Klaten - Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi yang di lakukan Bupati Klaten terus berlanjut, Kali ini KPK Membidik Anak dari Bupati Klaten tersebut untuk Menjadi saksi.  Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil anak Bupati Klaten Sri Hartini, Andy Purnomo. Anggota DPRD Klaten yang juga politikus PDI Perjuangan itu akan digarap sebagai saksi suap mutasi dan promosi jabatan. Dia itu akan diperiksa untuk ibunya.   "Saksi diperiksa untuk tersangka S," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, (25/1).   Ini pemeriksaan yang kedua kalinya terhadap Andy dalam kasus yang terbongkar lewat operasi tangkap tangan itu.   Selain Andy, penyidik juga memanggil  saksi dari kalangan pemerintah Kabupaten Klaten.   Mereka yang dipanggil yakni ajudan bupati Klaten Edy Dwi Hananto dan Nina Puspitasari, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Sartiyasto, Inspektur Klaten Syahruna. Kemudian, Kepala Bidang Mutasi BKD Klaten Slamet, PNS Klaten Lusiana dan Sukarno.   Andy sebelumnya digarap KPK kurang lebih tujuh jam, Senin (16/1). Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan hanya disodorkan sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik.   "Nanti sama penyidik saja. Ya, ada kisaran 20 (pertanyaan)," ujar Andi kepada wartawan di kantor KPK, Pengacara Andi, Dedi Suwadi mengatakan, penyidik hanya klarifikasi berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan rumah dinas.   "Itu sudah disampaikan. Nanti biar penyidik sajalah yang menginformasikan," kata Dedi mendampingi Andi.   KPK pernah menyatakan ada dugaan keterlibatan Andi dalam dugaan suap yang menjerat ibunya itu. Hanya saja KPK belum memerinci peran Andi.   Saat menggeledah rumah dinas bupati Klaten, KPK menemukan Rp 3 miliar di dalam lemari kamar Andi. Selain itu, ada Rp 300 juga ditemukan di dalam lemari kamar Sri.  (boy/tyo)
Klaten - Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi yang di lakukan Bupati Klaten terus berlanjut, Kali ini KPK Membidik Anak dari Bupati Klaten tersebut untuk Menjadi saksi.

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil anak Bupati Klaten Sri Hartini, Andy Purnomo. Anggota DPRD Klaten yang juga politikus PDI Perjuangan itu akan digarap sebagai saksi suap mutasi dan promosi jabatan. Dia itu akan diperiksa untuk ibunya.

"Saksi diperiksa untuk tersangka S," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, (25/1).

Ini pemeriksaan yang kedua kalinya terhadap Andy dalam kasus yang terbongkar lewat operasi tangkap tangan itu.

Selain Andy, penyidik juga memanggil
saksi dari kalangan pemerintah Kabupaten Klaten.

Mereka yang dipanggil yakni ajudan bupati Klaten Edy Dwi Hananto dan Nina Puspitasari, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Sartiyasto, Inspektur Klaten Syahruna. Kemudian, Kepala Bidang Mutasi BKD Klaten Slamet, PNS Klaten Lusiana dan Sukarno.

Andy sebelumnya digarap KPK kurang lebih tujuh jam, Senin (16/1). Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan hanya disodorkan sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik.

 "Nanti sama penyidik saja. Ya, ada kisaran 20 (pertanyaan)," ujar Andi kepada wartawan di kantor KPK, Pengacara Andi, Dedi Suwadi mengatakan, penyidik hanya klarifikasi berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan rumah dinas.

"Itu sudah disampaikan. Nanti biar penyidik sajalah yang menginformasikan," kata Dedi mendampingi Andi.

KPK pernah menyatakan ada dugaan keterlibatan Andi dalam dugaan suap yang menjerat ibunya itu. Hanya saja KPK belum memerinci peran Andi.

Saat menggeledah rumah dinas bupati Klaten, KPK menemukan Rp 3 miliar di dalam lemari kamar Andi. Selain itu, ada Rp 300 juga ditemukan di dalam lemari kamar Sri.  (boy/tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.