Sindopos.com - Klinik Arta Medica, Salahi Dokumen Lingkungan, terkait belum tersedianya lahan parkir.

Parkir Liar belum tersedianya lahan parkir.
Parkir Liar belum tersedianya lahan parkir.
Belum tersedianya lahan parkir di kawasan klinik rawat inap Arta Medica, masih menjadi pembahasan hangat sejumlah unit satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pacitan, Widi Sumardji, menegaskan, menurut hasil rapat dengan sejumlah SKPD terkait, diantaranya Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan, Kantor Lingkungan Hidup, serta Dinas Kesehatan selaku unit satuan kerja pembina, masih banyak terfokus pada penyediaan lahan parkir yang selama ini belum dipenuhi pihak management klinik. Karena itu, Dishubkominfo, secepatnya akan kembali turun lapangan menyikapi permasalahan tersebut. "Hari ini, kita sudah terjunkan personil ke lapangan," terang Widi, Selasa (10/3).
Widi mengungkapkan, lantaran lokasi bangunan klinik masih diseputaran perempatan jalan, tentu sangat tidak pas seandainya banyak kendaraan yang parkir dibahu-bahu jalan. Hal tersebut sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas dikawasan tersebut. Menurutnya, pada tanggal 9 Desember 2013 lalu, SKPD dibawah kendalinya sudah pernah melayangkan surat imbauan kepada management klinik agar kendaraan-kendaraan pasien tidak terparkir ditrotoar ataupun bahu jalan. Dishub, lanjut Widi, pernah memberikan saran, agar halaman SD Tanjungsari yang sudah tidak terpakai‎, bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir. "Akan tetapi, imbauan kami sama sekali tidak diindahkan. Bahkan hingga detik ini, masih banyak kendaraan yang terparkir didepan bangunan klinik," ungkap mantan Ka.Satpol.PP itu pada wartawan.

Menyikapi persoalan tersebut, secepatnya akan dipasang rambu larangan parkir dikawasan dekat klinik. Namun sebelumnya, Dishub akan melakukan koordinasi dengan Forum Lalu-Lintas. "Maaf, hari ini Kasat Lantas masih repot dengan persiapan kunjungan Pak SBY," tuturnya, kemarin.

Dilain pihak, Lan Naria Hutagalung, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan, menambahkan, dari sisi perizinan keberadaan klinik rawat inap Arta Medica, sudah sesuai prosedur. Sehingga tidak ada persoalan terkait keabsahan kegiatan pelayanan kesehatan partikelir milik salah seorang dokter PNS itu. Hanya saja, Lan mengingatkan, pihak management diharapkan lebih jeli lagi dalam mempelajari dokumen lingkungan. Sebab disitu banyak dijelaskan beberapa hal yang harus dilaksanakan. Seperti misalnya pengelolaan limbah medis, serta pengelolaan lahan parkirnya. Selain itu, Lan Naria juga berharap, SKPD yang punya tupoksi langsung dengan keberadaan layanan kesehatan partikelir, bisa melakukan pembinaan dan pengawasan secara periodik dan berkesinambungan.  "Itu yang terpenting dan harus dilaksanakan management klinik. Kalau dari perizinan, sudah clear tidak ada persoalan," tandas mantan Kepala Dinkopindag tersebut.

Sementara itu hingga berita diturunkan, Kepala KLH Pacitan, T.Andi Faliandra, belum bisa dikonfirmasi. Mantan Kabag Humas dan Protokol tersebut tengah melaksanakan ibadah umroh di tanah suci. "Maaf Mas, saya masih di Mekkah, lagi umroh," terang Andi, melalui hubungan telepon.  (yun).
Yuniardi Sutondo
(Yuniardi Sutondo-Pacitan)
Kontributor Sindopos.com

Post a Comment

Powered by Blogger.