Sindopos.com - Waspada..!, Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) Mulai Menyebarkan Ajarannya.
Waspada_Gafatar_(Gerakan_Fajar_Nusantara)
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

Kasus hilangnya Dr. Rica dan sejumlah orang baru-baru ini diduga ada kaitan dengan Gafatar. Gafatar sendiri merupakan singkatan dari Gerakan Fajar Nusantara. Di website Gafatar (Website Gafatar http://gafatar.org/ Sekarang dibekukan dan tidak bisa di akses), organisasi ini disebut dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tahun 2012. Awalnya, organisasi berlambang sinar matahari berwarna oranye ini terdiri dari 14 DPD. Tidak ada update soal jumlah kepengurusan, namun di website lain disebutkan jumlah kepengurusan berkembang hingga 34 DPD.

Dilansir dari halaman media sosial Gafatar menyebutkan "Kami, Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), berpendapat bahwa saat ini, kita perlu melakukan gerakan reinterpretasi dan reaktualisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa menuju fajar kebangkitan dan kejayaan Nusantara di masa datang. Gerakan ini semakin niscaya dalam rangka upaya memperkuat paham kebangsaan kita dan sekaligus memberi solusi atas sebuah ketidakpastian, ke mana biduk peradaban bangsa ini akan berlayar di tengah lautan dunia yang penuh tantangan dan multikrisis?"

Menurut informasi, Gafatar sendiri merupakan kamuflase perkembangan dari Komandeman Wilayah (KW) NII di bawah garis Nabi Palsu Ahmad Mosshadeq yang pernah diadili di bogor karena kasus penistaan agama. Meskipun dalam pengakuannya, Ahmad Mosshadeq telah bertaubat, tapi tak sepenuhnya bisa dipercayai.

Yang mengejutkan lagi adalah terkait Bibit Samad (eks pimpinan KPK) pernah masuk dalam dewan pembina Gafatar. Namun menurut pengakuannya, yang kami lansir dari detik.com, mengutarakan bahwa ia merasa tertipu. "Saya tertipu mas. Makanya saya mundur. Saya itu jadi Ketua Dewan Pembina 2013, dan mundur 2014," jelas Bibit saat berbincang, Selasa (12/1/2016).

Bibit sadar dirinya tertipu ketika dia diajak bertemu pemimpin besar Gafatar yang disebut sebagai messiah di markas utamanya di Ciputat. "Loh ini apa. Ini agama baru, saya langsung mundur saat itu juga. Tapi saya bilang sama mereka, Anda akan melawan masyarakat," jelas Bibit bercerita pengalamannya pada 2014 lalu.

Pria messiah itu disebut Moshadeq. Bibit langsung mencari di internet, dan pria yang diyakini Gafatar sebagai messiah itu pernah diadili di Bogor pada 2009 karena penistaan agama.Gafatar itu Budidaya Intelijen

"Bahkan sesungguhnya, pasca penangkapan Ahmad Mosshadeq, gerakan ini tidak terhenti. Justru semakin berkembang. Kenapa bisa demikian? Karena pemahaman islam yang salah dan tak sempurna di tengah-tengah masyarakat yang membuat organisasi menyimpang dan sesat ini terus tumbuh subur," ujarnya mengakhiri wawancara.

Masyarakat harus Waspada dan kritis melihat dan menilai ajaran - ajaran yang berkembang di masyarakat. Berikut ini Ciri-ciri ajaran Gafatar yang dihimpun redaksi sindopos.com dari berbagai sumber :

- Tidak wajib sholat 5 waktu,
- tidak wajib puasa ramadhan,
- Syahadat mereka berbeda,
- Yang bukan kelompok mereka dianggap kafir,
- Gerakan hampir mirip dengan NII,
- Gafatar sempalan NII.
- Kegiatan mereka berkedok melakukan aksi sosial agar eksistensi mereka diakui oleh masyarakat.
- Mereka tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir.
- Mereka tidak wajib menunaikan ibadah haji dan melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid.
- Gafatar mengakui generasi setelah Nabi Muhammad adalah Ahmad Musadek. “Ia diakui datang ke dunia sebagai utusan Tuhan,”



Post a Comment

Powered by Blogger.