Sindopos.com - Pacitan, Bupati Pacitan Sindir Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan

Bupati Pacitan, H. Indartato saat memberikan sambutan, kemarin
Bupati Pacitan, H. Indartato saat memberikan sambutan
Prestasi didunia pendidikan, dirasa masih perlu diperhatikan lagi. Hal itu mengingat indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Pacitan, masih tertahan di level 6,8 tahun. Ini menandakan, bahwa angka kelulusan di kabupaten berjuluk Kota 1001 Goa tersebut, mayoritas baru sebatas tamatan sekolah dasar. Demikian diungkapkan, Bupati Indartato, disela-sela acara pengukuhan serta pengambilan sumpah dan janji panitia ujian nasional SMP/MTS, SMA/MA, SMK, paket B/Wustha dan program paket C tahun 2014/2015, kemarin (1/4).
Karena itu, Indartato menegaskan, agar semua sistem yang terlibat dalam proses pendidikan, ikut bertanggung jawab atas hasil ujian nasional nantinya. Menurut bupati, ujian nasional, bukan hanya tanggung jawab guru. Melainkan tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah. "Apalagi kalau hasil ujian nanti jeblok. Bukan hanya guru yang ikut bertanggung jawab, namun penyelenggara pemerintah di daerah juga harus bertanggung jawab," tuturnya.
Pada kesempatan kemarin, bupati berlatar Partai Demokrat itu juga sempat menyindir kinerja Dinas Pendidikan, yang tidak menyampaikan hasil try out. Indartato menegaskan, Dinas Pendidikan hanya menyampaikan laporan terkait sumber dana pelaksanaan try out. "Akan tetapi hasilnya bagaimana, tidak dilaporkan. Ini koreksi, agar kedepan tidak hanya dilaporkan sumber pendanaannya. Melainkan hasil try outnya juga harus dilaporkan sebagai bahan evaluasi bersama," jelas mantan Kepala Bappeda tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, setempat, Sakundoko, mengatakan, menurut hasil pendataan, ujian nasional nantinya akan diikuti sebanyak 14.419 siswa didik. Diantaranya jenjang SMP sebanyak 6.253 orang, MTS sebanyak 1.864 orang, SMA sebanyak 1.272 orang, MA sebanyak 796 orang, SMK sebanyak 3.292 orang, dan kejar paket C sebanyak 942 orang. "Data tersebut kami rangkum berdasarkan hasil pendataan nominasi peserta ujian. Selama ini, sosialisasi terus kami laksanakan," katanya, secara terpisah.

Menurut Sakundoko, ujian nasional jenjang SMA terbagi dalam dua jurusan. Yaitu IPA dan IPS. Untuk jurusan IPA, mata pelajaran yang akan diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan jurusan IPS, diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. Terkait waktu pelaksanaan, dimulai pada tanggal 13 hingga 15 April nanti. "Sedangkan ujian susulan dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 23 April," beber mantan Staff Ahli Bupati itu.

Masih menurut Sakundoko, untuk pendidikan kejuruan, mata pelajaran yang akan diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan teori kejuruan. Pelaksanaan ujian dimulai pada tanggal 13 hingga 16 April, dan ujian susulan pada tanggal 20 hingga 24 April. "Sementara untuk jenjang SMP/Madrasah Tsanawiah, mata pelajaran yang akan diujikan seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 4 hingga 7 Mei. Sedangkan ujian susulan pada tanggal 11 hingga 12 Mei," jelasnya. (yun).

Post a Comment

Powered by Blogger.