infrastruktur-dasar-yang-rusak-dan-harus-diperbaiki
infrastruktur dasar yang Rusak dan harus diperbaiki
PACITAN – Kabupaten Pacitan yang memiliki wilayah yang berbukit dan tebing, Sehingga sangat rentan akan bencana Alam seperti tanah Longsor dan Tanah gerak, Akibat dari Pergeseran tanah mengakibat kan beberapa ruas jalan dan jembatan yang ada di beberapa wilayah mengalami Keretakan dan Ambles. Sehingga Banyak Jalan - jalan di 12 Kecamatan yang mengalami rusak ringan dan berat.

Melihat Hal tersebut Pemerintah Daerah mengelontorkan Milyaran rupiah untuk menutup lubang dan kerusakan di ratusan ruas jalan Pacitan. Tahun ini, pemkab mengalokasikan sedikitnya Rp 85 miliar dalam APBD 2017, untuk memperbaiki 223 jalan dan 13 jembatan yang tersebar di 12 kecamatan.

Perbaikan dilakukan serentak. Diperkirakan, sebanyak 223 ruas yang diperbaiki masih belum termasuk seluruh kerusakan yang ada di ruas jalan Pacitan.

 ‘’Titik kerusakan jalan ini menyebar. Ada banyak terutama di daerah-daerah berbukit,’’ jelas Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pacitan, Suparlan,(16/1)

Anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, Sebelumnya, anggaran untuk pos yang sama mencapai Rp 95 miliar. Tahun ini, berkurang karena titik kerusakan baru tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya,Ungkap nya.

Berbagai jenis kerusakan terdapat di 223 ruas jalan yang akan diperbaiki itu. Mulai dari berlubang, retak, hingga amblas terbawa longsor.

 ‘’Ada semua di Pacitan. Jenis kerusakan apapun semua ada,’’ ujar Suparlan.

Menurutnya, penyebab utama sebagian besar jalan rusak di Pacitan adalah faktor geografis. Hampir sebagian besar jalan di Pacitan berlokasi di lereng tebing. Dengan mudah, longsoran material dari tebing pun menimbun atau bahkan ikut mendorong keretakan di badan jalan.

Selain itu, kelebihan beban muatan juga semakin memperparah kondisi kerusakan jalan. Terutama di daerah berbukit. Dimana banyak truk lewat membawa material seperti kayu atau bebatuan.

 ‘’Seringkali dengan kondisi jalan yang dengan mudah terbawa pergerakan tanah, kendaraan yang melintas overload (kelebihan beban muatan),’’ terangnya.

Sejauh ini, kerusakan jalan yang dirasa paling parah adalah di jembatan bailey, Gemaharjo, Tegalombo. Rupanya, pergerakan tanah tidak hanya terjadi disana. Di Nglaran, Tulakan, Dondong dan Pelem di Pringkuku, atau Kledung, Bandar, contohnya. Di empat wilayah tersebut, ruas jalan sama parahnya seperti yang terjadi di Gemaharjo.

Penanganan perbaikan infrastruktur di empat wilayah tersebut hampir sama. 

‘’Paling efisien dan aman, ya pindahkan saja jalan dan jembatannya dari titik pergerakan tanah. Sebab, mau diperbaiki bagaimanapun, akan kembali amblas jika tidak pindah,’’Pungkasnya.(tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini