Skip to main content

follow us


Bagi Sunyoto Karyawan, nol satu adalah harga mati.  Benar-benar harga mati dan tidak bisa diganggu gugat.  Siapapun bertanya dan kapanpun bertanya dia menjawab tetap nol satu.  “Pokoknya nol satu.  Titik,” jelasnya.
Menurut dia nol satu itu riil.  Maksudnya apa yang sudah dilakukan memang ada dan diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat.  Berdasarkan bukti-bukti di masyarakat, kemakmuran yang dirasakan jelas sekali.
Selain itu, nol satu selama ini tidak terbukti menggunakan jabatannya utuk kepentingan pribadi.  Anaknya tetap saja membuka bisnis kuliner.  Mereka tidak merubah bisnisnya menjadi pemborong atau apa saja yang minta fasilitas kepada negara.
Soal orang keduanya, Kabul, sebutan beken untuk Sunyoto Karyawan menyebut hebat.  Alasannya dia didukung penuh oleh organisasi induknya.  “Moralnya itu sangat-sangat layak untuk panutan.  Kalau tidak manut kyai manut siapa,” katanya.
Pengurus sebuah partai ini juga menilai nol dua masih sebatas fiksi.  Masih bayangan atau masih dongengan.  Belum ada bukti kipranya di pemerintahan.  (Vid)

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar