Harga Beras Terus Melangit  Dinkopindag, Gelar Pasar Murah Guna Stabilkan Harga.

Sindopos.com - Sudah sepekan lebih, harga segala jenis beras terus melambung. Bahkan, pekan kemarin, kenaikan harga komiditi bahan pokok itu sempat bertengger hingga 20 persen lebih dari harga sebelumnya. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopindag) Kabupaten Pacitan, Hari Purwantoro, mengatakan, kenaikan harga beras lebih dipengaruhi masalah distribusi. Sebab diakuinya, hampir mayoritas distributor beras di Pacitan, mengambil barang dagangan dari luar daerah. Seperti Delanggu, dan Klaten. "Umumnya, para distributor beras mendatangkan dari beberapa daerah di Jateng. Mungkin itu yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga dalam beberapa hari belakangan ini," kata Hari, Senin (2/3).

Kakak kandung dari fisrt lady, Hj. Baskoro Wati Indartato tersebut menjelaskan, kenaikan harga beras, selain karena alasan distribusi, juga produksi ditingkat petani memang tengah merosot. Tentu saja, ketersediaan beras ditingkat pengepul juga jauh mengalami penurunan. Hal tersebut juga menjadi faktor utama, melonjaknya harga beras belakangan ini. Diakuinya, kenaikan harga komoditi pokok tersebut tidak ada relevansinya dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang berimbas menaikna harga bahan bakar minyak (BBM), utamanya jenis premium serta solar. "Ini murni karena masalah distribusi dan berkurangnya stok beras, baik dilevel petani ataupun pengepul," bebernya, pada awak media, kemarin.
Sementara itu guna menekan kenaikan harga beras yang kian hari kian tak terkendali, Dinkopindag bersama instansi terkait sempat menggelar pasar murah disejumlah titik. Kegiatan tersebut sudah diselenggarakan sejak Rabu (25/2) lalu‎ diwilayah kota. Sedangkan pekan ini, pasar murah juga akan digelar dibeberapa lokasi di kecamatan. "Kita harapkan dalam waktu singkat harga beras bisa kembali stabil. Sebagai contoh, beras jenis SP, yang semula hanya Rp. 9.000/kg, saat ini sudah menyentuh Rp. 11.500/kg. Mudah-mudahan, tak lama lagi harga beras tersebut bisa kembali normal," harapnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya permainan tengkulak, Hari menegaskan, indikasi tersebut sejauh ini tidak pernah ditemukan petugas saat melakukan sidak lapangan. Kenaikan harga beras memang lebih didominasi menurunnya jumlah produksi dan kendala distribusi. (Yun)
Yuniardi Sutondo
(Yuniardi Sutondo-Pacitan)
Kontributor Sindopos.com

Post a Comment

Powered by Blogger.