Skip to main content

follow us

Hari jadi Pacitan tahun ini, Mamik Bambang Sutejo mendapat peran sesepuh.  Dialah yang bertugas mengambil Toya Wening (air bening).  Air itu kemudian akan dibawa ke pendopo Kabupaten Pacitan.  “Bupati akan membasuh muka lalu berwudhu dengan air itu,” jelasnya.
Mantan Kepala desa Tanjungsari ini menjelaskan bahwa pengambilan toya wening di sumur kotak, tepatnya di petilasan Raden Tumenggung Adipati Notopura di Sukoharjo.   Ini harus dilakukan Mamik dengan laku yang benar.
Untuk itulah, tanggal 18 Februari, selepas maghrib, dia akan ke Sukoharo.  Kemudian nembung dengan batinnya kepada Tumenggung Notopura untuk diperkenankan mengmbil air suci.  Jika diperkenankan maka air bening di sumur kotak baru diambil.  “Jika tidak ditembung sangat berbahaya.  Jadi tidak bisa untuk main-main,” jelasnya.
Jam sembilan pagi, air itu diarak ke Pendopo Pacitan untuk diserahkan kepada Bupati.  Membawanya air itu dengan arak-arakan.  Air yang diarak dalam bejana itulah yang akan dipakai Bupati Indartato membersihkan diri dan hatinya. (Vid)

You Might Also Like:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar