penangkapan-DPO-spesialis-pemecah-kaca-mobil
Penangkapan DPO Spesialis Pemecah Kaca Mobil
KETAPANG – Satu dari dua pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil, berhasil diringkus Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang. Pelaku, Arahman (24), ditangkap di kediamannya di Kabupaten OKI Sumatera Selatan pada Sabtu (15/1) lalu. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Ketapang melalui Kaur Bin Ops Reskrim, Ipda Ogan, menjelaskan jika kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil ini, dilakukan tersangka pada 28 Desember lalu. Dipastikan dia, ada dua pelaku dalam aksi yang terjadi di halaman parkir Bank Mandiri Cabang Ketapang tersebut.

"Kedua pelaku berhasil membawa lari uang korban sebesar Rp600 juta yang disimpan di dalam mobil. Rencananya pelaku akan memecahkan kaca mobil. Namun karena mengetahui pintu mobil tidak terkunci, pelaku membuka mobil dan mengambil uangnya," kata Ogan,  (19/1)

Ia mengakui jika kedua pelaku terbilang cukup lihai dalam menjalankan aksinya. Diketahui mereka, jika pelaku merupakan pencuri spesialis pecah kaca dan residivis yang pernah dipenjara di Papua, dengan kasus yang sama.

 "Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka melakukan pengintaian sebelum beraksi," jelasnya.

Pada saat kejadian berlangsung, kepolisian yang menerima laporan dari korban, langsung melakukan penyelidikan. Dari data yang didapatkan di lapangan, dipastikan dia, mengarah kepada kedua pelaku. Polisi pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui sudah keluar dari Ketapang. 

"Arahman alias Ali ini ditangkap di kediamannya di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan," ujar Ogan.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya, Op, dipastikan dia, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "Identitasnya sudah kita ketahui. Anggota sedang mengejarnya," tegas Ogan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya dua unit rumah yang dibeli oleh pelaku dari hasil kejahatan. Dari tersangka, kepolisian juga menyita uang tunai Rp10 juta, sisa dari hasil kejahatan. 

"Pelaku ini mengaku membagi dua hasil kejahatannya. Dua unit rumah yang dibeli dari hasil kejahatan ini, kami sita!" tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku, menurut dia, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan harus kembali ke sel. Tersangka akan diancam kepolisian dengan pasal 362 KHUP dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.

Ogan juga berpesan kepada seluruh masyarakat, agar berhati-hati dan waspada saat membawa uang dengan jumlah yang besar. Jika memang dimungkinkan untuk dibawa, dia menyarankan agar membawanya saja dan tidak meletakkannya di dalam mobil. "Kita minta juga tidak terlalu mencolok ketika membawa harta benda di muka umum. Jika terjadi kejahatan, segera melapor," pungkasnya. (HR/tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.