Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan
Sindopos.com -
Pasca berakhirnya PNPM - Mandiri Pedesaan pada 31 Desember 2014 kemarin, nyaris tidak ada lagi program skala Nasional yang menjadi unggulan pemerintah. Pasca 2014, pemerintah tidak lagi memiliki gaung dan sangat dirasakan manfaat oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan berakhirnya PNPM-Mandiri Pedesaan ini, ada 2 hal yang harus dibuktikan. Pertama adalah bukti bahwa dengan tidak adanya fasilitator di tingkat grass root tetapi ruh program tetap berjalan dimasyarakt. Kedua, PNPM Mandiri Pedesaan menjadi bukti bahwa dengan program yang bersifat Dari, Untuk dan Oleh Masyarakat adalah program terbaik yang pernah ada di Indonesia. 

Namun demikian masih banyak kendala yang dihadapi dalam implementasi program pemberdayaan masyarakat ini. Ada beberapa hal yang harus diperdalam terkait dengan penanganan masalah kesejahteraan sosial. Masih kurang dipahami secara utuh oleh masyarakat, bahkan oleh para pembuat kebijakan sendiri. Pemahaman dan pengenalan masyarakat yang masih kurang terhadap pembangunan kesejahteraan sosial salah satunyatampak dari minimnya usulan program yang disampaikan masyarakat dalam mekanisme perencanaan mbangunan berbasis masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terutama di tingkat desa/kecamatan. 
Program penanganan masalah sosial menjadi berubah arah ketika sampai di tingkat grass root, Banyak sekali terdapat pemahaman yang terlanjur melekat di benak masyarakat luas bahwa penanganan kesejahteraan sosial semata-mata memberikan bantuan sosial dan tindakan karikatif lainnya. Selain itu ketiadaan inisiatif dalam perumusan rencana program dari bawah yang 
berimplikasi pada rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.

Berangkat dari pemikiran diatas, pada awal pertengahan Maret2015. Pemerintah dalam hal ini Kementrian PPN/BAPPENAS akan meluncurkan program pilot P2B atau Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan. Program P2B ini merupakan uji coba dari Program Kegiatan peningkatan Kesejahteraan Berbasis Masyarakat (PKKPM).

Berikut Daftar Lokasi Dan Pola Perekrutan Pendamping P2B yang berhasil dihimpun reporter sindopos.com
Baca disini : Daftar Lokasi dan Perekrutan Pendamping Sudah Beredar Di Media Sosial

Dalam pelaksanaan program ini mendasari atas 3 (tiga) strategi utama penanggulangan kemiskinan :
1. Pengembangan sistem perlindungan sosial yang menyeluruh danterintegrasi. 
2. Pemenuhan pelayanan dasar bagi penduduk miskin dan rentan.
3. Pengembangan penghidupan secara berkelanjutan (sustainable livelihood) bagi masyarakat miskin dan rentan melalui berbagai kebijakan dan dukungan di tingkat lokal, regional, dan nasional dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Rencana awal dari pelaksanaan program Pilot ini adalah akan dilaksanakan di 5 Provinsi yaitu Provinsi Jambi, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB. Sampai saat ini belum ada penjelasan terkait proses rekruitmen pendamping P2B ini.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini