Sindopos.com - Seorang fasilitator dituntut untuk mengenali karakter peserta belajar, dan mempersiapkan diri untuk mengembangkan sikap positif peserta terhadap proses dan kegiatan belajar



Bayangkan situasi sulit apa yang bisa dihadapi seorang fasilitator/Pendamping Desa saat mengelola kegiatan kelompok atau pertemuan masyarakat. Dengan tingkat pendidikan pemahaman yang berbeda antara apratur pemerintah desa. Tentunya akan banyak sekali kendala atau hambatan yang dapat terjadi. Mulai terjadi salah paham. Warga mulai jemu, tegang, bingung dan jengkel. Orang yang kesal sukar berpikir jemih. Perhatian mereka menurun. Sebagian peserta diskusi merasa terpaksa memimpin pembicaraan tanpa mereka tahu pemecahannya. Ada yang tidak sabar ingin cepat pulang. Ada pula yang jengkel tapi berusaha untuk tetap tenang.
Fasilitator perlu memahami, situasi pelik lah yang membuat orang bertindak begitu. Karena semua orang sebenamya ingin bekerjasama. Bukan orangnya yang salah. Jadi, tanganilah keadaan sulitnya, bukan orangnya. 
Dalam situasi sulit, tetaplah bersikap tenang dan cobalah untuk mengatasinya. Sikap tidak tenang membuat fasilitator melakukan kekeliruan, sehingga membuat keadaan semakin sulit. Untuk itu Seorang fasilitator dituntut untuk mengenali karakter peserta belajar, dan mempersiapkan diri untuk mengembangkan sikap positif peserta terhadap proses dan kegiatan belajar. 

Menurut Lunandi dalam bukunya 17 Courses on Leadership Training, Gambaran berikut ini mewakili sejumlah karakteristik peserta belajar yang paling sering kita temukan di masyarakat :
  •  Ada orang yang merasa tidak mendapat pengetahuan atau hal yang baru dari kegiatan ini.
  • Ada juga orang yang pesimis, menganggap materi pelatihan tidak akan banyak manfaatnya bagi kehidupannya sehari-hari.
  • Ada orang yang berpikiran empiris, tidak gampang percaya, dan menuntut bukti yang nyata dan bukan sekedar teori.
  • Ada orang yang antusias, dan merasa bahwa materi yang diikutinya memberikan masukan yang sangat bermanfaat bagi dirinya.
  • Ada orang yang selalu to the point, ingin diberitahu apa yang mesti ia lakukan dan tidak suka banyak teori.
  • Juga ada orang yang menuntut untuk dihargai terutama dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan kehidupannya, dan cenderung merasa tersinggung jika caranya dianggap salah
Seorang Pemdamping harus bersikap positif terhadap beragam karakter peserta atau masyarakat dan menanganinya dengan sabar. Seringkali orang yang antusias belajar, justru tidak tahu bagaimana menerapkan pembelajaran ini dalam kehidupan dia. Sehingga Pendmaping harus menangani peserta seperti ini untuk mengkaitkan hasil belajarnya dengan peningkatan kualitas hidupnya. Sementara itu, peserta yang merasa 'pintar' dan tidak memperoleh manfaat dari pembelajaran, bisa saja berbalik menjadi peserta yang mendukung kelompok apabila Pendamping berhasil melakukan pendekatan personal dengannya.

Inilah sebagian Teknik Menangani Situasi Sulit Saat Memfasilitasi Masyarakat. Untuk lebih lengkapnya silahkan Download Modul Teknik Menangani Situasi Sulit Saat Memfasilitasi Masyarakat di Sini :  http://download.imagomedia.co.id/download-page-babb-iv-teknik-menangani-situasi--sulit-saat-memfasilitasi.html

Post a Comment

Powered by Blogger.