Sindopos.com - Profil Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Profil Desa & Kelurahan, Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 

Kondisi Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo


Sejarah Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

ASUL – USUL DESA NGRAKET

Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah seringkali tertuang dalam Sejarah dan dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini desa Ngraket juga memiliki cerita asal-usul dan hal tersebut merupakan identitas dari desa Ngraket yang akan kami tuangkan dalam kisah dibawah ini. Menurut sumber cerita sesepuh desa, bahwa terjadinya Desa Ngraket adalah sebagai berikut : Pada jaman Belanda Desa Ngraket merupakan Desa hasil dari penggabungan  dari 2 (dua),menjadi satu, yaitu 1.dari Desa Jugil dan 2.Desa Karangkepuh. Karena wilayah masing-masing desa tersebut sangat kecil,maka pada tahun 1910 kedua Desa tersebut digabungkan menjadi satu Desa dan diberi nama Desa Ngraket  yang artinya RUMAKET.Adapun beberapa peninggalan dari kedua desa tersebut masih jelas sampai sekarang,salah satunya adalah Tanah Ganjaran/Bengkok juga  2 lokasi ,yaitu ada di Dukuh Karangkepuh dan Dukuh Jugil. Juga tempat-tempat keramat /makam yang  babat desa Ngraket masih ada ,seperti di Dukuh Krajan Mbah Sabuk Alu, Pesarean dan tempat Pemadian masih ada,yang babat dukuh Karangkepuh Mbah Damar Jati (Haji Amin)  makamnya juga masih terawat baik dan di dukuh Jugil ( Kenteng ) Mbah Buyut dan Mbah Bronggojoyo.Maka dari cerita tersebut menunjukkan bahwa Desa Ngraket terjadi dari banyak lingkungan-lingkungan yang kecil dan disatukan menjadi satu .

Pada tahun 1920 Setelah desa Ngraket digabungkan jadi satu kemudian diangkatlah seorang Kepala Desa / Demang yaitu Demang Pawirorejo, yang bertempat tinggal di Dukuh Jugil tepatnya di sebelah selatan Sungai Jugil.Ki Demang Pawirorejo dibantu oleh seorang Klerek/Carik dan 3 orang Kamituwo  dan 3 orang Kebayan serta Jogoboyo,Sambong,Modin Jogowaluo. Pada masa pemerintahan Lurah Pawiroredjo,pendapatan/penghasilan masarakat Desa Ngraket, bercocok tanam Jarak dan sebagian padi,maka masarakat Desa Ngraket dikatakan miskin.Pada tahun 1963-1964 terjadi fuso / paceklik pada saat itu harga tanah sawah sangat murah,maka bagi warga yang mampu bisa mendapatkan tanah sawah hanya menukar  dengan makanan gaplek ataupun beras,sudah bisa memperoleh tanah sawah yang cukup luas.Pada tahun 1970 Mbah Lurah Pawiroredjo meninggal dunia,kemudian sementara Jabatan Lurah di Jabat oleh Kamituwo Popokan selaku PLT. selama kurang lebih 2  tahun.Selanjutnya pada tahun 1973 pemilihan Kepala Desa diadakan untuk mengganti Jabatan Lurah Pawiroredjo dengan calon sebanyak 5 orang, dan Sdr. DJARMAN dalam pemilihan tersebut bisa memenangkan dan menyisihkan 4 orang lawannya.

Pada awal kepemimpinan Djarman mulailah ada perubahan dan Inpres Desa mulai masuk Desa Ngraket yaitu pembangunan SD.Inpres yang dibangun di Tanah Desa / Tanah School Pond seluas kurang luas 3 kotak untuk pembangunan SD..Pada masa Orde Baru tersebut Djarman juga tidak begitu ada perkembangan pembangunan di desa Ngraket.Tanah Kas Desa /krocokan yang terletak di tepi sungai Jugil kena pembangunan pelebaran Sungai, Desa memdapat ganti rugi,dari uang tersebut selanjutnya untuk membeli rumah dari Slogohimo Jawa Tengah yang selanjutnya dibangun untuk  Balai Desa,  pada Tahun 1985.

Dan juga keberadaan Pamong Desa mulai dibenahi ,berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1979 dilaksanakan. Perangkat desa mulai harus masuk Kantor Desa mulai dari Carik, Kaur Pemerintahan,Kaur Pembangunan,Kaur Keuangan,Kaur Kesra/Modin dan Kaur Umum.Kemudian di bangun Kantor desa pada Tahun 1986-1987.Jabatan Kepala desa yang dijabat oleh Djarman berakir pada tahun 1990,karena Undang-undang 5 tahun 1979 dilaksanakan yang akirnya seluruh Kepala Desa diberhentikan pada tahun itu, dengan catatan bisa mencalonkan kembali,apabila warga masarakat masih menghendaki . Djarman tidak ikut mencalonkan.Kemudian Jabatan Kepala Desa sementara di PJ.Oleh Sekdes / Ir.Kusprio utomo.Pada tahun 1991 diadakan pemilihan Kepala Desa dengan 2 orang calon ; 1-Kauji,2- Ismail,akirnya Kauji terpilih sebagai Kepala Desa.Mulai bulan Pebruari 1991 Desa Ngraket Kepala desanya Sdr. Kauji pada masa kepemimpinannya Kauji selama 17 bulan juga tidak ada perubahan yang berarti bagi pelaksanaan pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasarakatan,tepatnya pada bulan Juni  1992 Kauji diberhentikan dengan hormat bukan permintaan sendiri oleh Pembantu Bupati atas nama Bupati Ponorogo.Dalam suituasi Desa Ngraket yang kurang kondusif, karena baru saja ada pemberhentian  Kepala Desa, dengan hormat bukan permintaan sendiri . Maka kemudian Bupati mengangkat PJS.Kepala Desa Ngraket diambilkan dari Sekcam Balong / Carteker,yaitu Sdr.DJOKO UTOMO,untuk menjabat PJS.Kepala Desa Ngraket selama 10 bulan. Tahun 1992 akir warga Desa Ngraket sudah bisa mempersiapkan Calon Kepala Desa. Dengan 2 orang Calon, yaitu 1. Sri Sayuti, 2. Katmadi ( suami istri ). Dalam pemilihan yang cukup tegang tersebut Sri Sayuti terpilih menjadi Kepala Desa dan bias mengungguli suaminya / Katmadi .Mulai itu desa Ngraket ada pemimpin Desa seorang perempuan,sepanjang sejarah desa  baru pertama kali desa Ngraket dipimpin oleh seorang Kepala Desa Perempuan dan mulai itu pula keadaan desa Ngraket mulai semakin tertata,baik mengenai bidang  pemerintahan,pembangunan,dan pembinaan kemasarakatannya.Walaupun begitu desa mulai ada perkembangan namum kerikil-kerikil tajam pasti ada,namun semua permasalahan-permasalahan tersebut ternyata merupakan cambuk atau guru untuk memimpin desa di masa kedepan.Selama 8 tahun dilalui oleh Kepala Desa Sri Sayuti dengan nilai baik,walaupun toh masih ada kekurangan dalam mempimpin Desa Ngraket selama 8 tahun tersebut Setelah berakirnya jabatan Sri Sayuti sambil menunggu persiapan masyarakat untuk mengadakan pemilihan Kepala Desa, selanjutnya desa Ngraket ditunjuk  PJs. yaitu Sekdes  Slamet Hariadi selama  satu tahun.Kemudian akir tahun 2001,pemilihan Kepala desa diselenggarakan dengan calon tunggal yaitu Sri Sayuti maju kandidat Calon Kades yang kedua dan selanjutnya juga bisa terpilih menjadi Kepala Desa dengan kemenangan mutlak. Pada masa kepemimpinannya yang periode kedua dan sampai sekarang ,pembangunan Desa  semakin meningkat dan kondusif. 


SEJARAH PEMBANGUNAN  DESA 

Pada masa lalu mengenai pembangunan desa masih banyak yang sifatnya gotong royong, dan tadisionil dalam pembangunan Desa Ngraket sejak kepemimpinan Kepala Desa Djarman budaya gotong royong masih cukup tinggi.Namun karena perkembangan jaman budaya tersebut makin pudar .Kegiatan swadaya  tenaga,uang maupun barang juga semakin sulit.Hanya hal-hal yang sifatnya baku saja  yang bisa dilaksanakan.

PEMBANGUNAN MASA KINI
Dengan adanya warga masyarakat banyak yang sudah mengikuti pelatihan dalam bidang Pembangunan Desa ( Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa ) yang disebut KPMD, maka pembangunan masa kini di desa Ngraket tidak hanya dikelola LPMD, tetapi KPMD juga turut serta terjun dalam Pembangunan Desa.Walaupun sifatnya hanya sebagai pembantu perencanaa dan pelaksanaannya.

Desa Ngraket pernah mendapat predikat Desa Miskin dengan mendapat dana IDT pada tahun 1996-1997 dan sampai sekarang dana tersebut masih ada dan dari sekian kelompok masyarakat miskin juga masih ada yang berkembang dan menjadi Kelompok Simpan Pinjam dan berkembang dengan baik.Pada tahun 2004 dan tahun 2007 desa Ngraket mendapat dana PPK / PNPM berupa fisik gedung Polindes dan Gedung TK. Dan juga mendapat perguliran Pinjaman dana SPP dari UPK.yang sampai sekarang juga bias berkembang menjadi beberapa kelompok dan berjalan dengan baik.

 Kami sangat bersyukur bahwa setiap tahun mendapat Dana Subsidi Desa  dan untuk tahun 2007 ini nilainya bertambah dibanding dari tahun sebelumya. Dengan bantuan pemerintah tersebut  ( ADD ) pembangunan Desa semakin bertambah baik pembangunan Infrastruktur maupun non fisik dan semua itu tidak terlepas dari penunjang dari warga masyarakat yaitu swadaya berupa tenaga. Pembangunan dibidang pertanian juga semakin berkembang,utamanya telah terbentuknya Kelompok Tani di 3 Dukuh.dan satu Gapoktan Desa.Maka petani bisa terkorrdinasi baik cara berkelompok dan berbagai bidang usaha pertanian.



Demografi Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Desa Ngraket terletak di ketinggian antara 132 m dari atas permukaan laut (dpl ), dengan batas-batas wilayah sebagai berikut  :
a. Sebelah Utara        : Desa Ngumpul
b. Sebelah Timur        : Desa Dadapan
c. Sebelah Selatan        : Desa Dadapan dan Desa Bulak
d. Sebelah Barat        : Desa Sumberejo

Sedangkan letak kondisi Desa Ngraket adalah sebagai berikut :
    a.  Jarak dari Ibukota Kecamatan    :    3   Km
    b.  Jarak dari Ibukota Kabupaten    :  15   Km
    c.  Bentang alam                             :  Dataran 


Data Kependudukan

1.    Jumlah penduduk Desa Ngraket per Juli 2010 adalah   1.354   jiwa yang terdiri dari :
a.  Laki – laki          :     681     jiwa
b.  Perempuan         :     673     jiwa
c.  Jumlah KK        :      406     KK

Pembagian jumlah penduduk sesuai dengan Dukuh Masing-masing ;
1.    Dukuh Jugil        ( penduduk =       428    Jiwa =       132    KK )
2.    Dukuh  Krajan        ( penduduk =       504    Jiwa =    150    KK )
3.    Dukuh  Karangkepuh    ( penduduk =       422    Jiwa =       124     KK )
JUMLAH                            =    1.354    Jiwa =       406    KK



Kondisi Fisik Desa Ngraket Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Secara umum kondisi fisik desa Ngraket memiliki kesamaan dengan desa-desa lain di wilayah Kecamatan Balong. Desa Ngraket adalah merupakan daerah dengan ketinggian tanah kurang lebih antara 132  meter dari atas permukaan laut dengan luas wilayah 115,117  Ha yang terdiri dari :

a.  Pemukiman / Pekarangan        :    25,66       Ha
b.  Sawah                :    56, 96      Ha
c.  Ladang                :    24,50       Ha
d.  Lainnya                :       7.99      Ha
     Jumlah                :  115,117     Ha
 

Post a Comment

Powered by Blogger.