Sindopos.com - Kronologi Kecelakaan Wartawan GATRA di Gua Luweng Jaran Pacitan
evakuasi-korban-kecelakaan-gua-luweng-jaran-di-pacitan
Evakuasi Korban Kecelakaan Gua Luweng Jaran Pacitan (Sumber : www.merdeka.com)
Berniat melakukan pemotretan keindahan objek wisata luweng Jaran, Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, rombongan wisata dari Kota Solo, terpeleset hingga akhirnya jatuh ke dalam luweng sedalam kurang lebih 25 meter.

Musibah ini bermula ketika 7 orang rombongan dari majalah Gatra dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta(UMS) berencana melakukan reportase keindahan goa Luweng Jaran sebagai salah satu objek wisata geopark, Indonesia. Sesampainya di lokasi, rombongan lalu turun ke dalam goa secara bergantian. Namun ketika giliran korban, tiba-tiba ia terjatuh ke trap kedua goa Luweng Jaran hingga membentur keras  bebatuan dilokasi.

Korban adalah Arif Hermawan, adalah wartawan Gatra yang terjatuh saat melakukan penelusuran keindahan wisata goa Luweng Jaran di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan,

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, lanjut Tri, sebanyak enam orang anggota rombongan mencoba masuk mendekati mulut luweng. Sedangkan satu orang anggota rombongan, yakni Arif, wartawan Tabloid Gatra terpeleset dari genggaman rekan-rekannya hingga akhirnya jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 25 meter. “Korban bersama rekan-rekannya, jatuh kedalam luweng,” tuturnya.


Dilansir dari laman www.merdeka.com, Rombongan tiba di mulut gua sekitar pukul 13.00 WIB. Dari tujuh orang, yang ikut masuk ke dalam gua enam orang. Diduga karena gugup, kuncian ascender (kait panjat) yang digenggam terpencet sehingga korban meluncur. BPBD Pacitan lantas bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Tim evakuasi tiba di lokasi sekira pukul 14.30 WIB. Dari 12 personel yang dikirim, lima di antaranya dibantu empat mahasiswa UMS masuk ke dalam Gua Luweng Jaran untuk mengeluarkan korban. Tim bersama korban naik ke permukaan sekira pukul 18.30 WIB. 

Setelah tiga jam kemudian, tubuh korban berhasil diangkat dan di keluarkan  dari dalam goa. Kondisi korban selamat, namun mengalami luka serius dibeberapa bagian tubuh, sehingga langsung dilarikan  ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Tri Mudjiharto, mengatakan, rombongan wisata tersebut berjumlah 7 orang. Dua diantaranya tercatat sebagai wartawan tabloid Gatra, dan lima lainnya mahasiswa Universitas Muhammadiah Solo (UMS). “Mereka hendak memotret panorama didalam luweng,” katanya, Senin (7/3)

Post a Comment

Powered by Blogger.