Sindopos.com - Pacitan, Aktivitas permainan gaple (kartu domino, Red) yang acap kali digelar di teras Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pintar Telecenter (Rupintec).

Sutedjo, Ketua RW 02, Lingkungan Krajan, Kelurahan Pacitan
Sutedjo, Ketua RW 02, Lingkungan Krajan, Kelurahan Pacitan
Aktivitas permainan gaple (kartu domino, Red) yang acap kali digelar di teras Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pintar Telecenter (Rupintec), Kecamatan/Kabupaten Pacitan, saat malam hari, terus menuai sorotan. Ketua RW 02, Lingkungan Krajan, Kelurahan Pacitan, Sutedjo, menegaskan, pemanfaatan area milik pemerintah sebaga‎i ajang permainan kartu berseri tersebut agar segera dihentikan. Selain tidak etis dari sisi norma sosial, juga bisa memicu tingkat kerawanan. Sebab, beberapa pemain kartu gaple, ditengarai bukan dari warga sekitar. "Para pemainnya, banyak yang dari luar, bukan warga kami," terang Tedjo, begitu Sutedjo, karip disapa, Rabu (18/3).
Sebagai warga yang dituakan di lingkungannya, Tedjo sangat berharap agar satuan kerja pengguna aset milik daerah itu bisa bertindak tegas. Terutama kepada petugas yang melakukan pengamanan kantor saat malam hari. Menurut dia, tupoksi seorang petugas jaga malam bukan untuk bermain gaple. Tapi mereka punya tanggung jawab mengamankan gedung perkantoran milik pemerintah daerah tersebut.
‎Selama ini, lanjut Tedjo, banyak satuan kerja lain, seperti Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertambangan dan Enegeri, serta lembaga perbankan yang berlokasi di RW 02, namun tidak pernah dipergunakan sebagai ajang permainan gaple atau permainan kartu sejenisnya seperti UPT Rupintec. Apalagi, rumah dinas Sekretaris Kabupaten, juga berdekatan dengan Rupintec. "Ini sangat tidak pas, kalau lingkungan perkantoran hampir setiap malam digunakan ajang permainan gaple," sindir pensiunan PNS dilingkup Dinas Pendidikan itu, kemarin.

Terkait persoalan tersebut, Tedjo mengakui, sudah banyak warga lingkungannya yang mendesak agar kegiatan tak semestinya itu benar-benar bisa dihentikan. ‎"Banyak warga yang komplain, dan meminta agar Dinas Pendidikan bahkan bupati bisa segera bersikap," bebernya pada wartawan.

Sementara itu, sebagaimana pernah diberitakan, kawasan Rupintec selama ini memang acap kali digunakan ajang permainan kartu domino oleh sekelompok orang yang bukan warga sekitar. Mereka berdalih, ‎ikut mengamankan aset milik pemerintah daerah tersebut, saat malam hari. Padahal sejatinya, UPT dibawah kendali Ngudi tersebut sudah menunjuk tenaga harian lepas sebagai penjaga malam.  Dilain pihak, Kepala Dinas Pendidikan, setempat, Sakundoko, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas penggunaan gedung Rupintec, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, mantan Staff Ahli Bupati itu tidak bersedia mengangkat, meski terdengar nada sambung. (yun).

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini