Sindopos.com - Meskipun Beresiko Diamputasi, Mereka Rela Agar Pabrik Semen Yang Berpotensi Merusak Lingkungan.

aksi-cor-semen-kaki-tolak-pabrik-semen
Aksi Cor Semen Kaki Tolak Pembangunan Pabrik Semen (Photo by : JW/Dharmawansyah)
Sejumlah petani menyemen kaki saat aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/3/2017). Mereka menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah karena dinilai berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Mereka tiba di depan Istana Merdeka pada Rabu (13/03/2017) siang, untuk menyampaikan tuntutan penghentian rencana pendirian pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng.
“Pegunungan Kendeng adalah lumbung pangan kami semua, ada sumber mata air di sana, dan kami perlu itu" Ungkap Deni Yuliantini salah seorang petani dari Grobogan yang ikut dalam aksi unjuk rasa kepada awak Media.

Selama berada di Jakarta, kesembilan perempuan yang dikenal dengan sebutan Kartini Pegunungan Kendeng ini, menginap di kantor LBH Jakarta. Mereka merupakan para petani sepanjang pegunungan Kendeng yaitu Rembang, Pati, dan Grobogan, Jawa Tengah.
Semua aktivitas, mulai dari makan, tidur hingga berganti pakaian, mereka lakukan dengan kaki terpasung semen.

“Kami hanya bisa berbuat seperti ini, mengecor kaki kami, karena kami tidak pernah didengar. Kalaupun keadaan berbicara lain, kami hanya bisa pasrah, mungkin yang memiliki keadilan yang akan berbicara, dan alam juga pasti akan berbicara dengan sendirinya.” kata Yuliatini dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu Wicaksono Narendro Utomo, dokter Rumah Sakit Islam Cempaka Putih yang mengawal para peserta aksi menyatakan bila Membelenggu kaki dengan kotak kayu diisi semen, adalah tindakan yang berisiko.

"Kaki bisa kekurangan pasokan darah seperti itu. Yang paling dikhawatirkan nanti kaki bisa bengkak, ini bertahan maksimal lima hari," ujarnya.

Dalam skenario terburuk, aksi mengecor kaki itu bisa menimbulkan penyakit, yang harus diobati dengan cara diamputasi. Oleh karena itu, dalam mengawal para peserta aksi, salah satu hal yang diberi perhatian khusus adalah kondisi kaki para peserta. 

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini