GREEN POLITICS : MAHASISWA DALAM RELEVANSI, TANTANGAN DAN POSISI MASA DEPAN

Saat ini krisis dan isu lingkungan merupakan hal yang hangat sedang diperbincangkan saat ini, bukan lagi merupakan wacana dari politik, melainkan suatu persoalan kompleks yang dewasa kini sudah terjadi dimanapun (lfm).  Green politik adalah aliran pemikiran dan suatu praktek yang mendukung dalam proses pelaksanaan kelestarian lingkungan, keadilan ekologis dan keberlanjutan hidup. Hal ini dapat menunjang dalam pembangunan berkelanjutan, perlindungan mahkluk hidup serta keadilan sosial dan ekologis, paradigma dari pembangunan pembangunan yang berjalan belum menunjukkan efektifitas pembangunan yang ada, serta kurang menjadi relevan untuk mendorong adanya perubahan yang ada dan kita sebagai mahasiswa diperlukan sebagai petunjuk arah bagi awalnya jalan menuju perubahan tersebut.

            Tantangan serius yang dihadapi oleh Indonesia saat ini berupa deforestasi, banjir, pencemaran, pengelolaan sampah serta kurangnya pengetahuan dan edukasi sehingga kekayaan alam ini tidak bisa berkembang dengan baik, serta dalam pembangunannya merupakan hal yang harus ditanggapi serius, karena krisis tersebut saat ini sangatlah mengkhawatirkan. Pemikiran dan pentingnya akan pengelolaan sumber daya alam serta dalam pengelolaan sampah menjadikan hal yang baik dalam menjaga ketahanan dan keutuhan dari kekayaan alam yang ada. Dampak alam antara lain perubahan iklim dan kekeringan serta turunnya kualitas udara menjadi sering dirasakan oleh masyarakat karena proses kebijakan dan pembangunan industrialisasi yang tidak diimbangi dengan menjaga ekosistem lingkungan, serta kurangnya kebijakan yang sesuai dalam menghadapi hal tersebut.

            Politik Hijau atau disebut juga Green Politik  seringkali dinilai sebagai pendekatan dari politik yang menempatkan keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan rasa tanggung jawab antar generasi serta dapat ditinjau dari kemampuan intelektual mahasiswa mempunyai beberapa nilai dan peranan penting seperti memberikan masukan, mengawal serta memberikan alternatif untuk pembangunan keberlanjutan yang lebih baik. Tantangan ini menjadi suatu anggapan bahwa isu lingkungan erat kaitannya dengan adanya politik kekuasaan dan ekonomi, hal ini dapat dinilai dari perwujudan fragmentasi dalam Gerakan mahasiswa yang terjebak dalam ketidakpastian isu yang ada.

Green Politic ini haruslah dilaksanakan tidak hanya untuk menjadi jembatan antara masyarakat, ilmu pengetahuan, dan pengambil kebijakan. Namun diperjuangkan hak nya melalui beberapa tahapan seperti artikel riset, perjuangan advokasi tentang kebijakan yang ada, Pendidikan sebaya publik. Serta didasarkan pada kondisi gerakan lintas sektor yang dapat disarankan maupun dilakukan oleh aktivis atau mahasiswa. Krisis lingkungan semakin jelas terlihat peranannya apabila kita mengabaikan, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, sikap sebagai mahasiswa diharapkan dapat berpihak keberlanjutan, keadilan ekologis serta keluarga.

Sebagai mahasiswa yang menanggapi dengan benar kaitannya dengan isu lingkungan yang ada, ktia tidak boleh terjebak oleh fragmen-fraagmen yang mengatakan menjualan alam adalah hal yang wajar tanpa disadari akan hak dan konsekuensi setiap dilaksanakannnya sesuatu. Green Politic bukan suatu pilihan di era sekarang, namun suatu keharusan untuk melahirkan sifat kepedulian kita terhadap lingkungan yang ada. Krisis lingkungan yang bisa diatasi dengan baik menjadikan keadila, ekologi sistem serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Bukan sekedar wacara idealis tetapi merupakan suatu tindakan konkrit terhadap pembangunan keberlanjutan.

Peran besar yang harus kita lakukan yakni mengedepankan peran aktif sebagai pengawal dari terbentuknya kebijakan lingkungan dengan baik. Dimana dengan adanya hal tersebut kita bisa melindungi kekayaan alam yang ada. Memperkuat literasi lingkungan dan menuntut sikap terarah untuk pengawalan dari kebijakan agar setiap penyampaian gagasan yang diberikan tidak dengan emosi melainkan mengarah pada pengetahuan dan data. Melakukan kajian green politic serta bersikap aktif untuk menjadi agen perubahan dan memastikan bahwa hal tersebut bukan hanya sekedar ungkapan retorika semata, namun kekuatan nyata dalam pembangunan masa depan berkelanjutan.

 

Luthfia Firdaus Maharani

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form