bupati-pacitan-kunjungi-korban-tanah-gerak-purworejo-pacitan
Bupati Pacitan Kunjungi Korban Tanah Gerak Purworejo Pacitan
Pacitan - Kabupaten Pacitan merupakan Kabupaten yang memiliki wilayah yang berbukit dan tebing acap kali tertimba musibah, Baik Tanah Longsor,Banjir,Banjir Batu dan Baru-baru ini adalah bencana Alam Tanah gerak.

Bencana alam tanah gerak yan terjadi di Dusun Krajan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan memantik keprihatinan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Bupati Pacitan Drs H Indartato MM bersama Wakil Bupati Drs H Yudi Sumbogo dan sejumlah pejabat Pemkab mengunjungi korban terdampak tanah gerak di Desa  Purworejo,(27/1)

Bupati dan Wakil Bupati berkesempatan menyerahkan santunan kepada korban tanah gerak tersebut. Selain memberikan bantuan kepada Para korban, Bupati serta Pejabat Pemkab juga makan bersama dengan bungkus makan daun jati bersama warga Dusun Krajan, Desa Purworejo.

Sebanyak 15 rumah warga di bawah lereng di Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan rusak akibat tanah gerak. Dari 15 rumah yang rusak ada lima rumah yang rusak berat.

Dari 15 rumah yang terdampak, lima di antaranya mengalami rusak berat namun masih bisa ditempati dan satu rumah rusak berat dan tidak dapat ditempati.

Retakan tanah akibat tanah gerak paling lebar mencapai sekitar sepuluh sentimeter. Rekahan atau retakan kemungkinan akan terus bertambah apabila intensitas hujan tetap tinggi.

Bencana tanah gerak yang melanda tersebut sudah terjadi satu tahun lamanya. Kali ini merupakan yang terparah. Semakin parah ketika memasuki bulan Desember hingga saat ini.

Pada awalnya yang pertama terdampak hanya ada tiga rumah. Yakni rumah milik Sunarto, Kateni, dan Jaswadi. Ketiga rumah tersebut belakangan menjadi rumah dengan dampak terparah. Para pemiliknya kini enggan menghuni rumah masing-masing.

Sunarto dan keluarga memilih mengungsi ketika malam hari sejak awal Januari lalu. Sementara Kateni dan Jaswadi dua pekan terakhir ikut meninggalkan rumah saat malam.

Pergerakan tanah ditengarai terjadi karena intensitas hujan yang tinggi di sepanjang tahun lalu. Selain itu kontur Dusun Krajan berlokasi di daerah berbukit. Karena itu, tanah pun menjadi labil dan terus bergerak meski perlahan. Tanah gerak  tersebut  ternyata turut dipengaruhi gempa tektonik yang terjadi di berbagai daerah.

Meski dalam skala kecil dan tidak dapat dirasakan manusia, namun efek gempa tersebut mampu menjalar hingga ke lempeng tanah di bawah bumi Pacitan. Efek getaran tersebut membuat rekahan-rekahan yang semakin diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi. (tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.