Sindopos.com - PKKPM Sebagai Program Unggulan Era Pemerintahan Jokowi Dalam Mengurangi Angka Kemiskinan.

pkkpm_mengurangi_angka_kemiskinan
 Contoh Keberhasilan PKKPM Dalam Mengurangi Angka Kemiskinan.
Kemiskinan merupakan masalah pembangunan di berbagai bidang yang mencakup banyak segi, dan ditandai dengan pengangguran dan keterbelakangan yang nantinya menjadi ketimpangan antar sektor, wilayah dan antar kelompok atau golongan masyarakat (sosial). Dengan demikian kemiskinan merupakan masalah bersama antara pemerintah, masyarakat dan segenap pelaku ekonomi. Untuk itu negara harus hadir ditengah - tengah masyarakat untuk membuat sebuah kebijakan yang mampu mengurangi beban hidup masyarakatnya.


Semenjak diluncurkan pada Awal tahun 2015 oleh Bappenas, PKKPM menjadi harapan baru di era pemerintahan Jokowi sebagai program unggulan untuk mengurangi angka Kemiskinan di Indonesia. Kemudian pada medium bulan September 2015 PKKPM dilaunching secara resmi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes & PDTT). Semenjak saat itulah kemudian PKKPM mulai kehilangan arah dan seakan mulai seperti dengan Program - program pemerintah sebelumnya yang hanya sekedar sebagai "Pemadam Kebakaran" dimana konsep dasar pemberdayaan mulai luntur berubah menjadi proyek tambal sulam pemerintah. padahal pelaksanaan dilapangan PKKPM benar - benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pedesaan.

Manfaat PKKPM begitu mengena pada sasaran atau orang per orang berkategori miskin. Salah satu contohnya adalah Winarto salah satu rumah tangga miskin sasaran program PKKPM yang berada dilokasi PKKPM Desa Ploso Kecamatan Tegalaombo Kabupaten Pacitan. Sebelumnya Winarto merupakan masyarakat yang masuk dalam data PPLS tahun 2011 dengan kategori sangat miskin yang setelah dilakukan verifikasi ulang secara partisipatif pada tahun 2015 juga masih layak sebagai penerima bantuan PKKPM.

Dengan adanya PKKPM Winarto salah satu rumah tangga miskin sasaran program PKKPM merasa bangga dan bersyukur berkat pendampingan intensif dari para fasilitator PKKPM serta dengan kejelian melihat peluang usaha, potensi lokal disekitarnya, dan didukung PKKPM akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.


Semula winarto bekerja di surabaya dengan penghasilan pas pasan tuk biaya hidup di kota besar itu. Dengan mengusulkan kegiatan pelatihan usaha telur puyuh goreng ke PKKPM, Winarto sekarang bisa berusaha dekat keluarga dan penghasilan lumayan. Istri Winarto, Yanti yang juga salah satu anggota KPB PKKPM mengakses  modal usaha Rp. 2.000.000, sebagai modal untuk pengadaan alat usaha dan pembelian bahan. 

"Sekarang setiap harinya dari jam 06.30 sd 09.00 winarto sudah standby di depan sekolah dasar ploso...setiap hari modal yg dikeluarkan sebanyak Rp. 90.000 untuk pembelian telur puyuh 3 kg, saus,kecap,kertas,minyak,dll. Dengan bermodal kecil dapat menghasilkan omzet 195.000. Dengan usaha usaha telur puyuh goreng yang diinisiasi oleh KPB PKKPM, sekarang Winarto mendapatkan laba bersih tiap hari 105.000.

Winarto merupakan salah satu gambaran keberhasilan PKKPM dalam mengurangi angka kemiskinan. Winarto dan istrinya adalah salah satu potret dan harapan masyarakat dari  program PKKPM. Oleh karena itu masih banyak masyarakat miskin yang menantikan program PKKPM, Karena PKKPM adalah program pemberdayaan tidak memberikan bantuan secara instan atau enaknya saja akan tetapi membuat orang berdaya untuk berusaha dan bekerja..

Post a Comment

Powered by Blogger.