Sindopos.com - Ribuan Calon Pendamping Proffesional Kemendesa PDTT Ikuti Proses Seleksi 

seleksi-pendamping-desa-kemendesa-pdtt-ditutup
Ahmad Erani Yustika
Meski sebelumnya banyak penolakan dari banyak pihak terkait Seleksi Tenaga Pendamping Proffesional Kemendesa PDTT. Akhirnya pada 16 Mei 2016 secara resmi ditutup. Sebelumnya sejak 4 mei 2016 lalu Proses Seleksi Tenaga Ahli, Pemdamping Desa, Pendamping Lokal Desa atau juga disebut sebagai Seleksi Tenaga Pendamping Proffesional Kemendesa PDTT resmi dibuka secara Online.


Dikutip dari halaman resmi Kemendesa dan PDTT, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Ahmad Erani Yustika mengatakan, sejak pendaftaran program pendamping desa dibuka pada 4 Mei, setidaknya sudah Ada 72 ribu lebih pendaftar. Pendaftaran akan ditutup tepat pukul 00.00 malam ini. "Sampai kemarin jumlah (pendaftar) kira-kira sudah 74 ribu. Untuk kali ini kita akan membuka pendamping desa itu jumlahnya kurang lebih 19 ribu orang," kata Erani di Swiss-Belresidences, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Sama seperti tahun lalu, pendamping desa kali ini juga ditujukan untuk posisi tenaga ahli di kabupaten, pendamping desa di kecamatan, dan pendamping lokal desa yang langsung ditempatkan di desa. Namun, untuk proses rekrutmen, Kemendes menyebut ada perbedaan proses pada tahun ini.

Erani mengatakan, pihaknya mencoba memperbaiki sistem rekrutmen pada tahun ini. Perbedaan tersebut yakni hanya menyediakan satu jalur rekrutmen berbasis dalam jaringan (online). Sistem rekrutmen online, lanjut Erani, lantaran pada pendaftaran tahun lalu, yang dibuka secara online maupun offline, banyak peserta yang mendaftar dua kali lewat dua jalur yang ada. Hal itu menyebabkan panitia sulit memverifikasi data peserta yang masuk.


Selanjutnya setelah proses pendaftaran, seleksi akan dialnjutkan pada tahapan verifikasi dan pelaksanaan tes bagai para pelamar yang memenuhi syarat. Proses seleksi kali ini banyak pihak yang mengharapakan adanya proses transparansi pada pelaksanaan seleksinya. Sehingga para pendamping yang lolos sebagai tenaga ahli maupun menjadi pendamping desa memang layak.

Tidak seperti pelaksanaan seleksi pada tahap sebelumnya dimana banyak pihak yang menilai adanya kepentingan dari salah satu partai politik. Kemudian dilapangan ditemukannya banyak pendamping yang tidak kompeten dengan pola - pola pendampingan masyarakat dan tak jarang masih membawa atribut organisasi tertentu.

Selamat bagai para pelamar yang lolos seleksi sebagai pendamping proffesional Kemendesa dan PDTT semoga mampu menjadi pendamping masyarakat yang mampu mewujudkan masyarakat adil makmur.

Post a Comment

  1. pendamping desa kami di desa leseng kecamatan moyo hulu kabupaten sumbawa provinsi nusa tenggara barat tidak ada gunanya bpak menteri, hanya berguna untuk kepala desanya....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.