doa-bersama-pemkab-pacitan-dilokasi-banjir-batu
Bupat Pacitan dan Rombongan Meninjau Lokasi Bencana
Pacitan - Memanjatkan doa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar terhindar dari marabahaya di suatu daerah acap kali di lakukan, Seperti hal nya Warga masyarakat Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari mengelar doa bersama agar bencana dan musibah bisa terhindar di wilayah tersebut.

Masyarakat dan Bupati Pacitan Drs H Indartato MM juga segenap jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait menggelar doa bersama berharap agar kejadian tanah longsor dan banjir batu di bukit Parangan, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari tak terjadi lagi.

Doa yang digelar bersama tokoh agama dan puluhan warga desa setempat tersebut digelar  di dekat lokasi yang menjadi pusat material batu di bukit Parangan, Karanggede,(17/1)

pelaksanaan acara Doa bersama dilakukan selama sekitar 30 menit. Ketika doa berlangsung, guyuran hujan membasahi area tempat pelaksanaan, Namun hal tersebut tidak menyurutkan Niat dari acara doa bersama.

Karena deras nya hujan yang menguyur wilayah arjosari dan tepatnya di daerah Karangrejo tersebut, Terlihat pergerakan bebatuan dan tanah yang longsor dari bukit Parangan mengikuti air yang turun dari atas bukit.

 ‘’Doa ini dipanjatkan untuk memohon keselamatan kepada Allah. Agar tidak terjadi lagi longsoran dari bukit (Parangan) yang mengakibatkan banjir batu seperti beberapa waktu lalu,’’kata Bupati yang di Usung Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa doa bersama tersebut dilakukan karena bencana yang terjadi tidak lepas dari kuasa Allah Swt. 

‘’Begitu melihat sumber longsoran, sangat sulit ditanggulangi,dan kita akan cari solusi nya,agar tidak terjadi lagi bencana,’’ ungkap Orang nomor satu di kabupaten Pacitan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato berharap dan meminta kepada semua pihak untuk waspada atas segala kemungkinan bencana alam yang terus terjadi di Pacitan.

“Insya Allah saudara-saudara kita di sini diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Yang terpenting mari kita biasakan siaga, waspada, serta selalu berdoa,” Tegasnya.

Diperkirakan, luas retaka longsor tersebut hampir mencapai dua hektare. Pun, terlihat jelas material bebatuan yang seolah siap terjatuh jika diguyur hujan. Gejala retakan di titik tersebut sudah lama terjadi.

Upaya pengurangan risiko bencana juga sudah dilakukan warga bersama pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Sebagian warga bahkan sudah menyiapkan lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu bencana menimpa di wilayah tersebut.(tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.