesia antara lain produsen farmasi, minuman berenergi, mi instan, sabun, deterjen, permen dan makanan ringan serta minuman ringan. 

Sementara itu, terdapat sejumlah produk asal Indonesia yang dijajakan secara terpisah oleh para distributor lokal yang telah lama mengimpor produk Indonesia, antara lain produk kopi instan, teh hijau, makanan ringan, pasta gigi serta produk pembalut perawatan bayi.

“Kami bermaksud akan lebih mengenalkan produk kami kepada masyarakat Uganda”, ujar Roy, perwakilan produsen minuman berenergi asal Indonesia yang telah lama dikenal di kawasan Afrika Barat. Produk minuman berenergi dari perusahaan ini telah memiliki distributor tetap di Uganda.

[ads-post]
Demikian pula halnya dengan Bram, perwakilan produsen farmasi Indonesia yang berdomisili di Nigeria, menyampaikan “Kondisi perekonomian Nigeria dan kawasan Afrika Barat yang tidak begitu baik membuat sejumlah pelaku usaha mulai melirik potensi pasar di Afrika Timur, Uganda salah satunya”. Selain mengikuti pameran, Bram juga berkeliling seputar Kampala untuk bertemu sejumlah importir dan distributor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama.

Mengingat daya beli warga Uganda yang terus meningkat, sejumlah distributor juga menunjukan minat terhadap produk-produk baru asal Indonesia, terutama produk makanan dan minuman. Seperti diungkapkan Antonius, perwakilan produsen kopi instan asal Indonesia yang produknya telah dijual di sejumlah pasar swalayan di Uganda, “Kondisi perekonomian Uganda cukup kondusif dan daya beli masyarakat yang semakin meningkat, sangat potensial untuk memasarkan produk Indonesia”, ungkap Antonius.

Sebagian besar produk yang ditawarkan pada UITF 2016 merupakan produk-produk kebutuhan sehari-hari (consumer goods) antara lain makanan dan minuman, pakaian jadi, furnitur, peralatan dapur dan rumah tangga, produk kerajinan tangan, produk farmasi, produk elektronik, minyak goreng dan kosmetik

Uganda merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu di atas lima persen pada 2015.  Uganda berpenduduk 38 juta jiwa (2013) memiliki PDB Nominal perkapita sebesar USD 696 (World Bank, 2014).

Pada kesempatan terpisah, Duta Besar RI untuk Kenya yang merangkap Uganda, Soehardjono Sastromihardjo menyampaikan, KBRI Nairobi senantiasa siap memfasilitasi perusahaan Indonesia yang berminat menjajaki potensi ekspor ke wilayah Afrika Timur, antara lain ke Kenya dan Uganda. “Diplomasi ekonomi adalah salah satu prioritas Pemerintah RI dan KBRI Nairobi siap mendukung upaya peningkatan ekspor RI ke benua Afrika” ujarnya.

“Nilai perdagangan RI-Uganda belum mencerminkan potensi sesungguhnya, masih banyak peluang yang perlu digali, karena itu partisipasi pengusaha Indonesia pada pameran di Uganda diharapkan membuka mata pengusaha Indonesia mengenai peluang ekspor ke Uganda”, ujar Andaru Dhaniswara, Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi KBRI Nairobi. 

Sebagai catatan, pada 2015, nilai perdagangan RI-Uganda mencapai USD 16 juta dengan nilai ekspor RI ke Uganda sebesar USD 5 juta. Produk ekspor utama RI ke Uganda adalah produk peternakan, produk elektronik, produk kimia, produk kertas, produk farmasi, gula, karet, mesin-mesin, pakaian jadi, produk kesehatan, plastik dan makanan.

KBRI Nairobi juga menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 kepada pelaku usaha setempat. 

Post a Comment

Powered by Blogger.