Sindopos.com - Profil Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan
Profil Desa & Kelurahan, Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

 

Kondisi Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagi langkah mendayagunkan dan penyelesaian masalah di masyarakat.

Desa Wonodadi Wetan salah satu desa dari 18   desa di wilayah Kecamatan Ngadirojo, yang terletak 3,5 Km dari Kecamatan. Desa Wonodadi Wetan mempunyai luas wilayah 302,005 Ha. Adapun batas-batas wilayah sebagai berikut :

Batas   
Desa /Kelurahan   
Kecamatan

Sebelah Utara    :  Ketanggung    Sudimoro
Sebelah Selatan  :  Bogoharjo    Ngadirojo
Sebelah Timur    :  Karang Mulyo    Sudimoro
Sebelah Barat    :  Wonodadi Kulon    Ngadirojo

Iklim desa Wonodadi Wetan, sebagaimana desa-desa lain diwilyah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut menpunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo.


Sejarah Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan
                          
Dahulu Desa Wonodadi Wetan terdiri 7 dusun antara laian : 1).Dusun Krajan, 2).Dusun Ketos, 3). Dusun Sambi, 4). Dusun Tawang, 5). Dusun Pager, 6). Dusun Bondalem, 7). Dusun Batang, pada saat pemerintahan dipeganng seorang Lurah yang bernama “ Kromontiko “ setelah  Pak Kromontiko meninggal digantikan anaknya yang bernama “ Poncowikromo “ tahun 1890-1939 (± 40 tahun ) dan pada tahun 1918, pada masa Pak Poncowikromo diadakan klangsiran  yang mengakibatkan pertukaran 2 dusun atara Katir dan Ngobal menjadi wilayah Wonodadi Wetan dan dusun Tawang dan Pager masuk wilayah Wonodadi Kulon, untuk mempermudah penataannya dan pada saat itu sudah menjadi Peta yang sampai sekarang ini . Jadi warga Desa Wonodadi Wetan terdiri dari 7 dusun anatara lain : Dusun Krajan, Sambi, Ngobal, Bondalem, Katir, Batang itupun ada silsillah dusun :

1. Dusun Krajan

Karena lokasi pedusun tersebut dalam dan luas juga penghuninya antara lain Lurah,Carik, Disitu maka dusun tersebut dinamakan dusun Krajan . Dusun tersebut  berdekatan dengan aliran sungai lama kelamaan habis terkikis aliran sungai dan sekarang tinggal 4 KK maka dusun tersebut dijadikan satu dengan dusun Ketos. Jadi dusun tersebut masuk wilayah Ketos jadi dusun Krajan Ketos / Kraket.

2.    Dusun Ketos

Pada jaman dulu dusun tersebut banyak batu-batu besar yang mengakibatkan orang-orang ( janji mingket kejotos ) Jawa maka dusun tersebut dinamakan Ketos.
   
3. Dusun  Katir
   
    Di situ  dahulu  daerah  persawahan  yang subur biarpun tidak seberapa luas dan untuk   aliran  Persawahan  tersebut  perlu diberi katiran (parit) untuk mengairi sawah tersebut maka Dusun tersebut dinamakan Katir.

4. Dusun Bondalem

    Pada jaman   Belanda  dusun  tersebut  merupakan  daerah perkebunan kopi subur, dan
            suatu  hari  ada  orang Belanda  yang bertanya  “ ini kebun siapa “ Niki Kebondalem “
            maka   dusun   tersebut   dinamakan   Bondalem.  Tetapi  kebun  yang  dulu  subur  itu
            sekarang tinggal 1/5 bagian yang dayar habis dikikis aliran sungai.

Pemerintah   Pak  Ponco  Wikromo   berakhir   tahun  1939  dan   digantikan   anaknya bernama Kariyo Arjo > Pemerintah Pak Kariyo Arjo mulai tahun 1939 – 1950.
Setelah Pak Kariyo Arjo meninggal ini desa mengadakan pemilihan lurah, yang terpilih Pak Porto Wiyono (Paroso) tidak berlangsung lama (1000 hari) tahun 1953 – 1965. Setelah itu desa mengadakan pilihan lagi, yang terpilih Pak Porto Sudiro yang masih keturunan Pak Kariyo Atjo beliau menjabat tahun 1953 – 1965 dan pada saat itu Pak Porto Sudiro dihentikan, karena tersangkut G 30 S.PKI., dan digantikan pejabat sementara Pak Joyo Taruno ± 2 tahun, tahun 1967 diadakan pemilihan lurah terpilih seorang pensiunan ABRI, pak Daim. Pada saat lurah Pak Daim desa Wonodadi Wetan agak sedikit mengalami kemajuan karena adanya REPELITA.

Dan pada saat itu pula masyarakat merasakan ada perkembangan, karena tahun-tahun pemerintahan diatas Pak Daim masih tejadi paceklik setiap habis kemarau panjang. Setelah Pak Daim mempelopori pemberantasan hama pertanian seperti tikus, kera, dll. Beliau berani berkorban setiap masyarakat Ketanggung kirim ekor kera diberi imbalan setiap ekornya Rp.5,-. Pada tahun 1967 sampai hama tersebut habis, maka habislah kera di desa kami. Seperti tanaman cengkih itupun pelopor Pak Daim. Pembangunan mulai maju selangkah demi selangkah.



Sejarah Pembangunan Desa

Sebelum tahun 1969 di desa kami belum/kurang mengenal apa arti Pembangunan. Yang akhirnya di Desa kami khususnya dan kecamatan wilayah kami pada umumnya sering terjadi paceklik yang mana mengakibatkan berbagai musibah (kelaparan, penyakit bahkan kematian). Setelah adanya REPELITA setahap demi setahap bisa teratasi. Namun belum mencapai keinginan masyarakat di saat sekarang dan masih banyak yang harus diselesaikan/dibangun. Di tahun-tahun yang telah lalu sistem pembangunan dari pusat kurang tepat sasaran dan akhirnya ada beberapa bangunan yang kurang berfungsi.

Setelah adanya Reformasi di Desa kami banyak kemajuan yang dicapai antara lain: Peremajaan perangkat, terbentuknya BPD, reorganisasi kelembagaan dan kebebasan masyarakat menentukan pilihan-pilihannya semakin terjamin dan tidak ada hambatan. Demikian juga seperti pada masa otonomi daerah seperti sekarang ini menuntut setiap Desa mendukung kegiatan otoda dengan mempersiapkan Desa kita, merencanakan, melaksanakan pembangunan secara mandiri dengan melibatkan semua unsur masyarakat.

Dengan begitu jika desa menjadi mandiri secara tidak langsung tujuan otonomi daerah bisa terwujud.
Maka desa Wonodadi Wetan kita harus bahu-membahu untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dengan menjadi budaya gotong-royong masyarakat dengan adanya kerjasama gotong-royong diharapkan desa mampu menyelesaikan masalah sendiri.


Demografi Desa Wonodadi Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

Desa Wonodadi Wetan terdiri dari 6 dusun dengan jumlah penduduk1.807 jiwa atau 442 KK
Dengan perincian sebagaimana tabel berikut :

Jumlah Penduduk

NO

JENIS KELAMIN

JUMLAH

1.
Laki-laki
888 Orang
2.
Perempuan
919 Orang
3.
Kepala Keluarga
442 KK


Jumlah  Penduduk Menurut Umur
   
NO

UMUR ( TAHUN )

JUMLAH ( JIWA )

1.
> 65
276
2.
60-65
87
3.
55-60
97
4.
50-55
101
5.
45-50
114
6.
40-45
110
7.
35-40
125
8.
30-35
138
9.
25-30
183
10.
20-25
157
11.
15-20
123
12.
10-15
110
13.
5-10
99
14.
< 5
87

J U M L A H

1.087



Keadaan Sosial

Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Wonodadi Wetan adalah sebagai berikut :

Tingkat Pendidikan Masyarakat

NO

TINGKAT PENDIDIKAN

JUMLAH ( ORANG )

1.
Tidak Sekolah / Buta huruf
80
2.
Tidak Tamat SD/Sederajat
80
3.
Tamat SD / Sederajat
1322
4.
Tamat SLTP / Sederajat
22
5.
Tamat SLTA / Sederajat
59
6.
Tamat Di, D2,D3
4
7.
Sarjana
9

Kesenian yang masih ada di wilayah  Desa Wonodadi Wetan adalah sebagai berikut :

Kesenian Masyarakat

NO

JENIS  KESENIAN

JUMLAH KELOMPOK


STATUS
1.
Ketoprak
_
_
2.
Wayang Kulit
_
_


Keadaan Ekonomi

Karena Desa Wonodadi Wetan merupakan Desa pertanian, maka sebagian besar penduduknya mata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai beikut :
 
Mata Pencaharian Penduduk

NO

PETANI

PEDAGANG

PNS

TUKANG/JASA

LAIN-LAIN

1.
1.382
_

8
_
_


Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Desa Wonodadi Wetan adalah sebagai  berikut :

Kepemilikan Ternak

NO

AYAM/ITIK

KAMBING

SAPI

KERBAU

LAIN-LAIN

1.
692
331
40
0
0


 

 

Post a Comment

Powered by Blogger.