Sindopos.com - Profil Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 

Kondisi Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo


Sejarah Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Dikisahkan oleh para sesepuh Desa Jalen secara turun-temurun, bahwa nama Desa Jalen berasal darn kata. MenjalinlRotan " yang artinya mengikat atau menggabungkan.

Menurut cerita, konon pada jaman Majapahit berkuasa di Ponorogo, Prabu Kertabumi Brawijaya V adalah raja Majapahit yang memiliki putra yang berjumlah 101. Salah satu istrinya adalah Putri Bagelen yang memiliki putra, yaitu Raden Jaka Panoleh atau Lembu Kenongo atau Raden Bathoro Katong atau yang dikenal Jaka Piturun. Raden Katong adalah anak ke 22 dan masih bersaudara dengan Raden Patah Sultan Demak, sama bapak beda ibu.

Pada suatu hari Prabu Kertabumi Brawijaya V memberi mandat kepada Bathoro katong untuk datang ke Wengker (sekarang Ponorogo). Kedatangannya ke Wengker dalam rangka menemui Demang Suryongalam. atau Ki Ageng Kutu yang mbalelo kepada Majapahit, kerena, ketidaksetujuannya atas penganggkatan Raden Patah sebagai Adipati Demak disebabkan perbedaan keyakinan. Maka terjadilah perseteruan antara Demang Suryongalam atau Ki Ageng Kutu dengan Raden Bathoro Katong yang dibantu Ki Ageng Mirah dan Tumenggung Seloaji.

Raden Bathoro Katong adalah tipe pemimpin yang mengutamakan " Mikul Duwur mendhem Jero ". Raden Bathoro Katong adalah representasi (mewakili) pemerintah Majapahit (Hindu-Budha) kepada kekuasaan Demak (Ponorogo –Islam) dengan artinya lebih memilih mengedepankan model dialog sekalipun pilihan-pilihan dengen model Konfrontasi sulit untuk dihindari.

Perjuangan beliau untuk menguasai wilayah Wengker tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kekuatan batin. Dan setelah melalui perjuangan yang panjang. Akhirnya Wengker dapat ditaklukkan oleh Raden Bathotro Katong yang dibantu Ki Ageng Mirah dan Tumenggung Seloaji.

Setelah Raden Bathoro Katong menguasi Ponorogo, maka perluasan wilayahpun tidak dapat dihindari, dikarenakan banyak pendatang yang datang ke Ponorogo. Diantaranya murid atau utusan Raden Patah untuk menyebarluaskan Agama Islam di Ponorogo. Perluasan wilayah dilakukan ke berbagai penjuru arah, salah satunya Ponorogo selatan. Namun para pendatang tersebut berpisah, ada yang menuju kearah Timur, ada yang ke Selatan, dan juga ke Barat.

Dalam perluasan wilayah di daerah selatan yang masih berupa hutan ditumbuhi pohon "menjalin" (rotan). Penebangan hutanpun selesai dan berubah menjadi sebuah Desa yang disebut Jalen. Jadi Desa Jalen berasal dari kata menjalin" atau rotan yang secara bahasa berarti mengikat atau menggabungkan.

Sebenarnya antara Desa Jalen dan Medelan dulunya merupakan Desa yang berdiri sendiri. Kemudian kedua Desa tersebut bergabung menjadi satu dengan nama Jalen.

Menurut cerita, pada suatu malam ada sesepuh yang bermimpi mendapat wangsit bahwa Jalen dan Medelan akan bersatu dengan kepala Desa adalah orang yang bernama Osman. Kebetulan di masing-masing Desa itu ada orang yang bernama Osman, singkat cerita maka dikumpulkan warga untuk memilih salah satu Osman sebagai kepala Desa.

Setelah diadakan pemilihan, akhirnya yang terpilih adalah Osman yang berasal dari Desa Jalen. Sejak kejadian tersebut Desa Jalen dan Desa Medelan bergabung menjadi satu dengan nama asal dari kepala Desanya yaitu Jalen sampai sekarang.



Demografi Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Desa Jalen merupakan desa daaran rendah yang cukup subur karena sumber air sangat melimpah, yang berapa pada ketinggian + 103 m dari atas permukaan laut. Desa Jalen berada terletak  + 1 km dari kecamatan Balong dan + 14 km dari Ibu Kota Kabupaten Ponorogo, yang mana desa ini terbagi menjadi 2 dukuh, yaitu : Dukuh Jalen dan Dukuh Medelan.

Luas wilayah Desa Jalen adalah + 174,4 Ha yang mana batas-batas wilayah tersebut adalah :
- Sebelah Utara     : Desa Sedarat, Kec. Balong
- Sebelah Timur     : Desa Karangmojo Dan Desa Balong, Kec. Balong
- Sebelah Selatan   : Desa Balong Dan Desa Singkil, Kec. Balong
- Sebelah Barat     : Desa Dadapan Dan Desa Sedarat, Kec. Balong 

Sedangkan pembagian luas wilayah Desa Jalen + 174,4 Ha terdiri dari sebagai berikut :
1.    Tanah pekarangan pemukiman     : 54    Ha
2.    Sawah                                         : 79    Ha
3.    Hutan negara                               : -       Ha
4.    Ladang                                        : -       Ha
5.    Lainnya                                        : 41,4 Ha


   
Keadaan Sosial Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Kondisi sosial dan budaya masyarakat desa Jalen masih banyak yang ter aga kelestariannya. Budaya gotong royong juga masih sangat terpelihara dengan baik hal ini terbukti pada kegiatan contohnya membongkar rumah, mendirikan rumah dan kerja bhakti lingkungan. Juga terdapat kelompok--kelompok sosial masyarakat dan lembaga pemerintahan yang kesemuanya berfungsi untuk mengawal, mengawasi dan juga memfasilitasi program-program pembangunan yang digulirkan oleh pemerintah ke Desa Jalen, antara lain BPD yang diketuai oleh Ahmad Marjadi, LPMD yang diketuai oleh Warsito, PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani, Yassinan. Berikut keadaan/kondisi sosial masyarakat Desa Jalen ditinjau dari beberapa aspek diantaranya :

a. Kesenian

Seni Reyog Ponorogo
Seni tradisional Reyog Ponorogo dahulu ada kan tetapi seiring dengan perjalanan waktu dan tergusurnya dengan kesenian modern, perkumpulan seni reyog Ponorogo di Desa Jalen sekarang tidak ada. 

Seni Music Hadroh dan Kerawitan
Untuk seni music hadroh masih bertahan dan masih sering ditampilkan pada acara-acara pernikahan, perayaan hari besar Islam ataupun pentas-¬pentas kesenian lainnya.

Seni Kerawitan
Seni kerawitan dulu juga pernah ada, namun karena keterbatasan sarana prasarana dan kurangnya minat generasi muda pada kesenian tradisional ini akhirnya sekarang kelompok kesenian ini sudah tidak eksis lagi.


b. Organisasi Kepemudaan dan Olahraga

Kegiatan olah raga merupakan sarana dan media yang cukup efektif di kalangan remaja dan pemuda untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Olah raga yang cukup digemari di kalangan remaja dan pemuda Desa Jalen adalah bulu tangkis, bola volley, dan sepak bola. Akan tetapi kegiatan olah raga ini tidak berjalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana dan kurangnya perhatian dari pihak pemerintah Desa maupun instansi terkait dan tidak adanya lapangan sepak bola di Desa Jalen.

Selain club olahraga, ada organisasi yang digunakan sebagai sarana kegiatan kepemudaan bagi generasi muda Desa Jalen yaitu Karang Taruna Desa Jalen yang beranggotakan remaja dan pemuda Desa Jalen yang meliputi perkumpulan pemuda dari dua dusun yaitu :
1.    Perkumpulan pemuda Dusun Jalen
2.    Perkumpulan pemuda Dusun Medelan

Perkumpulan pemuda ini biasanya eksis pada kegiatan-kegiatan sosial masyarakat contohnya upacara pernikahan, kematian dan kegiatan-kegiatan sosial yang ada di lingkungan wilayahnya masing-masing. Akan tetapi meskipun ada dua perkumpulan pemuda tetapi tetap dibawah naungan satu Desa yaitu Desa Jalen.

Selain sebagai wadah pengembangan kreatifitas bagi generasi muda, organisasi ini juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturrohmi antar generasi muda di wilayah Desa Jalen sehingga diharapkan keberadaan organisasi ini mampu melestarikan sikap gotong royong dan rasa kebersamaan antar warga yang kini dirasa sudah mulai berkurang.


c. Organisasi Perempuan

Selain organisasi kepemudaan, di Desa Jalen juga terdapat perkumpulan/organisasi-organisasi sosial keagamaan dan juga organisasi kelompok perempuan.

Organisasi perempuan yang ada di Desa Jalen yaitu PKK Desa Jalen. Organisasi ini merupakan organisasi formal yang ada di setiap Desa yang diketuai langsung oleh istri Kepala Desa dan bergerak di bidang pemberdayaan peningkatan kesejahteraan perempuan peDesaan dengan salah satu kegiatan ekonominya adalah simpan pinjam UP2K yang dikelola langsung oleh PKK maupun UEP-SP yang dananya berasala dari PN-PM mandiri.


d. Organisasi Keagamaan

Organisasi atau lembaga sosial masyarakat lainnya yang ada di Desa Jalen yaitu organisasi sosial keagamaan yang terbagi menjadi Kelompok jama'ah Yassinan Perempuan sendiri dan Jama'ah Yassinan Laki-laki. Keberadaan kelompok yassinan ini sangat diperhitungkan oleh masyarakat kerena merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan rasa kebersamaan yang tinggi dengan anggotanya hampir meliputi semua warga, Desa Jalen.

Selain merutinkan kegiatan Yassinan, kelompok Yassinan ini juga berfungsi sebagai wadah dan sarana informasi juga media untuk sosialisasi program-program kegiatan pembangunan yang ada di Desa Jalen karena pada setiap kegiatannya juga selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti santapan rohani, sosialisasi program pembangunan dan lain-lain yang bermanfaat bagi anggotanya.


e. Organisasi Petani

Karena sebagian besar masyarakat Desa Jalen adalah petani maka untuk menampung aspirasi dibentuklah organisasi petani yang tergabung dalam GAPOKTAN ( Gabungan Kelompok Tani) yang merupakan induk dari pada, kelompok tani di Desa Jalen.

Sedangkan kelompok tani sendiri di Desa Jalen ada, di masing-masing dusun yaitu :
1.    Kelompok Tani Srigading.
2.    Kelompok Tani Lestari Mulyo.
3.    Kelompok Tani Sari Asih.

   
   
Keadaan Ekonomi Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Jalen sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertanian baik pemilik lahan maupun penggarap, sawah. Kondisi tanahnya yang sangat subur dan sumber air melimpah menjadikan wilayah Kecamatan Balong terkenal sebagai pensuplay hasil pertanian baik pertanian pangan maupun produk holtikultura. Kondisi alam yang subur ini juga di alami oleh Desa Jalen. Namun dikarenakan kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu berdampak sangat buruk pada petani kita karena harga pupuk dan pestisida yang melambung tinggi dan sarana produksi pertanian yang harganya tidak terjangkau mengakibatkan kaum petani banyak yang merugi. Akibatnya angka kemiskinan semakin bertambah dan pengangguran semakin meningkat.

Berikut gambaran dari kondisi perekonomian Desa Jalen yang berdasarkan dari mata pencaharian penduduk
Buruh tani                 :     225 Orang
Petani                       :     377 Orang
Tukang Kayu            :    12 Orang
Tukang batu              :    16 Orang
Sopir /angkutan        :     9 Orang
TNI/Polri                 :    12 Orang
Pedagang                 :     44 Orang
Wiraswasta              :    96 Orang
PNS                        :    26 Orang
Pensiunan                :    28 Orang
Pengangguran          :    179 Orang
 

 

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini