Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Malam

Selamat jalan pejuang sejati Ketua Umum PGRI bapak Sulistyo, semoga amal ibadahmu semasa hidup diterima oleh Allah SWT. Amin..........


Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Widadi menilai almarhum Sulistyo merupakan sosok yang konsisten memperjuangkan nasib dan kesejahteraan guru.

"Beliau sangat konsisten dan konsekuen dalam memperjuangkan aspirasi guru," kata Widadi, saat ditemui di rumah duka mendiang Sulistyo di Jalan Karangingas Raya Nomor 8, Tlogosari Kulon, Semarang, Senin (14/3/2016).

Menurut dia, selama ini mendiang Sulistyo teguh memperjuangkan nasib dan kesejahteraan guru, mulai dari pengangkatan calon pegawai negeri sipil (PNS), hingga pemberian tunjangan profesi.

Ia mengatakan bagi Sulistyo, guru harus mendapatkan seluruh hak-haknya sebagaimana tertuang dalam undang-undang tentang guru dan dosen seiring dengan seluruh kewajiban yang dilakukannya.

"Setelah menjadi guru SD, beliau mempersembahkan seluruh hidupnya untuk PGRI," tegasnya.

Bahkan, Widadi mengatakan mendiang sempat menjenguk Mashudi, guru honorer asal Brebes yang ditangkap polisi gara-gara SMS (pesan singkat) yang dikirimkan ke Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi.

"Pada Kamis 10 Maret lalu, beliau pulang Semarang. Kemudian, Jumat 11 Maret, mengajak saya ke Brebes untuk bertemu Mashudi. Guru honorer yang sempat ditahan, tetapi sudah dilepas," tuturnya.

Di Brebes, Widadi mendampingi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI itu dari pagi sampai siang hari bertemu Mashudi, kemudian pulang ke Semarang karena Sabtu 12 Maret 2016 siang harus ke Jakarta.

"Sabtunya, beliau berangkat ke Jakarta untuk kemudian ke Bangka Belitung menghadiri undangan 'mantu' (pernikahan) putra Ketua PGRI Bangka Belitung. Kemudian pulang ke Semarang," tegasnya.

Sementara Ketua PGRI Kota Semarang Bunyamin mengatakan mendiang kebetulan merupakan kawan kuliahnya di IKIP Negeri Semarang (sekarang Universitas Negeri Semarang-Unnes) tahun angkatan 1981.

"Pak Lis (mendiang Sulistyo, red.) masuk jurusan Bahasa Indonesia, saya Teknik Mesin. Ya, sudah kenal sejak dulu. Sejak dulu, beliau jiwanya memang organisatoris. Senang berorganisasi," katanya.

Semasa kuliah, kata dia, Sulistyo juga pernah menjadi Ketua Senat IKIP Negeri Semarang, sampai kemudian menjadi Ketua Umum PB PGRI, karena selalu total dalam berjuang, termasuk untuk kaum guru.

Sebelumnya, Ketua Umum PB PGRI Sulistyo meninggal dalam peristiwa kebakaran di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta.

Anggota DPD yang juga mantan Rektor IKIP PGRI Semarang (sekarang Upgris) berada di RSAL Mintoharjo, Jakarta, untuk terapi oksigen murni (hiperbarik) yang ternyata baru kali pertama dijalaninya.
(Sumber : okezone.com)

Demikian berita seputar mendiang Ketua Umum PGRI Sulistyo yang dapat pelitapost.com bagikan, semoga bermanfaat.
Untuk info terbaru lainya, silakan kunjungi laman DISINI

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini