Skip to main content

follow us


Rocky Gerung yang sering tampil dalam acara live talkshow di salah satu stasium televisi nasional ini sering kali mengeluarkan statement yang kontroversial. Tak jarang pulang kata-kata Pria lahir di Manado, Sulawesi Utara sering dijadikan rujukan "Quote" bagi para pemirsa. Selain sebagai seorang filsuf, akademisi dan intelektual publik Indonesia, Ia merupakan salah satu pendiri Setara Institute, sebuah lembaga pemikir demokrasi dan hak asasi; peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi; dan pernah mengajar secara tidak tetap di Departemen Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Berikut ini beberapa Quote Keren Rocky Gerung Yang Kontroversial Rocky Gerung

1. Sumbat telingamu bila tak tahan dikritik. Bukan membekap mulut orang.

2. Literasi artinya mengaktifkan kritisisme. Bukan menghapal nama ikan. Percakapan akademis berasal dari situ.
#Masih200

3. Selain cara berpikir cerdas, juga ada cara berpikir dungu. Dua-duanya cara berpikir. Tinggal pilih. Mengapa harus ngamuk terhadap pilihanmu sendiri?

4. Rekonstruksi tak lagi penting. Konsekwesinya terhadap peradaban politik, itu yang buruk.

5. Otak kosong, distempel apapun, ya tetap kosong.

6. Kandidat sudah tersedia. Ujilah mereka. Ujilah sekeras-kerasnya dengan argumen. Bukan dengan sentimen.

7. Kedunguan itu bertentangan dengan Pancasila.

8. Cara mereka menghina saja dungu. Apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan:)

9. Kekuasaan itu tak mungkin kuat, karena fondasinya adalah kebohongan. Dan kalian terlalu pongah untuk mengakui.

10. Kita merdeka supaya tidak jadi petugas.

11. Kriteria kritik tidak boleh ditentukan oleh pemerintah. Begitu etikanya.

12. Sumbat telingamu bila tak tahan dikritik. Bukan membekap mulut orang.

13. Pebisnis itu bukan petugas partai. Gak bisa disuruh-suruh. Mereka paham tanda-tanda mangkrak.

14. Munafik itu bukan sifat, melainkan siasat busuk: dari penguasa sampai akademisi.

15. Kebebasan berpendapat itu nyawa demokrasi. Mutlak!

16. Yang terjadi adalah yang terlihat. Yang benar adalah yang dimengerti.

17. Perubahan adalah takdir politik. Bagi mereka yang berakal.

18. Fiksi membuat hidup menari, Hidup yang faktual itu mati.

19. Tempurung-tempurung itu berjejer di depan tungku. Siap menjadi arang demi pesta yang tak mereka paham.
#Masih200

20. Kepongahan telah membatalkan prediksi. Akal sehat rakyat sudah tumbuh.

21. Pusat hoax nasional panik. Ratusan pakar sewaan berupaya menegakkan benang basah. Percuma. Akal rakyat telah pulih.

22. Debat ideologi tak bisa dimulai dengan sikap fanatik. Tak mungkin diselenggarakan di ruang feodal. Dan tak layak diikuti golongan tempurung.

23. Tuhan menciptakan malam atas permintaan rindu

24. Ijazah itu cuma tanda seseorang pernah belajar. Bukan tanda ia pernah berpikir.

25. Sunyi adalah rumah rindu. Tak dihuni namun tentram.

26. Loyalitas guru bukan terhadap pemerintah, melainkan terhadap pengetahuan. Itu dalilnya.

27. Kata mengandung arti karena suasana. Seperti rindu dan senja.

28. Debat ideologi tak bisa dimulai dengan sikap fanatik. Tak mungkin diselenggarakan di ruang feodal. Dan tak layak diikuti golongan tempurung.

29. “Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebetulnya.”

30. Tak harus tiba…karena kisah melampaui waktu. Karena tak memerlukan waktu.

31. Memang dia tak mampu. Lalu, apa solusi buat orang tak mampu?

32. Jika kapal hendak tenggelam, tikuslah yang pertama melompat untuk menyelamatkan diri, karena ia tahu, (wong dirinyalah yang melobangi kapal itu

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar