Profil Desa & Kelurahan, Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Sindopos.com - Profil Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo
Profil Desa & Kelurahan, Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

 

Kondisi Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo


Sejarah Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Sejarah Desa Menggare diawali dari  Perjalanan kedua orang dari keraton Solo, menuju arah selatan dan sampailah disuatu tempat yaitu Pacitan. Disitu kedua orang tersebut bertempat di sebuah padepokan untuk ngudi kaweruh/meguru. Setelah kedua orang tersebut ngudi kaweruh telah selesai Eyang Guru memerintahkan kedua muridnya yaitu Joyo dan Rayut untuk meninggalkan Padepokan guna menyempurnakan ilmu yang dimiliki.

Dalam Perjalanan/pengembaraan tersebut kedua orang tersebut menyepakati arah perjalanan, Mbah Joyo ke utara sedangkan mbah Rayut ke timur. Kebetulan Mbah Joyo menetap dan babat disuatu tempat dan mbah Rayut menetap di Ngrayun. Setelah beberapa tahun mbah Rayut ditemani seorang sinden yang bernama mbah Surtiyem berjala-jalan kearah Balong, dan dalam perjalanan tersebut  kebetulan berjumpa dengan orang yang sedang mencangkul ditepi jalan dengan pakaian merah.

Dengan tidak sengaja mbah Rayut memanggil orang tersebut dan berkata ’’ mencangkul kok tidak memakai celana ’’  karena yang dipanggil kurang berkenan maka terjadilah pertengkaran /adu kesaktian , dan dalam perkelahian tersebut tidak ada yang kalah/menang. Kedua orang tersebut lalu mengajak kearah bawah pohon kelapa , kemudian mbah Rayut memukul pohon kelapa tersebut sehingga buahnya rontok semua sehingga hanya tertinggal manggarnya , dan mbah Joyo bilang ’’ kalau demikian anak cucu kita nggak kebagian kelapa ’’ , setelah itu denagan kesaktiannya mbah Joyo menarik pohon kelapa  sampai buahnya kebawah dan bilang ’’ sekarang kamu ambil buahnya yang kamu sukai ’’.

Dengan demikian mbah Rayut mengakui kekalahan dan kesalahan ilmu yang dimiliki . Setelah semuanya berakhir mbah Joyo bilang sama mbah Rayut ,dengan adanya buah kelapa yang jatuh semua dan tinggal manggarnya ,maka mbah Joyo bilang kalau ada rejane jaman tempat tersebut dinamai Menggare dan sampai sekarang daerah tersebut bernama Desa Menggare.

Maka demikianlah sekilas tentang asal muasal terjadinya Desa Menggare.



Sejarah Pemerintahan Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Sejarah dari Pemerintahan Desa Menggare tidak bisa tercatat dengan sempurna, hal ini disebabkan oleh sumber-sumber yang terbatas .Adapun para Pejabat Desa Menggare adalah sebagai berikut :

1.    KROMO GODOK.
2.    SURODIMEDJO
3.    SUMOHARDJO
4.    WARIS SASTRO UTOMO , jabatan dari tahun 1956 - 1990
5.    THOHIR . menjabat dari tahun 1990 – 2006.
6.    SETYO BUDI UTOMO , menjabat dari tahun 2006 sampai sekarang. Selama menjabat sebagai Kepala Desa Menggare, beliau telah banyak menorehkan keberhasilan terhadap kemajuan Pembangunan di Desa Menggare, diantaranya ; 

a.    Pembangunan Pengerasan Jalan sepanjang 2.5 KM. Antara  Dukuh Pundung dan Dukuh Krajan,
b.    Pembenahan Sarana Pengaman Jalan atau Plesengan lainnya,

Dan Masih banyak Program Kerja Pembangunan Fisik yang belum dapat terselesaikan pada masa Kepemimpinan diantaranya ;
1.    Jalan Makadam Dukuh Krajan,
2.    Penyempurnaan Jembatan Pule.

Dalam Bidang Pemerintahan pada masa Kepemimpinan Bapak Mono juga terdapat  perubahan-perubahan yang mendasar, antara lain; Perubahan Lembaga Musyawarah Desa (LMD) menjadi Badan Perwakilan Desa (BPD) dengan jumlah anggota 13 Orang dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) digantikan namanya menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Kedua lembaga Desa ini berfungsi sebagai Partner Kerja dari Pemerintah Desa Menggare. 



Demografi Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Keadaan Demografis Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo mencakup data sebagai berikut : 

a.    Kependudukan :
o    Laki-laki     =      687      Jiwa
o    Perempuan     =      705    Jiwa
Jumlah    =      1392    Jiwa

b.    Mata pencaharian  penduduk  :
o    Petani     =    250      Orang
o    PNS / TNI    =     48    Orang
o    Perdagangan     =    17     Orang
o    Pensiunan     =     12      Orang
o    Home Industri    =    1    Orang
o    Buruh tani     =   375     Orang
o    Jasa lainnya     =     10    Orang
o    Swasta    =    250    Orang
o    Buruh    =   425    Orang

c.    Usia produktif : 450 Orang

d.    Tingkat Pendidikan Penduduk :
o    Tributa    =      20    Orang
o    Tidak tamat SD    =    417    Orang
o    Tamat  SD     =    450     Orang
o    Tamat SLTP     =    125    Orang
o    Tamat  SLTA     =    350    Orang
o    Tamat Sarjana     =    50     Orang
e.    Menurut  Agama :
o    Islam     =    1391     Orang
o    Katholik    =      -    Orang
o    Kristen     =      -       Orang
o    Hindu / Budha     =      1       Orang



Keadaan Sosial  Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Dalam Bidang Sosial kemasyarakatan/Agama, Seni dan Budaya, antara lain : 

1.    Banyak berdiri tempat-tempat Ibadah seperti Masjid, yang sebelumnya hanya 2 Buah Masjid 6 Mushola yang tersebar di Wilayah Desa Menggare.
2.    Bidang Seni , Desa Menggare  memiliki 2 Group Seni yaitu : Seni Karawitan Marsudi Raras dan Seni Musik Campursari
3.    Bidang Budaya, Masyarakat Menggare Mayoritas aktif dalam kegiatan-kegiatan Lingkungan seperti Jamaah Yaasin, Pengajian, Majlis Ta’lim dan Kegiatan-kegiatan lainnya.



Keadaan Ekonomi  Desa Menggare Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

1.    Potensi Unggulan Desa :

Dengan luas wilayah Desa Menggare secara keseluruhan adalah : 255 Ha  yang terdiri dari Luas Tanah Sawah : 75 Ha, Tanah Darat : 26 Ha, sedangkan 154 Ha merupakan tanah kering. 

Melihat kondisi luas Desa Menggare yang sebagian besar tanah sawah maka potensi yang dimiliki oleh Desa Menggare adalah di bidang sektor pertanian.

Disamping dibidang pertanian, masyarakat Desa Menggare mempunyai usaha sampingan yang dilakukan dengan sistem home industri yang terdiri dibidang usaha : Meubel, Penjahit, dan aneka makanan kecil lainnya.


2.    Pertumbuhan Ekonomi :

1.    Kualitas Angkatan Kerja
a.    Angkatan kerja tidak tamat SD     =     25    Orang
b.    Angkatan kerja tamat SD     =    125    Orang
c.    Angkatan kerja tamat SLTP     =    125    Orang
d.    Angkatan kerja tamat  SLTA     =    350    Orang
e.    Angkatan kerja tamat Diploma    =    35    Orang
f.    Angkatan kerja tamat Sarjana    =    25    Orang

2.    Pengangguran :
a.    Jumlah penduduk 15-55 tahun yang belum bekerja =    97 Org
b.    Jumlah angkatan kerja usia 15-55 tahun     =  1295     Org

3.    Keluarga sejahtera dan RTM :
a.    Jumlah  Kepala Keluarga     =    432    KK
b.    Jumlah  Keluarga Sejahtera  I     =    227    KK
c.    Jumlah Keluarga Sejahtera  II    =    125    KK
d.    Jumlah Keluarga Sejahtera  III     =    75    KK
e.    Jumlah Keluarga Sejahtera  III Plus     =    5    KK

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form