Praperadilan-Kasus-Korupsi-PN-ketapang
Praperadilan Kasus Korupsi PN Ketapang
KETAPANG - Hakim Pengadilan Negeri Ketapang menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh Heri Yulistio dan Uray Imran. Kedua tersangka kasus korupsi ini pun harus menjalani masa penahanan di Lapas Kelas II B Ketapang sembari sambil menunggu proses hukum berlanjut.

Hakim ketua, Ersin, membacakan putusan pada sidang praperadilan yang digelar di Ruang sidang Pengadilan Negri Ketapang, Hakim menolak seluruhnya permohonan praperadilan terkiat penetapan tersangka dan penahanan kedua pemohon.

 "Penetapan tersangka dan penahanan telah sesuai prosedur," kata Ersin saat membacakan putusan.(25/1)

Sidang praperadilan tersebut diikuti oleh pejabat dan pegawai dari Dinas Kesehatan Ketapang. Mulai dari Kepala Bidang, Kepala Seksi hingga staf. Mereka memberikan dukungan moril kepada Heri Yulistio yang hingga saat ini masih belum tergantikan sebagai Kepala Dinas Kesehatan Ketapang.

Bahkan, salah satu pengunjung sidang sempat mengalirkan air mata karena hakim menolak praperadilan tersebut. "Dasar penolakan permohonan praperadilan karena keduanya ditahan setelah ditetapkan tersangka. Sementara penetapan tersangka juga sudah sesuai prosedur, di antaranya memiliki dua alat bukti," kata Humas Pengadilan Negeri Ketapang, Heri Sutanto.

Ia juga menjelaskan, sidang praperadilan tersebut hanya menyidangkan sah atau tidaknya penahanan dan penetapan tersangka. Sementara untuk pembuktian apakah mereka salah atau tidak, maka dapat dibuktikan di sidang perkara. "Ini bukan ranah pembuktian siapa yang salah, itu nanti di sidang perkaranya," jelasnya.

Berdasarkan pertimbangan, penolakan seluruh permohonan pemohon karena para pemohon yang diwakili kuasa hukumnya dinilai tidak dapat membuktikan dalil-dalil permohonannya. Sebaliknya, Kejari Ketapang sebagai termohon dapat membuktikan dalil-dalilnya.

 "Jadi berdasarkan itu, seluruh permohonan praperadilan dari para pemohon untuk seluruhnya ditolak," ungkapnya.

Kepala Kejaksaan Negri Ketapang, Joko Yuhono, melalui Kasi Pidsus, Zulkhaidir, mengatakan, penetapan dua tersangka dan melakukan penahanan telah sesuai prosedur dan aturan hukum.

 "Penetapan tersangka dilakukan setelah cukup bukti minimal dua alat bukti. Penahanan dilakukan ada dasarnya, yang jelas apa yang kita lakukan sudah sesuai aturan. Hakim juga berpendapat sama dan menolak gugatan kedua tersangka dalam praperadilan tadi," katanya.

Ia menjelaskan, setelah permohonan praperadilan kedua tersangka ditolak oleh PN Ketapang, pihaknya akan langsung melanjutkan proses penyidikan terhadap kasus ini.

"Kita akan lanjutkan penyidikan. Jika semuanya sudah lengkap, secepatnya kita limpahkan ke pengadilan," tegasnya. (afi/tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.