Sindopos.com - Pacitan Rawan Bencana Alam Akibat Cuaca Buruk.

bencana-landa-pacitan
Bencana Tanah Longor di Desa Gedangan Keamatan Tegalombo

Musim penghujan dengan intensitas tinggi yang akan mencapai puncaknya di bulan Desember ini membuat berbagai bencana alam terjadi di Pacitan, Salah satu titik rawan bencana alam di Pacitan adalah sepanjang jalur Pacitan-Ponorogo yang melewati tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Pacitan, Arjosari dan Tegalombo. Mengingat kondisi tersebut, bagi yang mau melalui jalur Pacitan-Tegalombo untuk super waspada karena banyaknya titik longsor.

Berdasarkan catatan yang ada, sekitar 22 titik rawan tanah longsor, Dengan lokasi yang berbeda dan tersebar di beberapa wilayah  Kabupaten Pacitan yang menyebabkan kerusakan beberapa rumah warga.

Seperti kejadian pada Sabtu Dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Gedangan kecamatan Tegalombo, Material longsor menutup seluruh badan jalan Pacitan - Ponorogo, Mengakibatkan Penumpukan Kendaraan hampir 1 Km, Setelah dilakukan proses pembersihan material oleh Dinas PU Pacitan,Dan selama hampir 4 jam di lakukan pembersihan akhirnya jalur bisa dilalui kendaraan Roda 2 dan 4.

Bahaya bencana lain yang terjadi, Adalah Retaknya Jalan dekat Jembatan Baily yang berada di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Karena jalan Retak dan mengakibatkan jembatan yabg baru di resmikan pengunaan nya sekitar bulan Juni lalu tersebut, pada akhirnya Pemkab Pacitan membatasi tonase kendaraan yang melintas maksimal 10 ton atau roda enam kebawah.

“Sesuai hasil rapat Forum Lalu Lintas, Maka terhitung mulai Tanggal 2 Desember2016, Kendaraan yang diijinkan lewat jembatan baily Dusun Dondong Desa Gemaharjo, Diberlakukan Untuk kendaraan roda 6 kebawah  yang memiliki  beban kendaraan dan muatannya maksimal total 10 ton,” Ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pacitan, Widy Sumardji.

Widy menambahkan, Untuk mengurangi beban titik tumpu jembatan Baily yang segera akan dibongkar, Sehingga nanti hanya akan menggunakan satu jembatan baily saja.

“Karena titik tumpu jembatan bagian selatan mulai mengkhawatirkan yaitu indikasi retakan tanahnya sudah mengarah ke rumah dan pekarangan barat jalan sehingga pengguna jalan diwajibkan melintas di jembatan sebelah barat secara bergantian. Kemudian untuk mengurangi beban pada titik tumpu jembatan baily bagian timur segera akan dibongkar,” Pungkasnya.

Demikian juga di beberapa wilayah di pacitan, Terjadi tanah retak akibat pergerakan tanah setelah hujan mengguyur Wilayah Kabuoaten Pacitan selama 15 jam, Bukan hanya itu saja, beberapa rumah roboh total karena diterjang banjir dan tanah longsor. Selain itu, lahan pertanian juga rusak karena terendam banjir.(tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.