Janin seorang ibu hamil di sebuah Dusun di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendadak suka hilang saat usia kandungannya sembilan bulan. Kisah misteri semacam itu bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

Hilangnya beberapa janin bayi dalam kandungan yang dialami pasangan Pasutri di Gunung Kidul, DIY, bukan yang pertama kali. Sebab, dari penuturan beberapa warga sudah beberapa kali terjadi.


Menurut keterangan seorang warga sekitar, kejadian serupa pernah dialami oleh anaknya sendiri, setahun yang lalu. Menurut dia, tetangganya hamil tujuh bulan dengan pemeriksaan rutin bidan.

“Tetapi tiba-tiba kandungannya hilang,” kata Sumi seorang warga

Tapi yang lebih ngerinya lagi, ternyata kejadian kaya gitu tuh bukan yang pertama terjadi, udah sering banget katanya di sana terjadi hal kaya gitu, dengan usia janin yang berbeda, ada yang waktu usia janin 3 bulan, 4 bulan dan yang lebih seringnya waktu janin memasuki usia 7 bulan. Dan baru ibu Sesilah aja yang kehilangan janin diusianya yang 9 bulan. Sebenernya kenapa ya? Apa mungkin ada semacam mahluk halus gitu yang nyuri janin warga di sana untuk mendalami sebuah ilmu hitam?

Menurut dia kejadian serupa juga dialami oleh beberapa orang di wilayah dusun ini. “Dulu-dulu sering ada orang hamil lalu hilang, tetapi jaraknya lama,” ucapnya.

Sumi mengaku anaknya, telah lebih dahulu mengalami fenomena misterius tersebut. Saat itu, kisah dia, kandungan anaknya memasuki usia tujuh bulan, namun janin pada kandungan itu hilang secara tiba-tiba.

Warga lainnya, menambahkan, sudah mendengar kejadian serupa. Namun rata-rata kehamilan yang hilang di bawah tujuh bulan. “Saya baru pertama kali melihat fenomena bayi hilang pada usia sembilan bulan,” katanya.

Sebelumnya, Pasangan suami istri juga harus merelakan Bayi yang ditunggunya selama 17 tahun hilang misterius pada 25 Desember 2 tahun lalu.

Dalam dunia medis, janin yang hilang disebut dengan istilah kehamilan kosong atau Blighted Ovum. Kehamilan ini disebut juga sebagai kehamilan tanpa embrio. Saat terjadi pembuahan, sel-sel dalam rahim tetap membentuk kantung ketuban dan plasenta, tetapi telur yang telah bertemu sperma tidak berkembang seperti kehamilan yang seharusnya. Pada kondisi kehamilan kosong, kantung kehamilan tetap berkembang, tetapi tidak ada embrio yang berkembang di sana. Sang wanita tetap merasakan tanda-tanda kehamilan, produksi hormon HCG meningkat, cek kehamilan menunjukkan positif hamil, terjadi juga tanda kehamilan seperti muntah, pusing mudah lelah dan tanda awal kehamilan lainnya. Kehamilan kosong biasanya baru terdeteksi setelah usia kehamilan 6 - 8 minggu melalui pemeriksaan USG atau saat sang ibu mengalami keguguran dengan sendirinya.

Post a Comment

Powered by Blogger.