Sindopos.com - Pacitan, Pabrik es yang sangat dibutuhkan para nelayan dan pedagang ikan  Tetapi Rencana Pengalihan Masih Berbelit.

Masih Berbelitnya Rencana Alih Kelola Pabrik Es Di Pacitan
Masih Berbelitnya Rencana Alih Kelola Pabrik Es Di Pacitan
Rencana alih kelola pabrik es milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pacitan, masih simpang-siur. Terbukti, hingga detik ini, instansi dibawah kendali drh. M. Yunus Hariyadi tersebut, tak kunjung memberikan kepastian, mau dikemanakan aset bernilai miliaran rupiah tersebut. Saat dikonfirmasi, mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan itu menegaskan, saat ini masih dibicarakan dengan pihak pengelola aset daerah. Yunus mengakui, DKP tidak bisa berbuat lebih. Sebab selain tidak dimilikinya personil yang skill dibidang alat pendingin, juga tidak adanya teknisi yang bisa melakukan perawatan peralatan didalam pabrik es bantuan dari Dirjend Perikanan itu. "Saat ini masih kita rapatkan soal pengelolaan pabrik es," kata Yunus, Selasa (17/3).
Dilain pihak, Kabid Aset, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) setempat, Joko Suparyono, menegaskan, awalnya aset bernilai lebih dari 2 miliar tersebut akan diserahkan pengelolaannya kepada salah seorang pengusaha di Pacitan. Akan tetapi, lantaran nilai sewa yang ditawarkan terlampau kecil, pihak pengelola aset daerah, akhirnya menganulir rencana tersebut. "Kita akan laksanakan sistem tender, sebelum aset daerah tersebut dikelola pihak ketiga," jelas Joko.
Meski begitu, Joko menegaskan, untuk melaksanakan proses tender, diperlukan beberapa persiapan. Utamanya pada sisi aturan pelaksanaan dari tender itu sendiri. Seperti penyusunan peraturan bupati, serta kemungkinan adanya pihak pengusaha yang akan memasukan dokumen penawarannya. "Saat ini tengah dipersiapkan. Jadi prosesnya masih cukup panjang," bebernya, kemarin.

Lebih lanjut, Joko Suparyono menerangkan, agar keberadaan aset daerah yang berasal dari hibah pemerintah pusat tidak mubazir, calon SKPD pengguna diharapkan lebih selektif lagi. Kalau memang tidak memiliki kompetensi mengelolanya, lebih baik bantuan tersebut dialihkan ke liding secktor lainnya yang lebih membutuhkan. (yun).

Post a Comment

Powered by Blogger.
close