Sindopos.com - Profil Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

 
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo
Profil Desa & Kelurahan, Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

 

Kondisi Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo



Sejarah Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Babat Desa Jebeng

Konon pada jaman dahulu kala disebuah tempat tepatnya sebelah selatan kerajaan wengker yang sekarang Ponorogo berdiamlah seseorang tua dan sakti yang bernama Onggo Djoyo, konon katanya menurut cerita orang tua mbah  Onggo Djoyo itulah yang membuka lahan / babat pertama kali diwilayah itu.

Pada awal babat daerah itu mbah Onggo Djoyo mengawali perjalanan mulai dari kediamannya yang sekarang ditempati cucu-cucunya kea rah barat laut, dalam perjalanannya mbah Onggo Djoyo dalam membuka lahan baru tersebut banyak melewati belukar dan pepohonan yang sangat lebat. Perjalanan mbah Onggo Djoyo sangat berat, bahkan disamping berjalan dengan berdiri beliau brobos semak belukar. Daerah yang dilalui dengan brobos itu oleh beliau dinamai Brogo. Dalam perjalananya babat daerah baru itu mbah Onggo Djoyo bergerak kekediamannya lalu keutara, ketimur dan kembali kekediamannya lagi. Perjalanan dalam membuka lahan baru itu mubeng ( bahasa jawa ) yang artinya perjalanan beliau melingkar, konon dari istilah mubeng inilah diberi nama Jebeng. Sekarang nama jebeng inilah menjadi salah satu desa yang ada diwilayah kecamatan Slahung.

Perjalanan mbah Onggo Djoyo belum cukup sampai disitu, sekarang beliau berganti kearah barat, dalam perjalanannya berhenti disuatu tempat sambil mengangan-angan caranya pergi kerah barat tadi, pada saat mengangan-angan tadi mencium bau orang menanak nasi, konon dari peristiwa mengangan-angan itu tempat untuk berhenti diberi nama Karangan dan bau orang yang menanak nasi tadi diberi nama Karon, yang sekarang menjadi nama makam desa Jebeng.

Dalam babat tanah itu pengikutnya Mbah Onggo Djoyo ada yang menyumbangkan akal atau usulan, maka disitu beliau member nama dukuh Banggel. Dan disitu juga tempat yang ramai tempat berkumpulnya para pengikutnya sebelum berangkat kerja babat alas maka disitu diberi nama dukuh Krajan.




Sejarah Pemerintahan Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

1.    Kepala desa Jebeng yang pertama kali adalah Mbah Onggo Djoyo, masa keperintahannya mulai tahun 1921-1934.
2.    Gantinya adalah Mbah Paniran. Masa Kepemimpinan mulai Tahun 1934 sampai dengan 1952.
3.    Sepeninggal Mbah Paniran digantikan oleh Karteker ( Mulyono ) yang berkuasa antara Tahun 1952.  sampai dengan 1973.
4.    Yang menggantikan Karteker ( Mulyono ) adalah Pak Misiran.Masa Kepemerintahan Misiran adalah berkisar antara Tahun 1980 M sampai 2006.
5.    Yang menggantikan kepemimpinan berikutnya adalah Bapak Jimun tahun 2007- sekarang.


Selama menjabat sebagai Kepala Desa Jebeng, beliau Bapak kapala desa telah banyak menorehkan keberhasilan terhadap kemajuan Pembangunan di Desa Jebeng, diantaranya ;
a.    Pembangunan balai desa pada tahun 1973-1974 ( kepemimpinan Pak Mulyono )
b.    Pembangunan sekolah dasar pada tahun 1975-1976 (kepemimpinan Pak Mulyono )
c.    Pembangunan Sekolahan TK (kepemimpinan Pak Mulyono )
d.    Pembangunan masjid ( Kepemimpinan Pak Misiran )
e.    Pembangunan Pos kamling ( Kepemimpinan Pak Misiran )
f.    Pembangunan makadam ( Kepemimpinan Pak Misiran )
g.    Pengaspalan jalan ( Kepemimpinan lurah sekarang )
h.    Bedah rumah ( Kepemimpinan lurah sekarang )
i.    Plengsengan Krajan ( Kepemimpinan lurah sekarang )


Dan Masih banyak Program Kerja Pembangunan Fisik yang belum dapat terselesaikan pada masa Kepemimpinan Bapak kepala desa. 



Demografi Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Keadaan Demografi Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo mencakup data sebagai berikut: 

a.    Kependudukan :
o    Laki-laki     =      834      Jiwa
o    Perempuan     =      981    Jiwa
Jumlah    =      1825    Jiwa 

b.    Mata pencaharian  penduduk  :
o    Petani     =    167      Orang
o    PNS / TNI    =     10    Orang
o    Perdagangan     =    23    Orang
o    Pensiunan     =     7      Orang
o    Home Industri    =    8     Orang
o    Buruh tani     =   605     Orang
o    Jasa lainnya     =     -    Orang
o    Swasta    =    858    Orang
o    Buruh    =   59    Orang

c.    Usia produktif : 1684 Orang

d.    Tingkat Pendidikan Penduduk :
o    Tributa    =      20    Orang
o    Tidak tamat SD    =    207    Orang
o    Tamat  SD     =    286     Orang
o    Tamat SLTP     =    153    Orang
o    Tamat  SLTA     =    142    Orang
o    Tamat Sarjana     =    24     Orang
e.    Menurut  Agama :
o    Islam     =    1825     Orang
o    Katholik    =      -    Orang
o    Kristen     =      -       Orang
o    Hindu / Budha     =      -       Orang



Keadaan Sosial Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Dalam Bidang Sosial kemasyarakatan/Agama, Seni dan Budaya pada masa sekarang mengalami kemajuan, antara lain :
1.    Banyak berdiri tempat-tempat Ibadah seperti Masjid dan Mushola, sejumlah 16 Mushola  dan 6 Masjid tersebar di Wilayah Desa Jebeng.
2.    Bidang Seni , Desa Jebeng  memiliki 1 Group Seni Reog yaitu : Seni REOG Singo Setono dan seni kerawitan Ngudi laras
3.    Bidang Budaya, Masyarakat Desa Jebeng mayoritas aktif dalam kegiatan-kegiatan lingkungan seperti Jamaah Yaasin, Pengajian, Majlis Ta’lim dan Kegiatan-kegiatan lainnya.



Keadaan Ekonomi Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

1.    Potensi Unggulan Desa :
Dengan luas wilayah Desa Jebeng  keseluruhnya adalah : 461 Ha  yang terdiri dari Luas Tanah Sawah : 198 Ha, Tanah Darat : 102 Ha, sedangkan 166 Ha merupakan tanah kering/melihat kondisi luas Desa Jebeng yang sebagian besar tanah sawah maka potensi yang dimiliki oleh Desa Jebeng adalah di bidang sektor pertanian.
Disamping dibidang pertanian,masyarakat Desa Jebeng mempunyai usaha sampingan yang dilakukan dengan sistem home industri yang terdiri dibidang usaha : Mebeler, Pembuatan Tempe kripik dan tahu,Penjahit,anyaman bambu,dan pembuatan aneka makanan kecil.

2.    Pertumbuhan Ekonomi :
1.    Kualitas Angkatan Kerja
a.   Angkatan kerja tidak tamat SD     =     303    Orang
b.    Angkatan kerja tamat SD     =    1112    Orang
c.    Angkatan kerja tamat SLTP     =    396    Orang
d.    Angkatan kerja tamat  SLTA     =    173    Orang
e.    Angkatan kerja tamat Diploma    =    15    Orang
f.    Angkatan kerja tamat Sarjana    =    18    Orang

2.    Pengangguran :
a.    Jumlah penduduk 15-55 tahun yang belum bekerja =    97 Org
b.    Jumlah angkatan kerja usia 15-55 tahun     =  2174     Org

3.    Keluarga sejahtera dan RTM :
a.    Jumlah  Kepala Keluarga     =    803    KK
b.    Jumlah  Keluarga Sejahtera  I     =    135    KK
c.    Jumlah Keluarga Sejahtera  II    =    81    KK
d.    Jumlah Keluarga Sejahtera  III     =    54    KK
e.    Jumlah Keluarga Sejahtera  III Plus     =    23    KK
 

 

 

Post a Comment

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini