Sindopos.com - Profil Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 

Kondisi Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo


Sejarah Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Sejarah terbentuknya Desa Sumberejo
Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini desa Sumberejo juga memiliki cerita asal-usul dan hal tersebut merupakan identitas dari Desa Sumberejo yang akan kami tuangkan dalam kisah dibawah ini.

Menurut sumber cerita sesepuh desa, bahwa terjadinya Desa Sumberejo adalah sebagai berikut :  
Sejarah terbentuknya Desa Sumberejo berawal dari penggabungan 2 (dua) desa yang ada sebelumnya, yakni Desa Sabet dan Desa Jugo. Pada waktu itu tepatnya pada tahun 1921 muncul gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada di kedua desa tersebut untuk menggabungkan kedua desa yang ada menjadi satu desa. Alasan penggabungan kedua desa tersebut antara lain, karena adanya beberapa kesamaan dan ciri dari kedua desa itu, yaitu :

1.    Luas wilayah dari masing-masing desa tidak terlalu luas,bahkan bisa dibilang sangat sempit;
2.    Jumlah penduduk dari masing-masing desa relatif sedikit;
3.    Untuk memudahkan adanya pelayanan masyarakat.

Dari adanya gagasan tersebut,akhirnya pada tahun itu juga (1921) diadakan musyawarah antara lurah Sabet dan Lurah Jugo juga perangkat desa dari kedua desa beserta sesepuh dan tokoh-tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut.

Musyawarah itu akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain :
1.    Digabungnya Desa Sabet dan Desa Jugo menjadi satu Desa;
2.    Disepakati nama Desa yang baru yaitu ” DESA SUMBEREJO ” yang berasal dari kata SUMBER yang artinya mata air,dan kata REJO yang artinya ramai/banyak.. Hal ini diilhami dari kondisi dan ciri khas daerah ini yang terdapat banyak sumber/mata air yang sangat cocok dan bermafaat bagi kehidupan masyarakat di desa itu, yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian bercocok tanam.
3.    Disepakati pula bahwa desa yang sebelumnya ada, yaitu Desa Sabet dijadikan Dukuh Sabet dan Desa Jugo dijadikan Dukuh Jugo.
4.    Untuk mengisi kepemimpinan desa, maka akan segera dilaksanakan proses pemilihan pemimpin (pemilihan lurah) yang akan dilaksanakan pemilihan secara langsung.

Menindak lanjuti dari hasil musyawarah tersebut, akhirnya pada tahun itu juga (1921) dilaksanakan pemilihan lurah secara langsung yang pertama di Desa Sumberejo. Adapun calon yang muncul pada saat itu adalah :
1.    JODRONO, yang seblumnya menjabat/merupakan Lurah dari Desa Sabet,
2.    TAMIYOREDJO, yang juga sebelumnya menjabat/merupakan Lurah dari Desa Jugo.

Yang pada akhirnya terpilih sebagai Lurah Desa Sumberejo yang pertama adalah TAMIYOREDJO.
Proses dari pelaksanaan pemilihan Lurah Sumberejo tersebut,bisa dibilang sangat lancar dan demokratis,sehinga setelah pelaksanaan pemilihan lurah tersebut, kehidupan masyarak Desa Sumberejo aman, damai,tentram,dan masyarakatnya hidup berdampingan dengan semangat hidup gotong royong yang tinggi. Itulah yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Sumberejo yang masih terjaga dan terpelihara dengan baik samapi saat ini.

Demikian kurang lebihnya cerita para sesepuh tentang terjadinya Desa Sumberejo.
Adapun Desa Sumberejo terdiri dari 2 ( dua ) dukuhan yaitu :
b)    Dukuh Sabet
c)    Dukuh Jugo



Demografi Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Desa Sumberejo terbagi menjadi 2 ( dua ) dukuh dengan jumlah penduduk sebanyak 1460 jiwa dan 411 KK dengan rincian sebagai berikut :

1.    Dukuh Sabet    dengan jumlah penduduk 656 jiwa ,190 KK dengan rincian sebagai berikut :
a.    Laki-laki    : 341 jiwa
b.    Perempuan    : 315 jiwa

2.    Dukuh Jugo dengan jumlah penduduk 804 jiwa , 221 KK dengan rincian sebagai berikut :
a.    Laki-laki    : 407 jiwa
b.    Perempuan    : 397 jiwa



Keadaan Sosial

Beberapa perkumpulan yang sifatnya sosial ada di lingkungan Desa Sumberejo. Diantaranya adalah arisan dan yasinan yang diadakan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak tingkat RT maupun RW serta kelompok-kelompok sosial masyarakat. Selain itu acara-acara yang sifatnya temporer apabila dipandang penting bisa dilakukan pada tingkat RT, RW maupun Desa. Adapaun kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan tersebut antara lain :
a.        Kesenian.   
Desa Sumberejo pernah memilki kesenian tradisional Reog Ponorogo, tetapi kerena kurangnya regenerasi dan mahalnya biaya perawatan, kesenian ini akhirnya sekarang sudah tidak ada lagi.

b.    Seni Tradisional Musik Ojrot
Seni Tradisional Musik Ojrot yang dimilki oleh masyarakat Desa Sumberejo pernah mengalami masa-masa kemasan,tetapi seiring perkembangan jaman,seni tradisonal ini lambat laun semakin redup karena peralatan yang sudah tidak memadai lagi dengan perkembangan jaman yang semakin  moderen,serta kurang  keterbatasan sarana

c.       Kegiatan Olah Raga
Olah raga yang digemari oleh remaja adalah bola volly dan sepak bola. Namun kegiatan ini kurang berjalan dengan optimal karena sarana dan prasarana yang ada kurang memadai.

d.    Kelompok Pengajian.
Hampir semua lingkungan RT mempunyai Kelompok Yasinan baik yang diikuti oleh ibu – ibu maupun bapak-bapak.

e.       Gotong Royong
Kegiatan gotong royong masih tetap bertahan, seperti ketika membongkar rumah, serta kerja bakti RT atau lingkungan tetap masih dilaksanakan. Mudah-mudahan dengan tersusunya RPJMD ini masyarakat merasa ikut membuat dan memiliki sehingga untuk kegiatan gotong – royong akan semakin baik. 



Keadaan Ekonomi Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Secara umum kegiatan perekonomian yang ada di Desa Sumberejo baik, karena memang selain kondisi geografis pertanian yang sangat mendukung, akses jalan juga sangat berpengaruh dalam perkembangan ekonomi desa secara keseluruhan. Desa Sumberejo merupakan dataran rendah yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian, sehingga sebagian besar masyarakat berpencaharian sebagai petani disamping sebagai petani peternak, sebagian lagi sebagai pedagang atau wiraswasta, sedang sebagian kecil sebagai pegawai, baik swasta maupun negeri. Ada beberapa home industri di Desa Sumberejo, yaitu industri tempe dan anyam-anyaman bambu. Namun karena kendala modal dan inovasi produk serta mahalnya bahan baku seperti kedele membuat industri ini kian terpuruk. Namun sebenarnya ini menjadi peluang usaha yang patut di pupuk karena sebagai usaha pemberdayaan masyarakat perdesaan.

Adapun mata pencaharian sebagian besar penduduk/masyarakat Desa Sumberejo pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Untuk lebih rincinya mata pencaharian penduduk Desa Sumberejo adalah sebagi berikut :

a.  Buruh Tani             :   138      orang
b.  Petani                    : 1108      orang
c.  Tukang Kayu         :      9     orang
d.  Tukang Batu          :   31    orang
e.  Angkutan / Jasa     :      -    orang
f.  PNS                      :   23    orang
g.  Pensiunan              :     5    orang
h.  Pedagang              :    13    orang
i.  Penjahit                  :    6    orang
j.  Pengangguran         :    27    orang   

Post a Comment

Powered by Blogger.