Sindopos.com - Profil Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan.

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan


Kondisi Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan

Pentingnya memahami kondisi desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberi arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendaya gunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.

Desa jetis Lor adalah  salah satu dari sembilan Desa yang ada di Kecamatan Nawangan, yang terletak 1 Km ke arah utara dari Kota Kecamatan, dengan luas wilayah 1.276,26 Ha. Adapun batas-batas wilayah Desa Jetis Lor adalah :

B  A  T  A  S     D  E  S  A
Sebelah Utara    :  Desa Penggung dan Desa Pakis Baru
Sebelah Selatan   :  Desa Nawangan
Sebelah Timur    :  Desa Sempu
Sebelah barat    :  Desa Tokawi

Iklim di Desa Jetis Lor, sebagaimana desa desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan musim penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung  terhadap pola tanam yang ada di desa Jetislor Kecamatan Nawangan.



Sejarah Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan

Sejarah Desa Jetislor dapat ditelusuri  berdasarkan cerita para orang tua dan para pelaku sejarah  namuntidak didukung data yang pasti , misalnya prasasti atau dalam bentuk lainnya.

Alkisah, kurang lebih pada abat ke 17 terbentuklah sebuah kademangan di Suruhan ( sekarang berada di Dusun Krajan ) yang dipimpin oleh seorang demang bernama Jontiko. Jontiko sendiri asal muasalnya tidak diketahui dengan jelas. Jontiko membuka lahan dan berkembang menjadi sebuah kademangan  dengan membawai 3 padukuan yaitu : dukuh Dawuhan, Dukuh Suruhan dan Dukuh Pare.

Menurut cerita yang berkembang Dukuh Dawuhan terjadiketia perang Diponegoro berakhir, ada seorang pelarihan yang sudah tua sehingga biasa dipanggil kaki ( kakek ), membuka lahan disebelah utara Dukuh Suruhan. Kaki ( kakek ) tersebut terkenal  dengan kepatuhannya kepada  Demang ( pimpinan ), setiap diperintah  selalu siap ( sendiko dawuh ), akhirnya menjadi sebutan bagi tanah yang  baru dibukanya, yaitu Dukuh Dawuhan. Sedangkan Kaki ( kakek ) tadisebagai penghuni awa;l Dukuh Dawuhan terkenal dengan sebutan Eyang Kaki, yang makamnya sampai sekarang masih dikeramatkan oleh sebagian orang terletak di Dusun Dawuhan.  Sedangkan asal muasal dukuh Suruhan dan Dukuh Pare tidak ada data pendukung, sehingga tidak bisa diketahui dengan pasti.

Demang Jontiko berhenti  dari Jabatan Demang digantikan oleh Demang Sono yang bertempat di Pelem dengan memerintah Kademangan Suruhan. Pelem adalah sebutan tempat yang berada disebelah barat Suruhan.

Setelah memerintah beberapa saat lamanya Demang Sono  digantikan oleh Demang yang bertempat tinggal di Jetis, karena demangnya berada di Jetis maka kademangannyapun sebutannya adalah Kademangan Jetis. Wilayah Jetis sendiri berada di sebelah barat Suruhan dan Pelem  dan masih berada diwilayah Suruhan.
Karena Demang ibarat Raja di kademangan maka lama kelamaan tempat tinggal Demang  berubah menjadi Dukuh Krajan ( tempat raja ).

Suatu ketika ada pisowanan agung di Kadipaten Pacitan  ( sekarang Rapat Kepala Desa di Pendopo Kabupaten ) masing masing Demang dipanggil, namun ternyata ada demang yang memiliki nama wilayah yang sama yaitu Kademangan Jetis. Untuk membedakan kademangan tersebut oleh Kanjeng Jimat ( Bupati Pacitan  waktu itu ) dibedakan namanya; kademangan Jetis yang berada diwilayah Arjosari dinamakan Kademangan Jetis Kidul, sedangkan kademangan yang berada di Nawangan dinamakan Kademangan Jetis Lor.

Setelah Demang Jetis berhenti digantikan oleh Demang  / :Lurah Joyo Menggolo yang berkedudukan di Dukuh Pare ( sekarang Dusun Guwo ) dengan membawahi Dukuh Dawuhan, Dukuh Krajan, Dukuh Pare, Dukuh Bendar, Dukuh Taman Sari dan Dukuh Petung (  kemudian sebutan kademangan berubah menjadi Desa dan dipimpin oleh seorang Lurah ).

Lurah Joyo Menggolo berhenti kira kira pada tahun 1902 dan digantikan oleh Lurah Kasan Raji, yang memerintah sampai tahun 1932. Selanjutnya Desa  Jetis Lor dipimpin oleh Lurah Ali Murtadlo ( terkenal dengan sebutan mbah ngali ) sampai tahun 1964.

Karena Lurah Ngali sudaah tua dan tidak mampu melaksanakan tugas, maka tugas sehari hari ditangani oleh Carik Mispandi.  Kemudian Carik Mispandi diangkat menjadi Lurah di Desa Jetis Lor mulai tahun 1964 s/d 1978.

Pada tahun 1978  Lurah Mispandi mengundurkan diri dan digantikan oleh Mohammat Tohir hingga tahun 1998. Dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 5 Tahun 1979 dimana masa jabatan kepala desa adalah 8 tahun, maka Mohammad Tohir yang sudah menjabat selama 8 tahun diberhentikan dengan hormat.

Kemudian Mohammad Tohir mencalonkan diri menjadi Calon Kepala Desa  Jetis Lor untuk periode kedua, dan terpilih sehingga menjabat untuk yang kedua kalinya dengan masa jabatan 8 tahun sampai tahun 1999.

Sejak tahun 1999 sampai sekarang  Desa Jetis Lor dipimpin oleh Kepala Desa Wanita , yaitu Sulasmi, yang telah menjabat untuk periode kedua.



Demografi Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan

Desa Jetis Lor terdiri dari 6 dusun yaitu : Dusun Krajan, Dawuhan, Petung, Guwo, Bendar dan Dusun Tamaansari, dengan jumlah penduduk sebanyak 4 472 terdiri darilaki laki sebanyak  2 232 dan perempuan sebanyak 2 240 jiwa.

Sedangkan komposisi umur penduduk Desa Jetis Lor sebagaimana tabel berikut :
Jumlah Penduduk Menurut umur
NO
Umur ( Tahun )
Jumlah ( Jiwa
1
  65

2
60 – 64

3
55 – 60

4
50 – 55

5
45 – 50

6
40 – 45

7
35 – 40

8
30 – 35

9
25 – 30

10
20  - 25

11
15 – 20

12
10 – 15

13
5 – 10

14
  5

J   u   m   l   a   h


Keadaan Sosial Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan


Masyarakat di Desa Jetis Lor rata rata perpendidikan  setingkat SD dan SLTP namun demikian  juga banyak yang berpendidikan S1 dan bahkan S2 :
Tingkat Pendidikan mMasyarakat
NO
TINGKAT PENDIDIKAN
JUMLAH (Orang )
1
Tidak Sekolah / Buta Huruf

2
Tidak Tamat SD / Sederajat

3
Tamat SD / Sederajat

4
Tamat SLTP / Sederajat

5
Tamat SLTA / Sederajat

6
Tamat D1,D2,D3

7
S.1

8
S.2


Jenis Kesenian yang masih ada dan berkembang di Desa Jetis Lor ada beberapa jenis sebagaimana tabel berikut :

Kesenian masyarakat
NO
JENIS KESENIAN
JUMLAH KELOMPOK
STATUS
1
Slawatan
5
Aktif
2
Samroh
2
Aktif
3
Hadrah
1
Aktif
4
Reog
1
Aktif


Keadaan Ekonomi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan


Desa Jetislor merupakan  Desa Agraris, oleh karena itu  kebanyakan pendudukkan bermata pencaharian sebagai petani, sebagaimana tabel berikut :
Mata Pencaharian Penduduk
Petani
Pedagang
PNS/TNI/POLRI
Tukang / Jasa
Lain lain







Kepemilikan Ternak
Ayam / Itik
Kambing / Domba
Sapi
Kerbau
Lain lain






 

 

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini