Larangan Penggunaan Alat Tangkap Jenis Pukat Hela dan Pukat Tarik

Sindopos.com - Aksi unjuk rasa ribuan nelayan di jalur Pantura, yang menolak pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No 2 Tahun 2015, tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, baru-baru ini, dikhawatirkan akan merambah hingga ‎diwilayah pesisir Pacitan. Karena itu instansi terkait terus melakukan monitoring dan pembinaan kepada semua nelayan, agar kontroversi munculnya produk regulasi tersebut tidak meluas. Bambang Mahaendrawan, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pacitan, mengatakan, penggunaan alat tangkap ikan sebagaimana ditegaskan dalam regulasi tersebut, memang berdampak terhadap kelestarian sumber daya ikan. Sehingga wajar, kalau pemerintah melalui kementerian terkait melarang penggunaan alat tangkap jenis pukat hela serta pukat tarik. "Habitat laut memang akan rusak, sehingga sumber daya ikan juga akan mengalami penurunan," kata Bambang, Rabu (4/3).

Diakuinya, persoalan tersebut memang sempat memicu konflik sosial bagi masyarakat nelayan. Akan tetapi, dampak dari penggunaan alat tangkap jenis pukat hela, baik dasar, pertengahan dan hela kembar dengan berpalang, berpapan, ataupun dua kapal, serta hela tarik pantai, tarik berkapal, dapat mengancam kelestarian lingkungan. Sehingga lumrah, agar kelestarian lingkungan dan sumber daya ikan tetap terjaga, pemerintah memberikan larangan penggunaan alat tangkap tersebut. "Soal munculnya kontroversi, itu sudah konsekuensi sebuah kebijakan. Namun dampak positifnya memang lebih luas," jelas pejabat eselon IIIB tersebut pada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, agar pecahnya aksi demo ribuan nelayan di wilayah Pantura tidak meluas hingga ke Pacitan, DKP terus berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan para nelayan Pacitan. Sebab selama ini, mereka memang banyak yang menggunakan alat tangkap pukat tarik jenis dogol (danish seines). ‎"Kami optimis, masyarakat nelayan di Pacitan sangat memahami persoalan tersebut," tandasnya. (yun).

Post a Comment

Powered by Blogger.