Sindopos.com
John, Koplo dan Koplak harus berurusan dengan pihak berwajib.  Pasalnya, gara-gara ketiganya Mawar harus hamil tiga bulan.  Tapi, belum ada kepastian siapa diantara ketiganya yang ketiban sampur.  “Tidak tahu, yang jadi ini punya siapa,” kata Mawar sambil menundukkan wajahnya.
Menurut warga Kecamatan Sudimoro ini, ketiganya adalah tetangga sendiri.  Arinya saling mengenal.  Karena kehabisan paket data untuk gawainya, maka dia minta tolong Koplo.  Pemuda tujuh belas tahun ini menyanggupi.  Karena kebaikan itulah, gadis tujuh belas tahun ini bisa disenggol.   Habis itu bisa diajak gituan.
Koplo mengakui, setiap Mawar kehabisan paket data maka dia membelikan.  Dibalik itu, Koplo punya moral bejat.  Gadis lemah ini diminta melayani nafsunya.  Kelakuan ini dilakukan di hutan.
Koplak, mendengar cerita koplo.  Perjaka tujuh belas tahun ini juga mengikuti Koplo.  Itu terjadi setelah teman sejawat ini saling bercerita.  “Katanya, cukup paket data dua puluh ribu sudah bisa merasakan,” jelas Koplak.
Cerita Koplo dan Koplak ini juga sampai ke telinga John.  Bocah kelas IX SMP ini mengikuti lankah seniornya.  Dengan modal paket data Rp 25.000,- dia bisa menikmati kehangatan Mawar.
Akhirnya cerita ini terbongkar setelah Mawar berbadan dua.  Saat ini gadis cantik ini hamil tuju bulan.   Sampai hari inipun belum ada kejelasan calon bapak jabang bayi.  (Vid)

Post a Comment

Powered by Blogger.