Sindopos.com - Presiden RI Mendapatkan Sebutan Sebagai Bapak PNPM Dari Warga.
kunjungan_SBY_Purwokerto_Harap_PNPM_dilanjutkan_era_jokowi
Kunjungan Presiden RI Ke 6 di Purwokerto (Sumber : news.detik.com)

Dilansir dari laman http://news.detik.com, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dipanggil SBY menyempatkan diri untuk menerima aspirasi masyarakat. Saat menuju Purwokerto, Ketum Partai Demokrat (PD) tersebut menerima sejumlah kelompok dari kalangan petani, nelayan, buruh, dan kepala desa. Kegiatan merupakan rangkaian Tour de Java, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertemuan tersebut dilakukan di sebuah rumah makan di sekitar Wangon, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2016). Sedikitnya ada 50 orang yang merupakan perwakilan dari kelompok masyarakat itu.

Salah satunya adalah Sunarto yang menyatakan apresiasinya atas program-program SBY saat masih menjabat sebagai presiden. Seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang disebut mantan Kepala Desa Jenang, Majenang itu sangat mengena di masyarakat.

"Program PNPM sangat kami rasakan bapak. Kalau Soeharto adalah Bapak Pembangunan, Soekarno Bapak Proklamator, maka bapak SBY adalah bapak PNPM," ujar Sunarto.

Baca Juga : Isi Naskah Lengkap Pidato Presiden RI Jokowi pada KTT OKI Di Jakarta 


"Harapan kami karena PNPM ini sudah berhenti dananya untuk diserahkan langsung ke desa-desa sesuai dengan UU Desa," sambungnya.

Sunarto pun mengingatkan bahwa SBY dan Ibu Ani pernah datang ke Cilacap untuk meresmikan pembangunan Jembatan Cijalu II. Jembatan senilai Rp 35 M itu disebutnya kini benar-benar dirasakan sangat berguna bagi masyarakat.

"Bagaimanapun pak Bupati sudah berusaha semaksimal mungkin supaya jembatan itu jadi. Alhamdulillah Bapak Bupati dan Gubernur membantu, pak Presiden rawuh sekarang sudah bisa dinikmati dan bermakna," ucap Sunarto.

SBY sendiri mengaku mengingat kedatangannya ke Desa Jenang, terutama setelah diingatkan oleh sang istri dalam perjalanan dari Tasikmalaya. Kemudian perwakilan nelayan ambil bicara. Mereka meminta agar nelayan di Cilacap mendapat perhatian lebih.

"Cahaya kami bukan hanya remang-remang tapi sangat bersinar. Nelayan kami masih kurang diperhatikan," kata salah satu perwakilan nelayan.

Kemudian nelayan lain bernama Diman mengeluhkan adanya pembangunan PLTU baru di Cilacap. Proyek tersebut menurutnya dapat mengancam kelestarian biota laut di perairan sekitar daerah itu.

"Kalau ada kapal tongkang bawa batu bara kandas itu mencemari lautan. Di Cilacap sudah ada dua PLTU, pembangunan PLTU baru bisa merugikan masyarakat," jelas Diman.

Perwakilan nelayan ini pun, di hadapan SBY yang didampingi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, protes akan kurangnya perhatian pemda setempat akan nelayan nakal yang mencari ikan dengan alat yang dapat merusak laut. Ia pun juga concern terhadap hutan Bakau di perairan Cilacap yang sudah mulai gundul.

Baca Juga : Eks Pelaku PNPM Lanjutkan Program Pemberdayaan Masyarakat Di Luar Negeri (Nairobi - Kenya)

Menanggapi aspirasi kelompok masyarakat tersebut, SBY menyatakan akan berusaha menyampaikan kepada pemerintah melalui Fraksi PD yang ada di DPR. Ia juga menyampaikan harapan khusus kepada pemerintah.

"Bu Ani dalam perjalanan dari Tasikmalaya bilang kita pernah datang melihat sekolah di Desa Jenang dan bahkan acara di alun-alun. Saya punya kenangan yang manis. Tolong sampaikan salam kami kepada semua saudara-saudara di sana," tutur SBY.

"Mudah-mudahan ke depan program-program seperti PNPM, dengan apapun namanya itu bisa berlanjut. Alangkah bijaknya pemerintah kita sekarang, jika program-program dulu yang baik bisa diteruskan," imbuh pria asal Pacitan itu.

Pertemuan dengan kelompok nelayan cs itu juga diceritakan SBY kepada para fungsionaris kader PD tingkat cabang di Purwokerto malam ini. Jenderal purnawirawan tersebut juga menyampaikan  hal yang sama.

"Program-program pro rakyat yang kita jalankan dulu amat dirasakan oleh mereka. Mereka berharap program-program itu bisa dilanjtukan pemerintah sekarang. Kami berharap program yang disukai rakyat tidak dihentikan. Tidak dibuang karena rakyat suka dengan program itu," ungkap SBY.

Di hadapan kader-kadernya dari Banyumas, Cilacap, Brebes, dan Purwokerto tersebut, SBY mengaku senang bahwa ada banyak program-program saat ia menjadi presiden yang dirasa sangat bermanfaat untuk masyarakat. Bapak dua anak ini pun memberi dukungan agar pemerintah Jokowi bisa menyempurnakan program pro rakyat miliknya.

"Saya senang karena artinya saya tidak keliru (dalam membuat kebijakan), seperti misalnya bantuan dana beasiswa, BOS, Jamkesmas, BPJS, KUR, PNPM, bantuan lanjut usia, BLT atau BLSM, bantuan bencana, ternyata mereka rasakan," sebutnya.

"Saya sampaikan semoga apa yang mereka rasakan dampak positifnya bisa dilanjutkan dan pemerintah sekarang bisa mengembangkan agar lebih baik lagi untuk rakyat kita. Menciptakan program baru yang lebih baik lagi itu juga bisa dilaksanakan," pungkas SBY.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini