Sindopos.com - Pentingnya Pendidikan Agama dan Moral Pada Anak Sekolah

surat-wasiat-bunuh-diri
Surat Wasiat Yang Ditulis Korban Sebelum Bunuh Diri

Dalam usia yang sedang labil dan sedang mencari jati diri terkadang selalu berpikir singkat dan melakukan hal-hal yang tidak wajar dan merugikan diri sendiri, Seperti yang terjadi di Rt/Rw 03/01 Dusun Mbanjarejo Desa Klepu Kecamatan Sudimoro, Seorang Pelajar Heru Saputro (16) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamarnya.(18/12).

Menurut keterangan saksi Bejo Santoso (45) yang Tak lain adalah ayah korban warga RT/RW 03/I, Dusun Banjarejo, Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro kepada Kepolisian Sektor Sudimoro membeberkan peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut bermula saat Heru (korban) mengeluh sakit kepala dan sedang tiduran, sementara Bejo yang pekerjaan sehari-harinya adalah petani sedang berada di kebun.

Sementara, Tuminah (45) yang merupakan ibu Heru di dapur dan Heri Agung yang merupakan adik korban sedang ikut kerja bakti membuat jalan. Selanjutnya, Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIB, Heri diminta Tuminah untuk membelikan obat untuk Heru yang sakit kepala.

Bejo menyuruh Heru untuk meminum obat yang dibelikan adiknya tersebut, dia pun bergegas kembali ke kebun pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB setelah sebelumnya pulang ke rumah. Alangkah terkejutnya, 30 menit kemudian, adik Heru, yakni Heri Agung yang masuk ke dalam rumah mendapati kakaknya tersebut gantung diri dan dalam keadaan meninggal dunia di teralis jendela rumahnya.

Heri Agung pun segera memberitahukan ke orang tuanya dan segera melapor kepada Kepala Desa Klepu dan anggota Polsek Sudimoro.

Kapolres Pacitan Suhandana Cakrawijaya melalui Kapolsek Sudimoro AKP Sunarya,Membenarkan adanya laporan bahwa pelajar gantung diri di teralis kamarnya di Rt/Rw 03/01 Dusun Bandarejo Desa Klepu Kecamatan Sudimoro.

Setelah menerima laporan, kemudian memerintahkan empat anggota Polsek Sudimoro, masing-masing Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sudimoro  AIPTU Gatot dan anggotanya Brigadir Pungki, Brigadir Budi dan Brigadir Roni mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.Ujar nya

Kemudian korban di bawa ke puskesmas dan dilakukan visum, Berdasarkan keterangan dari petugas Puskesmas Sudimoro, tak ada luka atau bekas penganiayaan. Usai dilakukan visum et repertum, selanjutnya jenazah Heru diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman, keluarga korban juga menerima sebagai musibah.Tambahnya

Belum diketahui secara pasti penyebab gantung dirinya pelajar atas nama Heru tersebut. Namun beberapa saat sebelum peristiwa itu, Heru sempat menuliskan status facebooknya.

“Untuk semuanya.. Mfkn aq ya slma in aq bnyak slah sma klian.. Mhon di mfkn ya slh ku ntah skecil appun dn sbesr appun..aq minta mf pda klian smua.. #Aslamualaikum..,” demikian tulis nya di akun Heru Zaputro bersama Nadya.
Sebelum meninggal dunia juga korban menulis di secarik kertas pesan buat orang tua nya juga adik korban agar menjaga kedua orangtuanya,ucap ayah korban.(tyo)

Post a Comment

Powered by Blogger.