Memprihatinkan...!!! Inilah kata yang cocok menggambarkan nasib para honorer saat ini, pasalnya jam dan beban kerja sama dengan PNS namun gaji jauh dari yang didapat oleh para PNS.


Pemerintah daerah selalu peduli pada Upah Minimum Regional (UMR) tenaga kerja , akan tetapi justru para honorer yang gajinya hanya Rp. 500 ribu. Itulah yang dialami honorer di sejumlah Instansi di lingkungan Pemkot Gorontalo.


Lalu seperti apa tanggapan Pemkot maupun DPRD Kota Gorontalo terhadap persoalan itu. Wakil Walikota Budi Doku, yang dihubungi tadi malam sepertinya baru sadar juga, karena ternyata ada kurang lebih seribu honorer yang gajinya jauh dibawah UMR. “Ya ini memang melanggar hak asasi manusia (HAM), kita memang harus memikirkan bagaimana menaikkan gaji para honorer ini,” kata Wawali.

Sementara Anggota Dekot Gorontalo Darmawan Duming, saat dihubungi tadi malam menjelaskan pemerintah perlu mendata kembali keberadaan tenaga honorer di Kota Gorontalo, dangan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Karena honorer yang menjadi korban ketidak mampuan anggaran yang ada, sementara pemerintah terus menerima tenaga honorer. Belum lagi kata politisi PDI Perjuangan itu, antara upah dengan kinerja honorer sudah tidak manusiawi lagi. Buktinya kerja selama seharian penuh, namun upah hanya Rp. 500 ribu. 

“Jam kerja honorer sudah sama dengan jam kerja PNS, sementara gaji sangat jauh berbeda,” ketusnya sembari menambahkan, ada beberapa opsi yang harus dilakukan pemerintah yaitu opsi pertama melakukan pengurangan tenaga honorer dengan melihat hasil kinerja, opsi kedua pemerintah memberlakukan pengurangan jam kerja terhadap honorer.

Hal ini dianggap solusi paling ampuh untuk, menyelesaikan persoalan upah honorer. Disamping itu juga Darmawan, meminta meskipun pemerintah tidak mampu untuk membayar upah tenaga honorer, minimal upah yang dibayarkan mendekati UMR.

Sementara itu, informasi yang dihimpun, di Pemkot sendiri terbilang sudah cukup besar. Di daerah lain, ada yang terima per bulannya cuma Rp. 250 ribu. Kebanyakan dari mereka adalah para guru. Bukan hanya jam, beban kerja pun sama bahkan lebih banyak dari PNS. Tak tahu mau mengeluh ke mana. Namun beda lagi dengan honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi. Katanya, rata-rata honorer yang dipekerjakan digaji setara UMR yakni berkisar 1,7 juta sampai 1,8 juta rupiah per bulannya.

(Sumber : http://www.indopos.co.id)



Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini