![]() |
| Proses pendaftaran calon pekerja migran di kantor PT Allqurny Bagas Pratama Ponorogo |
Kesempatan bekerja di luar negeri kembali terbuka bagi masyarakat Indonesia. Melalui program penempatan tenaga kerja resmi yang difasilitasi oleh PT Allqurny Bagas Pratama, calon pekerja migran berpeluang memperoleh penghasilan hingga Rp15 juta per bulan, tergantung negara tujuan dan jenis pekerjaan yang diambil.
Negara penempatan yang tersedia meliputi Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hongkong, dan Taiwan. Selain menawarkan gaji yang kompetitif sesuai standar negara tujuan, program ini juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti pelatihan kerja, asrama selama masa persiapan di Ponorogo, konsumsi harian, serta jadwal libur satu kali dalam seminggu.
Program ini disebut semakin dikenal oleh masyarakat Kabupaten Pacitan. Sejumlah calon pekerja dilaporkan telah mendaftar, terutama dari wilayah Kecamatan Arjosari dan Tulakan. Hal ini berkaitan dengan kondisi bahwa di Pacitan belum terdapat kantor PJTKI resmi, sehingga proses administrasi dan pelatihan biasanya diarahkan melalui fasilitas di Ponorogo sebagai kota terdekat yang memiliki sarana pendukung penempatan tenaga kerja luar negeri.
Selain itu, tersedia pula program khusus bagi calon pekerja wanita yang disebut berpeluang memperoleh biaya pemberangkatan gratis serta uang saku sekitar Rp3–4 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun persyaratan umum meliputi Warga Negara Indonesia berusia 21–43 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta melengkapi dokumen seperti KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, sertifikat vaksin, paspor, dan berkas pendukung lainnya.
Sri Nur, perwakilan tim informasi pendaftaran, menegaskan bahwa program ini mengutamakan proses yang jelas dan pendampingan bagi calon pekerja.
“Kami ingin membantu calon pekerja berangkat melalui prosedur yang jelas, dengan pendampingan sejak pelatihan hingga penempatan kerja di negara tujuan. Harapannya mereka bisa bekerja dengan tenang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Alhamdulillah, sudah banyak pendaftar dari Pacitan, khususnya Arjosari dan Tulakan, yang kami arahkan prosesnya melalui Ponorogo karena di Pacitan belum ada kantor PJTKI resmi,” jelasnya.
