Bagi Sunyoto Karyawan, nol satu adalah harga mati.  Benar-benar harga mati dan tidak bisa diganggu gugat.  Siapapun bertanya dan kapanpun bertanya dia menjawab tetap nol satu.  “Pokoknya nol satu.  Titik,” jelasnya.
Menurut dia nol satu itu riil.  Maksudnya apa yang sudah dilakukan memang ada dan diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat.  Berdasarkan bukti-bukti di masyarakat, kemakmuran yang dirasakan jelas sekali.
Selain itu, nol satu selama ini tidak terbukti menggunakan jabatannya utuk kepentingan pribadi.  Anaknya tetap saja membuka bisnis kuliner.  Mereka tidak merubah bisnisnya menjadi pemborong atau apa saja yang minta fasilitas kepada negara.
Soal orang keduanya, Kabul, sebutan beken untuk Sunyoto Karyawan menyebut hebat.  Alasannya dia didukung penuh oleh organisasi induknya.  “Moralnya itu sangat-sangat layak untuk panutan.  Kalau tidak manut kyai manut siapa,” katanya.
Pengurus sebuah partai ini juga menilai nol dua masih sebatas fiksi.  Masih bayangan atau masih dongengan.  Belum ada bukti kipranya di pemerintahan.  (Vid)

Post a Comment

Powered by Blogger.