Kali ini ada siswa SMP, yang berani membunuh teman seusianya. Sungguh miris, anak yang masih berusia antara 12 hingga 15 tahun ini, sudah berani menghilangkan nyawa seseorang.

Informasi yang kami kutip dari facebook ini, sungguh tragis. Seorang guru dengan akun facebook Yuni Safitrinadeny, upload gambar seorang siswa smp menggunakan seragam pramuka dan sebelahnya siswa smp berlumuran darah pada baju pramukanya dengan caption




“Selamat jalan ananda rafi..
Innalillahi wa inna ilahirojiun. Begitu miris sedih berduka melihat kekejaman yang terjadi kepada anakku (alm. M.Rafi ) alumni SDN Sumberjaya 04 angkatan 2014/2015 yang sekarang bersekolah di tempat SMPku dulu SMP 3 tamsel.
Korban penusukan oleh sesama anak smp.

Betapa keji nya anak smp jaman sekarang sudah berani melakukan kekejian terhadap sesama manusia.
Rasa kemanusian yang telah hilang. Kesadaran sebagai pelajar sudah sirna. Merampas hak hidup orang lain.
Ya Allah Ya Rabb. Ampunilah ananda rafi. Berikanlah surga terindah untuknya. Tempatkanlah ia di sisimu. Hapuslah dosanya. Ia yang dikenal anak baik anak sholeh kebanggan orang tuanya kini telah kembali ke sisi Mu Ya Rabb. Kami segenap guru merasa berduka atas kepergianmu nak. Kami doakan semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah.aamiin aamiin ya rabbal alamin.”


Terperanjat benar melihat gambar dan keterangan yang diunggah dalam post facebook itu, betapa tega anak SMP membunuh temannya. Dimana moral dan hati generasi muda zaman sekarang. Sungguh keji dan tak mempunyai rasa kemanusiaan. Massa – massa belajar yang harusnya digunakan sebagai massa pencarian jati diri yang positif, tapi malah berbalik 180 derajat.

Disebutkan dalam post yang diunggah tersebut korban bernama M. Rafi yang merupakan siswa SMP 3 Tamsel. Korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan sholeh. Status facebook yang diposting Jum’at (03/06/16) sore itu, langsung menjadi viral di medsos dan mendapat berbagai tanggapan dan doa dari para netizen.

“ Ga bisa berkata2 lg bu Yunie Safitrinadeny,lihat kelakuka anak jaman sekarang, nyawa seperti ga ada harganya, miris bgt ;-( ” jelas akun Nurmaidah Bundanya Fira



“ Astagfirullah gara2 apa itu tehYunie Safitrinadeny smpe kya gitu” tanya akun Vhenty Ananda Lusia.

Bu guru ini menegaskan bahwa, kejadian ini disebabkan oleh tawuran. Saat korban ada didekat tempat kejadian korban langsung ditikam.



“Inalillahi wa innailaihi rojiun, InsyaAllah dek tempatmu di surgaNya, sedih liat kelakuan anak2 jaman skr” akun Endang Lidyani mendo’akan.

Akun R Purwa Ningrum menegaskan “Uun itu yg nusuk dipenjarakan..walau dibawah umur tetap harus terima ganjaran..klo sampe engga bisa mengulai lagi karna ga akan jera”



Berkaca dari kejadian yang menimpa korban, sebagai guru yang mendidik tentu sudah berusaha untuk menjadikan murid muridnya agar menjadi anak baik, sholeh, berprestasi dan menjadi kebanggaan sekolah serta orang tua.

Jika kita diposisi orang tua harus pula dapat mendidik anak dengan baik, karena bagaimanapun keluarga dan lingkungan adalh muara anak mendapat kasih sayang dan perhatian. Jika orang tua terlalu memanjakan itu tidak baik, namun jika anak terlalu di nomer 2 kan, anak pun akan mencari hal lain diluar rumah yang dapat membuatnya diterima dan nyaman, saat itu peran lingkunganlah yang besar.

Semakin jelek pergaulan di lingkunganya maka anak juga akan terpengaruh, begitu pula sebaliknya. Jadi keluarga adalah tempat pertama anak diisi dengan hal baik atau buruk. Semoga dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close