Sindopos.com - Libatkan Perguruan Tinggi, Seleksi Pendamping Desa Dijamin Tanpa Kecurangan.

peserta-tes-seleksi-pendamping-proffesional-kemendesa-2016
Pelaksanan Tes Tulis Calon Pendamping Proffesional Kemendesa Tahun 2016
Proses rekruitmen pendamping desa telah memasuki tahap seleksi tes tulis yang dilakukan di Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk di masing - masing provinsi (28/05/20160. Dikutip dari Laman resmi Kemendesa di http://www.kemendesa.go.id/, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Taufiq Madjid, mengatakan, seleksi pendamping desa tahun ini memang berbeda dengan pola rekrutmen tahun lalu. Pihaknya melibatkan perguruan tinggi dalam proses penyeleksian untuk menjaga akuntabilitas rekrutmen tersebut.
 
“Baik sebagai supporting system maupun pelaksana, kita bekerjasama dengan perguruan tinggi. Pemerintah pusat dalam hal ini hanya penyelenggara, terkait pelaksana sepenuhnya diserahkan kepada Timsel (Tim Seleksi),” ujarnya.

[ads-post]
 
Taufik menjelaskan, dalam rekrutmen yang digelar secara terbuka tersebut, Kemendes PDTT bekerjasama dengan 33 perguruan tinggi negeri yang  tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Adapun Timsel terdiri dari 7 yakni 3 dari perguruan tinggi negeri, 2 dari Satuan Kerja yang dibentuk oleh pemerintah daerah, dan 2 dari pemerintah pusat. Saat ini, ada 100 ribu lebih calon pendamping desa yang mengikuti tes tertulis.
 
“Hari ini pelaksanaan tes tertulis menggunakan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Ada sekitar 100.460 lebih yang ikut seleksi tertulis hari ini. Pengumuman hasil tes tertulis akan diumumkan Tanggal 30 Mei. Setelah hasil tertulis selesai, akan dilanjutkan dengan ujian psikotes yang rencananya akan digelar Tanggal 1 Juni. Kemudian dilanjutkan lagi dengan kualifikasi berbentuk pengalaman dan pendidikan. Semakin tinggi pengalaman dan pendidikannya, maka bobotnya akan semakin tinggi,” urainya.

Dalam perekrutan tersebut Taufik menjamin tidak adanya intervensi pemerintah terutama Kemendesa PDTT terkait proses hingga hasil seleksi. Pasalnya, proses seleksi telah telah sepenuhnya diserahkan kepada Timsel. “Mana bisa kita intervensi, sepenuhnya Timsel yang melaksanakan. Rekrutmen kita ini sangat terbuka, semua mengawasi secara langsung. Mulai dari komisi V, dan dipantau langsung oleh ombudsman,” ujarnya.
 
Terkait jumlah pendamping desa yang akan direkrut dalam seleksi kali ini berjumlah 19.096 orang tenaga pendamping profesional. Tenaga profesioanl tersebut meliputi Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
 
Sementara itu, Ketua Ombudsman, Amzulian Rifai, mengapresiasi atas dilibatkannya perguruan tinggi dalam rekrutmen pendamping desa. Menurutnya, semakin banyak pihak berkompeten yang terlibat, maka proses rekrutmen akan menjadi lebih baik.  Selain itu, jalur pendaftaran yang dilakukan hanya melalui sistem online, juga dinilai sebagai bentuk pelayanan yang baik.

Post a Comment

Powered by Blogger.