Sindopos.com - KADIN menjadi tuan rumah ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum yang diselenggarakan dalam rangka Indonesia Infrastructure Week 2016.

Para-pemimpin-ASEAN-di-bidang-Infrastruktur
Para pemimpin ASEAN di bidang Infrastruktur (aregoes)
Jakarta, 1 Agustus 2016 - Tampak dalam gambar (dari kiri ke kanan), Phillia Wibowo, Partner and President Director, McKinsey & Company, Alan Solow, President Director PT. Infrastructure Asia, Rosan P. Roeslani, Ketua Umum KADIN Indonesia, Thomas Lembong, Kepala BKPM, Rahmat Pramono, Duta besar/Wakil Tetap RI untuk ASEAN dan Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Konstruksi dan infrastruktur,  bersama-sama mengumumkan rencananya untuk menjadi tuan rumah dari ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum yang akan diselenggarakan pada tanggal 8-11 Nopember 2016 dalam rangka Indonesia Infrastructure Week 2016 yang diadakan di Jakarta Convention Center di Jakarta, Indonesia. 

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia hari ini mengumumkan rencananya untuk menjadi tuan rumah dari ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum yang akan diselenggarakan pada tanggal 8-11 Nopember 2016 dalam rangka Indonesia Infrastructure Week 2016 yang diadakan di Jakarta Convention Center di Jakarta, Indonesia. ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum merupakan sebuah inisiatif nirlaba dari KADIN untuk membahas tantangan masa depan yang dihadapi ASEAN di empat tahapan pembangunan proyek infrastruktur, yaitu: perencanaan, pembiayaan, pembangunan dan pengoperasian.

[ads-post]

“Tujuan kami adalah mendukung agenda infrastruktur pemerintah Indonesia serta kawasan ASEAN yang lebih luas. Kami ingin mendorong terciptanya hubungan strategis dan memberikan kesempatan kerjasama bisnis bagi pemerintah pusat maupun daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan pengembang swasta terkemuka di bidang teknologi dan jasa, bersama dengan para investor global yang diundang dalam forum ini,” kata Rosan P. Roeslani, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum akan berfokus pada agenda infrastruktur Indonesia selama 5 tahun ke depan senilai USD 450 miliar dan ASEAN Master Plan for Connectivity senilai USD 3,3 triliun untuk 15 tahun ke depan. “Indonesia merepresentasikan sepertiga dari anggaran infrastruktur ASEAN yang telah diajukan, maka sudah sewajarnya Indonesia menciptakan sebuah wadah bagi pemerintah dan sektor swasta agar dapat menyamakan visi, membangun kemitraan dan mengeksplorasi cara-cara nyata yang dapat mendukung Master Plan for ASEAN Connectivity 2025 seraya memberikan kesempatan untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia,” Rosan menjelaskan lebih lanjut.


Sebagai dukungan terhadap forum ini, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan, “Investasi infrastruktur saat ini merupakan fokus utama dari pemerintah Indonesia untuk mempercepat Agenda Pembangunan Nasional. Sebagai gerbang utama bagi pebisnis dengan pemerintah, BKPM memiliki amanat untuk menyokong investasi langsung baik dari dalam maupun luar negeri dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif. ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum ini akan menyediakan wadah bagi para pemimpin industri dan pemerintah di wilayah ASEAN untuk mendiskusikan kesempatan investasi domestik dan regional yang tercantum dalam Master Plan for ASEAN Connectivity 2025.” 

Beliau juga menyoroti tiga prioritas utama untuk fokus pada sektor infrastruktur. Pertama, 226 Proyek-Proyek Strategis Nasional, kedua, proyek-proyek pembangkit listrik dan ketiga, pengendalian limbah dari proyek-proyek energi. “BKPM tentu akan memfasilitasi dan terus memberikan bantuan bagi investor, terutama dalam menyalurkan minat investasi di sektor infrastruktur” tegasnya. (aregoes)

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini