Oleh : Mohammad Fauzi

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mendorong terjadinya banyak perubahan, hal tersebut banyak menuntut kesiapan sumberdaya manusia yang kompetitf dan berkualitas. Hal tersebut tentu memberikan persepsi perlunya kemajuan dan pengembangan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan.Dunia pendidikan sangat penting dan tidak terlepas dari kebutuhan manusia itu sendiri.

Untuk mencapai perkembangan di dunia pendidikan maka haruslah pendidikan itu sendiri beradaptasi dengan zaman, sebagaimana kita ingat pesan Nabi Muhammad Saw “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya dan bukan zaman mu”. Pendidikan masyarakat berkualitas menjadi tanggung jawab dari pendidik, terutama dalam menyiapkan peserta didik menjadi subyek yang semakin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif dan mandiri serta profesional pada bidang masing-masing.

Keharusan guru dalam mendorong dan mendukung siswa ke arah kreatif pemanfaatan TIK mutlak dilaksakan. Untuk itu peranan guru sangat di butuhkan demi keseimbangan penguasaan dan pengemasan informasi yang bakal di hadapkan dan disajikan kepada siswanya. Karena ada kemungkinan siswa telah memahami lebih jauh satu persoalan dari pada gurunya.
Seperti yang kita tahu, penggunaan ICT, yaitu seperti handphone, computer, laptop, kamera digital, MP3 player, internet, dan lain sebagainya sudah sangat marak di tengah-tengah masyarakat kita. Tak diragukan lagi, seiring dengan perkembangan zaman, sudah semakin banyak masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia, yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang sudah semakin canggih.

Jika dibandingkan dengan zaman dahulu sebelum teknologi semaju saat ini, tentu saja dapat kita rasakan sendiri betapa bermanfaatnya suatu teknologi. Teknologi memberikan banyak sekali kemudahan bagi kita dalam menjalani kehidupan. Informasi sudah banyak yang mudah sekali didapatkan, hanya dengan sentuhan kecil di jari kita. Zaman sekarang ini bahkan terdapat sebuah kalimat slogan dari Telkom yang terasa tepat sekali menggambarkan keadaan dunia kita zaman sekarang ini, yaitu”The world in your hand”.

Dengan menggunakan telefon genggam yang sudah semakin canggih tersebut, pengguna yang terkoneksi dengan internet dapat menemukan berbagai macam informasi yang dibutuhkannya, kapanpun dan dimanapun. Bayangkan, hanya dengan sebentuk alat kecil di dalam genggaman tangan Anda! Dengan menggunakan telefon genggam tersebut, kita dapat mengetahui kejadian apa yang sedang berlangsung di belahan dunia yang lain, kita dapat terhubung dengan kenalan-kenalan kita walaupun sedang berjauhan dan masih banyak lagi. Seolah-olah dunia sudah tanpa batas, semua orang dapat terhubung satu sama lain. Kita dapat melihat dunia hanya dengan menggunakan telefon genggam.

Jika kita lihat dari penggunanya, pengguna ICT berasal dari kalangan yang bermacam-macam. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para orang tua pasti mengenal dan merasakan manfaat dari penggunaan ICT. Beberapa fakta mungkin terasa mencenggangkan, karena bahkan anak-anak yang belum bisa membaca pun sudah dapat menggunakan dan mengaplikasikan ICT dengan cukup baik meskipun masih terbatas.

Melihat fenomena yang semakin sering terjadi ini, tentunya akan menarik untuk dapat mengkaji apa pengaruh dari penggunaan ICT terhadap kondisi para penggunanya. Tentunya sudah banyak sekali isu yang beredar, baik mengenai pengaruh positif bahkan pengaruh negatif yang disebabkan oleh penggunaan ICT ini. Penggunaan ICT, jika kita lihat dari sisi psikologisnya, memang terdapat banyak sekali manfaat dari penggunaan ICT. Tapi, berbanding lurus dengan segala manfaatnnya, tentu saja banyak pula hal-hal merugikan yang bisa kita dapatkan.

Jika kita lihat lebih dalam dari sisi pendidikan, teknologi sudah sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. William James dan John Dewey mengemukakan suatu prinsip, konstuktivisme, yang tidak sekedar meminta peserta didik untuk menghafal informasii tetapi juga member mereka peluang untuk membangun pengetahuan dan pemahaman materi pelajaran (Santrock, 2008). Pendidikan yang mendukung prinsip konstruktivisme adalah pendidikan yang memasukkan unsur teknologi di dalamnya. Jadi dengan adanya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran tentu akan dapat meningkatkan kreativitas serta membangkitkan rasa ingin tahu dalam diri peserta didik.
Menurut Teori Perkembangan Vygotsky, terdapat tiga konsep utama, yaitu: 

1. Genetic Law of Development
Setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua aturan, yaitu tataran sosial lingkungannya dan tataran psikologis yang ada pada dirinya.
2. Zone of Proximal Development Perkembangan kemampuan seseorang dapat dibedakan dalam dua tingkat, yaitu tingkat perkembangan actual yang tampak dari kemampuannya menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan masalah secara mandiri, dan tingkat perkembangan potensial yang tampak dari kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugasatau pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa.
3. Mediasi Mediator yang diperanan lewat tanda maupun lambing adalah kunci utama memahami proses-proses sosial dan psikologis. Oleh karena itu, jika dikaji lebih mendalam, teori perkembangan kognitif Vygotsky akan diitemukan dua jenis mediasi, yaitu media metakognitif dan mediasi kognitif.
Media metakognitif adalah penggunaan alat-alat semiotic yang bertujuan untuk melakukan self regulation (pengaturan diri) yang mencakup: self planning, self monitoring, self checking dan self evaluation. Media ini berkembang dalam komunikasi antar pribadi.


Sedangkan media kognitif adalah penggunaan alat-alat kognitif untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan pengetahuan tertentu. Sehingga, media ini bisa berhubungan konsep spontan (yang bisa salah) dan konsep ilmiah (yang lebih terjamin kebenarannya)


Jika kita perhatikan teori Vygotsky di atas, maka dapat kita lihat bahwa perkembangan kognitif seseorang dipengaruhi tataran sosial lingkungannya dan tataran psikologis dalam dirinya, artinya jika lingkungan seorang anak adalah lingkungan yang sangat erat dengan penggunaan ICT, maka anak tersebut juga akan belajar untuk menggunakan ICT pula meskipun pada dasarnya ia masih belum mengetahui konsep ICT itu sendiri. Hal itu dapat kita lihat dari anak-anak kecil zaman sekarang yang jauh lebih senang bermain menggunakan gadget daripada bermain dengan teman sebayanya. Lingkungan keluarganya yang selalu menggunakan gadget tentu yang menjadi peneyebab bagi anak tersebut untuk berperilaku seperti itu
.
Adapun dampak positif kemajuan TIK, antara lain :
1. Merangsang daya imajinasi, inisiatif dan berpikir kreatif
2. Menumbuhkan empati anak
3. Pengenalan jenis emosi
4. Membantu identifikasi nilai-nilai kehidupan di masyarakat
5. Membantu tumbuhnya motivasi dan minat anak
6. Penyaluran bakat dan minat anak
7. Memfasilitasi perkembangan kognitif anak
8. Meningkatkan wawasan anak
9. Memperluas relasi sosial anak.

Selain dampak positif, kemajuan TIK juga memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, antara lain meliputi :

1. Menciptakan ketergantungan terhadap teknologi
2. Memunculkan perilaku anti sosial
3. Ajang eksperimen hal-hal yang negatif
4. Meningkatkan agresifitas anak pada hal-hal yang negatif
5. Meningkatkan perilaku imitasi anak pada hal-hal negatif
6. Perubahan bentuk relasi sosial.

Dengan mengetahui beberapa dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan TIK tersebut, tentunya sebagai pengguna  yang cerdas dan sebagai seorang guru hendaknya kita harus dapat menyeleksi dan mengarahkan pada anak-anak tentang pengaruh-pengaruh yang dapat diakibatkan oleh ICT. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan dan jangan lupa untuk berusaha memajukan juga anak-anak di sekitar kita. Coba untuk mengedukasi anak-anak didik kita agar tidak hanya menerima pengaruh buruknya saja, tetapi juga pengaruh baiknya. Kita harus semakin bijak menyikapi segala perkembangan yang terjadi di zaman ini dan tetap berusaha melestarikan nilai-nilai luhur bangsa yang semakin hari semakin terkikis.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

Powered by Blogger.