Penjelasan Fenomena Cracking "'Keretek-keretekin'" Pada Jari Tangan Manusia Secara Ilmiah

Penjelasan Fenomena Cracking "'Keretek-keretekin'" Pada Jari Tangan Manusia Secara Ilmiah
Daftar Isi Artikel


Saat merasa lelah mungkin Anda kerap kali menekuk dan menekan jari-jari tangan hingga menimbulkan suara seperti retakan. Menurut sebuah peneliti suara tersebut hasil dari gelembung gas yang meletup di dalam jari tangan.

Bunyi 'kretek' yang dihasilkan pada kegiatan Knuckle Cracking adalah, pecahnya gas nitrogen dan karbondioksida yang disebabkan oleh dorongan persendian. Gas ini tepatnya berada pada buku-buku jari, atau bahasa sederhananya pada rongga tulang yang satu dengan yang lainnya.

Dilansir dari laman Gizmodo, para peneliti dari Stanford University dan Ecole Polytechnique di Prancis telah melakukan penelitian tentang fenomena cracking pada jari tangan.

Lebih lanjut. penelitian menunjukkan bahwa gelembung mikroskopis di dalam cairan sinovial pelumas dari kolaps sendi ketika sesi ‘retak-retak’ dimulai. Bunyi ini dianalogikan seperti 'buble wrap' pada tubuh.

Untuk mengumpulkan data, peneliti mengambil representasi geometrik dari gerakan sendi selama sesi retak dan mengubahnya menjadi persamaan matematika. Model perangkat lunak menunjukkan bahwa tekanan bergeser dalam tekanan meningkatkan cairan bersama pada gelembung-gelembung gas.

Knuckle Cracking atau meregangkan jari ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Menurut dokter ortopedi dr Oryza Satria, Sp. OT, kebiasaan ini aman-aman saja, namun jika dilakukan terlalu bersemangat juga menimbulkan bahaya lho!

"Tapi jangan terlalu bersemangat juga, karena dapat mengakibatkan ligamen nya luka. Bisa luka kecil ataupun besar," ujar dr Oryza berdasarkan kutipan artikel sebelumnya.

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>