Gubenur Kalbar Himbau Agar Jangan Mudah Terpacing Isu Yang Memecah Belah Kerukunan

gubernur-kalbar-Frederika-Cornelis
Gubernur Kalbar Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis 
PONTIANAK - Menanggapi situasi yang berkembang saat ini di Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengimbau agar jangan terpancing, karena hakekatnya masyarakat Kalimantan Barat sudah hidup bersama dengan damai sejak ratusan tahun lalu.

“Saya minta kepada semua untuk tidak terpancing, biasa saja. Kalau mau ambil langkah ya langkah hukum yang ditempuh. Jangan terpancing emosi, jangan bikin pemerintah susah,” ujar Orang Nomor satu Di Kalimantan Barat Saat Pertemuan Bersama Mahasiswa Kabupaten Landak.(26/1)

Dalam Kegiatan tersebut dihadiri seribu lebih mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Pontianak yang berasal dari Kabupaten Landak. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis dan undangan lainnya.

Cornelis juga menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Harapan Bangsa berupa bingkisan dan diterima langsung pembina panti.

Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalbar dan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar itu mengungkapkan bahwa kondisi ini sengaja diciptakan untuk mengganggu konsentrasi pemilihan Bupati di Landak dan Singkawang. Untuk itu ia mengajak agar semua elemen menyikapi masalah dengan tidak emosional dan berpikir Jernih.

“Karena akibat rusuh kita miskin, saling curiga mencurigai, tidak berkembang di segala bidang, yang susah juga kita sendiri, jangan mudah percaya isu berkembang macam-macam, pemerintah mampu, kita punya TNI dan Polri, Jadi Jangan kawatir,” Tegas Gubenur yang sudah dua periode memimpin Kalbar ini.

Agar tindakan anarkis atau keributan jangan sampai terjadi karena yang kasihan adalah masyarakat di kampung yang tak tahu persoalan yang sudah hidup berdampingan dengan damai sejak lama.

Di sisi lain, Cornelis juga mengajak mahasiswa ikut mensukseskan pesta demokrasi di dua daerah yakni Singkawang dan Landak.

"Pemilukada tidak lama lagi pada 15 Februari mendatang. Bila sudah terdaftar sebagai pemilih mahasiswa sebaiknya pulang untuk menggunakan hak pilihnya. Ini sebagai bentuk mensukseskan Pilkada," Ujarnya.

Selain soal partisipasi aktif ia juga meminta mahasiswa bisa ikut menjelaskan kepada masyarakat bahwa calon tunggal itu tetap sah menurut undang-undang. 

Ia menilai partisipasi aktif itu adalah sebagai bentuk pembelajaran politik bagi mahasiswa. Dalam menghadapi pilkada nanti mahasiswa asal Landak supaya pulang karena pemerintah akan menyatakan hari itu libur.

Karena itu ia mengingatkan agara mahasiswa dan masyarakat Landak dan Singkawang agar datang untuk menggunakan hak pilihnya.

"Khusus di Landak, kalau sampai kotak kosong yang menang maka tidak ada penanggung jawab pemerintahan. Karolin maju karena dia sudah teruji bukan semata-mata anak Cornelis, tapi karena dia sudah memahami apa yang menjadi masalah pembangunan di Landak," jelasnya. 

Selain itu juga ia berpesan mahasiswa asal Landak dan Singkawang menyelesaikan kuliah tepat waktu, karena pemerintah berupaya memberikan yang terbaik dalam bidang pendidikan.

"Kuliah jangan main-main, agar benar-benar untuk mendengarkan firman Tuhan, kita percaya Tuhan itu ada. Tak perlu mempersoalkan agama orang lain, urus agama kita saja." katanya.

Ia juga mengingatkan jika mahasiawa untu aktif berorganisasi. Sebab aktivitas itu bisa menambah wawasan, memahami situasi terkini, belajar dari suku lain yang sudah maju dan berpendidikan. 

"Kita baru muncul, jadi harus ekstra hati-hati harus lebih cerdas dan pintar supaya mampu menguasai alam beserta isinya sesuai perintah Tuhan, Kuliahlah yang benar tepat waktu cerdaskan diri anda pintarkan dari anda. Kalau pintar dengan iman pengharapan dan kasih kita mampu menundukan alam. Jangan habis natal bersama lalu kelakuan tak tentu rudu." pungkasnya.(mse/tyo)

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form