Sindopos.com - Pacitan, Paska lawatan mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan first lady, Hj. Ani Yudhoyono ke Pacitan, demam batu akik kian menghangat.

perajin akik di Pacitan, saat mempoles bebatuan menjadi akik
Perajin Akik di Pacitan, Saat Mempoles Batu Akik
Paska lawatan mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan first lady, Hj. Ani Yudhoyono ke Pacitan, demam batu akik kian menghangat. Terlebih, mantan orang nomor satu di Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Presiden Director GGGI tersebut berjanji akan mempromosikan batu akik asli Pacitan ke penjuru nusantara. Tidak hanya itu, SBY juga berpendapat agar ada standar harga baku terhadap bebatuan mulia dari kampung halamannya tersebut. 

Menurut sejumlah perajin akik di Pacitan, saat ini semua harga akik memang mulai meroket. Terutama akik-akik kualitas, seperti red baron, sankis, dan green kalsidon. Seiring melejitnya harga batu mulia tersebut, tentu para perajin juga mulai pasang tarif sedikit mahal. Semula mereka hanya menarik ongkos jasa sebesar Rp. 10.000 untuk satu batu akik. Namun sekarang, harga tersebut berubah menjadi Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000. Bahkan beberapa perajin sudah mematok ongkos jasa sebesar Rp. 25.000. "Ongkos tersebut bergantung kesulitan bahan bakunya. Semakin rumit, tentu ongkos jasanya juga semakin mahal," terang Setya Tri Wahyudi, salah seorang perajin akik di Pacitan, Minggu (16/3).

Menurutnya, demam batu akik diakui sudah merambah ke semua strata. Bukan hanya kalangan menengah atas yang kesengsem dengan keindahan batu akik, namun strata bawah pun juga "gila" dengan bebatuan yang jamak dikenakan sebagai cincin tersebut. Dampak dari kondisi tersebut, bahan baku berkualitas diakuinya mulai sulit didapat. Artinya, para petani pencari batu memang harus bekerja ekstra agar menemukan bebatuan yang punya nilai ekonomis tinggi. Selain warnanya yang khas‎, kemurnian batu, utamanya kadar pengkristalannya, juga menjadi salah satu kunci agar bebatuan itu bisa "disulap" menjadi akik bernilai ekonomis sangat tinggi. "Karena beberapa alasan itulah, semua sistem yang terlibat dalam proses pembuatan akik mematok tarif. Baik petani batu, perajin, juga penjual, akan mematok harga sesuai standar kesulitan dan kualitas bebatuan akik," jelasnya, kemarin.

Sebagaimana pernah diberitakan, mantan Presiden RI ke-enam, SBY, saat berkunjung ke Pacitan, baru-baru ini berharap agar kedepan ‎ada standar harga batu. Sehingga publik tidak akan kaget dan merasa tertipu ketika membeli bebatuan akik berkualitas dengan harga pantas. Sementara itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopindag) belum bisa dikonfirmasi terkait wacana penentuan standar baku harga batu akik. (yun).

Post a Comment

Powered by Blogger.