Sindopos.com - Infrastructure Asia - KADIN Gelar ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum 2016

Menatap-Master-Plan-for-ASEAN-Connectivity-2025
Ilustrasi ASEAN Connectivity 2025 (aregoes)


Jakarta - 1 Agustus 2016 - ASEAN Connectivity 2025 adalah bagian integral dalam membentuk Masyarakat ASEAN. Untuk mencapai Masyarakat ASEAN, konektivitas terutama di bidang infrastruktur, institusi dan interaksi sosial harus diperkuat untuk menciptakan wilayah yang lebih kompetitif dan kuat, yang mendekatkan orang-orang, barang, jasa dan modal. ASEAN Connectivity 2025 ditujukan untuk meningkatkan kehidupan penduduk ASEAN dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat serta mendorong kemakmuran melalui pembangunan ekonomi dan perkembangan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, Master Plan for ASEAN Connectivity (MPAC) menjadi panduan yang dikembangkan untuk dan difokuskan kepada tiga dimensi: Physical Connectivity (konektivitas fisik) yang meningkatkan infrastruktur; Institutional Connectivity (konektivitas institusi) atau menyediakan kerangka kerja perdagangan, investasi serta peraturan; dan People-to-People Connectivity (konektivitas antar masyarakat) yang memperluas kesempatan pendidikan dan mempromosikan pembangunan sumber daya manusia.

[ads-post]
“Master Plan for ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 dijadwalkan untuk disahkan oleh para Kepala Negara ASEAN pada September 2016, hanya dua bulan sebelum acara tahunan Indonesia Infrastructure Week yang merupakan pertemuan para pemimpin bidang infrastruktur di sektor swasta terbesar di ASEAN. Inisiatif yang diambil oleh KADIN Indonesia dengan pelaksanaan ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum ini akan menjadi salah satu langkah awal dalam upaya bersama untuk mengimplementasikan master plan yang baru ini” jelas Rahmat Pramono, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN.

Beliau juga menambahkan bahwa forum ini juga akan menjadi langkah awal untuk memulai kemitraan yang lebih nyata dan sinergis antara pemerintah dan swasta untuk mengimplementasikan MPAC 2025. “Kami sebagai perwakilan Indonesia di ASEAN turut berbangga bahwa langkah awal yang akan menentukan itu diambil oleh Indonesia, oleh kerjasama erat antara KADIN dan BKPM,” tegas Rahmat.
Alan Solow, CEO PT Infrastructure Asia, mitra KADIN dalam menyelenggarakan ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum, menyatakan, “Kami bertujuan untuk membangun sebuah wadah di mana para pelaku usaha infrastruktur global, regional maupun lokal dalam bidang infrastruktur akan memperoleh visibilitas dan akses untuk kesempatan investasi. Kami telah menerima konfirmasi dari berbagai perusahaan global dan institusi finansial yang tertarik untuk bergabung dalam forum ini, dan kami terbuka untuk partisipasi dari para pemimpin visioner dan pemimpin pasar yang sesuai dengan agenda dari ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum serta Indonesia Infrastructure Week 2016.” Tahun lalu, Indonesia Infrastructure Week dikunjungi oleh 13.620 orang termasuk peserta internasional dari 35 negara dan diperkirakan menghasilkan nilai transaksi sebesar USD9,6 miliar sepanjang minggu tersebut.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini