Kesatuan Polisi Pamong Praja, Pol PP, dipojokkan.  Kali ini yang menyudutkan adalah salah seorang calon legislatif.  Dia berlaga di Dapil 1, Pacitan-Ppringkuku.  “Sat Pol PP itu telah melakukan diskriminatif,’ ujar Sunyoto Karyawan.
Kabul, nama lain Sunyoto, mengatakan bahwa sejak lama ada aturan tegas dalam Perda.  Intinya adalah larangan memasang bentuk iklan di pohon hidup dengan cara dipaku.  Aturan itu tegas tidak ada perkecualian.  Bagi yang melanggar ancamannya jelas, alat peraganya dicabut.
Kata mantan anggota DPRD ini, Satpol PP bertindak sangat tegas kepada caleg.  Apapun alat peraganya akan dicabut jika dipakukan di kayu hidup.  “Masa kampanye pada tahun-tahun lalu begitu.  Yang dipakukan ke kayu diambil begitu saja” jelasnya.
Diakui Kabul, ketegasan seperti itu tidak berlaku bagi pemasang iklan komersiil.  Iklan kecil-kecil berisi loundry, iklan servis komputer, iklan pinjaman koperasi dan sebagainya itu dibiarkan.  Padahal, jelas melanggar dengan bukti dipakukan di pohon hidup.
Karena bukti-bukti itu Kabul meminta Pol PP tidak diskriminatif lagi.  (Vid)

Post a Comment

Powered by Blogger.